"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"

Tuesday, September 13, 2016

AIR TERJUN : PANORAMA ALAM YANG INDAH



Air terjun adalah aliran air yang berada di ketinggian dan melewati jeram hingga jatuh bebas ke dasar sungai seperti lereng atau lembah. Aliran air yang mengalir deras di sungai hampir seperti air terjun tetapi lebih rendah disebut riam. Adapun rentetan riam atau air terjun kecil dibalik bebatuan yang landai disebut katarak. Air terjun dan riam terbentuk akibat pengikisan dinding atau dasar sungai yang lunak oleh arus air.
    Air terjun merupakan salah satu pemandangan alam yang indah dan menakjubkan. Bentuk air terjun ada yang bertingkat-tingkat disebut kaskade, yaitu air yang jatuh dari puncak air terjun yang memercikan butiran air. Butiran air yang terkena cahaya matahari akan membentuk bianglala yang indah.
Volume Air
    Selain keindahannya, banyak air terjun yang terkenal karena besarnya volume air yang jatuh dari ketinggian, misalnya air terjun Sigura-gura di Sumatera Utara. Air terjun Sigura-gura ini kemudian dimanfaatkan sebagai pusat pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Air terjun yang terkenal di dunia diantaranya adalah air terjun Niagara (Niagara Falls) yang berada di wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Air terjun Niagara terdiri dari dua bagian, yaitu Horseshoe Falls dengan lebar 822 m dan tinggi 53 m serta American Falls dengan lebar 329 m dan tinggi 50 meter.

Terbentuknya Air Terjun
    Air terjun dapat terbentuk dengan beberapa cara. Erosi dan proses geologi bukan satu-satunya faktor yang menciptakan air terjun. Gerak-gerik tektonik sepanjang celah batuan juga menyebabkan terbentuknya air terjun. Selain itu, air terjun dapat terjadi bila aliran air sungai melalui sebuah patahan yang timbul karena peristiwa alam. Air terjun juga dapat terjadi ketika air sungai mengalir dari dasar sungai yang keras melewati dasar yang mudah terkikis. Contohnya, bila air sungai yang mengalir dari bebatuan keras ke batuan lunak, seperti batu kapur, maka batuan lunak akan habis terkikis. Pada awalnya tercipta riam dan ketika pengikisan semakin besar maka terbentuklah air terjun. Banyak juga air terjun yang tercipta akibat gletser. Ketika gletser mencair, airnya mengalir melalui lembah yang dalam dan aliran air tersebut melewati tebing yang curam sehingga terbentuklah air terjun.

Air Terjun Tertinggi di dunia

  1. Salto Angel di Venezuela tinggi 979 m
  2. Tugela di Afrika Selatan tinggi 948 m
  3. Tres Hermanas di Peru tinggi 914 m
  4. Olo upena di Amerika Serikat tinggi 900 m
  5. Vinnufossen di Norwegia tinggi 860 m
  6. Balaifossen di Norwegia tinggi 850 m
  7. Pu'uka Oku di Hawai (AS) tinggi 840 m
  8. James Bruce di Kanada tinggi 840 m
  9. Browne di Selandia Baru tinggi 836 m
  10. Strupenfossen di Norwegia tinggi 820 m

 Angel Falls
Tugela Falls
Tres Hermanas Falls

Monday, September 12, 2016

LUMUT : VEGETASI PERINTIS DI LANTAI HUTAN



Lumut adalah kelompok tumbuhan dari divisi Bryopyta yang memiliki struktur tubuh seperti tumbuhan berbiji (Spermatophyta) namun tidak memiliki jaringan pengangkut. Penggunaan istilah ini seringkali rancu dengan lumut kerak (lichen) yang diklasifikasikan dalam kingdom Fungi (jamur) atau dengan ganggang yang menempel pada lantai kamar mandi dan bebatuan di dalam air. Sebagai vegetasi perintis, lumut berperan dalam proses pelapukan batu-batuan menjadi tanah dan proses penyerapan air serta bermanfaat sebagai bahan baku obat.
    Lebih dari 18.000 spesies lumut diklasifikasikan dalam tiga kelas yaitu kelas Hepatopsida atau Hepaticae (lumut hati), Bryopsida atau Musci (lumut sejati), dan Anthocerotopsida atau Anthocerotae (lumut tanduk). Kelompok tumbuhan ini tersebar di seluruh wilayah dunia, mulai dari daerah kutub sampai ke daerah tropis. Di daerah kutub, lumut membentuk sebuah ekosistem padang lumut yang dikenal dengan tundra. Lumut menyukai kondisi udara lembab sehingga tumbuhan ini sering dijumpai di pinggir sungai, batang kayu dan tanah basah. Lumut yang telah dikeringkan sering dimanfaatkan sebagai media tanaman yang disebut Moss.
Talus
    Tubuh lumut umumnya berupa talus, yaitu struktur tumbuhan yang tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Ukuran talus lumut beragam, mulai dari genus Monoclea yang panjangnya 20 cm dan lebarnya 5 cm sampai genus Sphaerocarpos yang panjangnya 1 mm dan lebarnya 1 mm. Talus lumut membentuk bagian-bagian yang memiliki bentuk seperti bagian akar, batang, dan daun dari tumbuhan spermatophya. Meskipun demikian, tubuh lumut tidak dilengkapi dengan jaringan pengangkut xilem dan floem.

Rhizoid
    Lumut memperoleh sumber makanan dari proses fotosintesis yang terjadi di dlam kloroplas. Seperti kelompok tumbuhan pakis dan tumbuhan berbiji, fotosintesis pada lumut juga dibantu oleh pigmen klorofil yang berfungsi sebagai pengikat cahaya matahari. Pegangkutan air dan zat-zat hara dari substrat dijalankan oleh akar semu atau Rhizoid. Selain itu Rhizoid tersebut juga berfungsi sebagai alat pelekat pada substrat.Pada sebagian besar lumut air dan zat hara disalurkan dari bagian gametofor ke sporangium (kotak spora) melalui tangkai sporangium yang disebut seta dan melalui jaringan internal tubuh.

Gametofit dan Sporofit
    Pada umumnya,lumut mengalami metagenesis (pergiliran keturunan) yang terdiri dari dua tahap. Tahap yang menghasilkan gamet disebut generasi gametofit, sedangkan tahap yang menghasilkan spora disebut generasi sporofit. Generasi gametofit dimulai dengan jatuhnya spora di tempat yang lembab. Spora ini tumbuh menjadi protonema (struktur berbentuk benang) dan kemudian berkembang menjadi gametofor. Gametofor akan memasuki generasi sporofit setelah menghasilkan anteridium (organ jantan berbentuk tongkat) dan arkegonium (organ betina berbentuk botol), Anteridium menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid), sedangkan arkegonium menghasilkan sel telur (ovum). Setelah melalui proses fertilisasi atau pembuahan, sel telur akan tumbuh menjadi zigot dan selanjutnya berkembang menjadi sprogonium. Sporogonium tersebut menghasilkan spora yang terkumpul di dalam sporangium.

3 Kelas dari Divisi Bryophyta

  1. Lumut hati (Hepatopsida). Kelompok ini mempunyai talus yang berbentuk lembaran. Lumut hati sering ditemukan di permukaan tanah, di permukaan air, dan di bebatuan. Anggota lumut hati meliputi genus Monoclea, Metzgeria dan Marchantia.
  2. Lumut sejati (Bryopsida). Lumut sejati tumbuh di dinding bangunan, tanah dan tempat-tempat terbuka. Talusnya memiliki bentuk yang mirip dengan rumput berukuran pendek. Anggota lumut sejati antara lain genus Sphagnum, Archidium dan Andreaea.
  3. Lumut Tanduk (Anthocerotopsida). Habitat lumut tanduk berada di tepi sungai, danau atau saluran air. Bagian talus yang kita lihat di tanah merupakan generasi gametofit dari lumut tersebut. Anggota lumut tanduk meliputi genus Anthoceros dan Notothylas.

    

 Hutan lumut Cibodas
 Lumut hati
Lumut daun 
Lumut Tanduk

Thursday, August 25, 2016

SILIKON : UNSUR METAL BERWARNA KELABU



Silikon adalah unsur metaloid berwarna kelabu tua dengan lambang kimia Si. Pada sistem periodik, silikon terletak pada golongan IVA dan periode 3. Nomor atom silikon adalah 14 dan massa atom relatifnya 28,09 gr/mol. Silikon memiliki titik leleh pada suhu 1.410oC dan titik didih pada suhu 2.355oC.
    Silikon pertama kali dikenali sebagai unsur oleh Jons Jacob Berzelius, ahli kimia Swedia, pada tahun 1824. Silikon merupakan unsur kedua terbanyak di dalam kerak bumi setelah oksigen. Kerak bumi mengandung sekitar 48% oksigen dan 28% silikon. Silikon terdapat melimpah dalam semua batuan, kecuali batu kapur. Silikon murni berwarna kelabu tua dan keras serta mengkilat. Akan tetapi, silikon dalam bentuk bubuk berwarna kecokelatan.

 Silikon

Sifat Silikon
    Unsur silikon dapat dibuat dengan cara mereduksi silikon dioksida atau silikat dengan kokas. Dalam skala kecil, reduksi dilakukan dengan bubuk aluminium. Silikon tidak reaktif pada suhu biasa. Akan tetapi jika dipanasi, silikon dapat bereaksi dengan unsur halogen (flour, klor, brom dan iodin) membentuk silikon halida. Silikon murni merupakan penghantar listrik yang buruk, tetapi daya hantarnya dapat diperbesar dengan menambahkan atom tertentu sehingga akan menjadi bahan semi konduktor. Kebanyakan silikon tidak berbahaya bagi tubuh manusia dan tidak dicerna oleh bahan kimia tubuh.

 Silikat Ferromagnesian
Silikat Non Ferramagneisan
Silika dan Silikat
    Dalam alam, silikon terdapat dalam bentuk senyawa terutama dengan oksigen, yaitu silika (silikon dioksida) dan silikat. Silika merupakan peramu utama pasir dan berbagai bentuk mineral yang membentuk batuan. Kristal silika murni ditemukan di alam dalam bentuk polimorfis, seperti kuarsa, pasir, agata (akik), oniks, opal, batu kecubung (ametis) dan flint. Adapun silikat adalah senyawa silikon yang paling melimpah dalam kerak bumi. Kebanyakan batuan dan mineral adalah silikat dengan kisi atau susunan yang berbeda-beda. Kisi silikat ini dapat dianggap sebagai turunan dari silika, tetapi dengan atom-atom lain. Kadang silikat terkait dengan atom silikon dan oksigen, dan kadang juga menggantikan atom silikon dan oksigen. Susunan ikatan antara silikon dan oksigen sangat kuat, yakni sekitar 1,5 kali ikatan antar karbon, yang menyebabkan sifatnya menjadi tahan panas dan tahan cuaca.

 Pemanfaatan Silikon

Pemanfaatan Silikon
    Silikon dapat berbentuk gas, cair atau padat, dan banyak digunakan dalam berbagai industri. Silikon murni digunakan dalam pembuatan peranti elektronik, seperti transistor dan sel surya karena silikon merupakan bahan semi konduktor yang baik. Senyawa silikat sendiri sering sering dimanfaatkan dalam pembuatan keramik dan kaca. Produk-produk keramik terbuat dari campuran berbagai mineral dan batuan yang telah dihaluskan. 
    Dalam industri, silikon digunakan sebagai bahan anti lengket yang bersih dan tidak berasap, misalnya untuk melepaskan bau dan benda karet atau plastik dari cetakan. Silikon cair digunakan dalam bentuk lilin dan bahan pemoles untuk cat mobil dan perabotan. Silikon juga banyak digunakan sebagai penyumbat kedap air untuk keramik kamar mandi dan dapur. Cat silikon yang tidak melepuh pada suhu 250-300oC digunakan sebagai cat kapal.

SIMPANSE : PRIMATA PALING CERDAS



Simpanse (Pan troglodytes) adalah kera berbulu hitam yang hidup di Afrika. Simpanse termasuk mamalia primata yang berkerabat dengan gorila, orangutan, dan wau-wau dalam suku Pongidae. Simpanse, gorila, gibon dan orangutan adalah kelompok hewan yang paling cerdas di muka bumi. Sosok dan kecerdasannya menyerupai manusia.
    Simpanse memiliki tubuh yang memungkinkannya berjalan tegak seperti manusia. Tangannya (kaki depan) lebih panjang daripada kedua kaki belakangnya. Bila membawa suatu benda atau makanan, simpanse akan berjalan atau berlari tegak. Akan tetapi jika tidak membawa apa-apa, saat di tanah simpanse biasanya berjalan dengan keempat kakinya.
    Simpanse berwajah panjang. Rahangnya menjulur ke bawah. Bibirnya tipis dan tidak berhenti bergerak. Telinganya sangat besar. Warna bulunya hitam, sedangkan warna kulitnya biasanya semula kemerahan namun menjadi kecokelatan atau hitam perunggu. Suaranya melengking saat saling berkomunikasi. Berat tubuh simpanse dewasa bisa mencapai 60 kg. Simpanse termasuk hewan yang siklus reproduksinya lambat. Lama mengandungnya sekitar 8 bulan dan baru mengandung kembali saat bayi lepas menyusu (2-3 tahun).
Animasi Simpanse
Hidup Berkelompok
    Simpanse terdapat di hampir seluruh wilayah hutan dataran rendah Afrika, mulai dari Senegal dan Gambia sampai Ghana dan Pantai Gading. Mereka tinggal di atas pohon. Meski demikian, gerakannya lebih lincah di daratan daripada di pohon. Simpanse tidur dengan cara merebahkan diri sambil menarik kaki ke dekat tubuhnya. Simpanse membuang kotorannya tidak di dalam sarang, namun di sekitarnya, sehingga sarang tetap bersih. Simpanse hidup secara berkelompok dalam jumlah yang cukup besar (60-80 ekor). Kelompok tersebut tidak selalu bersama-sama tetapi membentuk kelompok yang lebih kecil selama bergerak di siang hari. Mereka berkeliaran dalam empat macam gerombolan. Kelompok biseksual dewasa, kelompok khusus jantan, kelompok asuhan (betina dan bayi), dan kelompok campuran. Yang unik dari simpanse adalah cara ia membawa anaknya. Sambil menyusu, anak merangkul induknya. Seringkali anak dibawa dengan cara diletakkan di punggung. Anak simpanse senang bermain dan berkejaran dengan simpanse seusianya. Mereka belajar cara mencari makanan dan mengusir musuh.

Spesies
    Simpanse bertopeng (Pantroglodytesverus) berwajah pucat dan disekeliling matanya berwarna kebiruan. Semakin dewasa warnanya semakin gelap hingga akhirnya hitam kusam meski topengnya masih tampak jelas. Adapun simpanse berwajah hitam (Pantroglodytas) mula-mula berwarna cokelat kemudian berubah menjadi hitam legam. Simpanse besar (Pan troglodytes) memiliki tangan yang lebih panjang dari gorila. Warnanya hitam. Adapun simpanse kecil (Pan panicsus) memiliki warna kemerahan pada bagian bibir dan cambang. Simpanse kerdil (bonobo) tampaknya lebih cerdas dibandingkan dengan simpanse besar. Mereka hanya ada di hutan lebat Zaire, Afrika Tengah.
 Simpanse menggendong bayi dipunggungnya
 Simpanse berwajah Hitam
 Simpanse kerdil (Bonobo)
Simpanse besar

Wednesday, August 24, 2016

UBUR-UBUR : BIOTA LAUT BERBENTUK MEDUSA



Ubur-ubur adalah kelompok hewan invertebrata laut dari kelas Scyphozoa yang tubuhnya transparan dan berbentuk medusa (seperti payung atau cawan terbalik) dengan beberapa tentakel. Anggota filum Coelenterata (Selenterata) ini mencakup sekitar 200 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Selain menjadi mangsa bagi hewan-hewan laut, beberapa jenis ubur-ubur seperti Aurelia dan Rhopilima dapat dikonsumsi oleh manusia.
 Animasi Jellyfish
    Ubur-ubur tidak memiliki kerangka tubuh atau skeleton. Secara garis besar, tubuh hewan ini terdiri dari bagian cawan terbalik yang disebut medusa dan tentakel. Garis tengah cawan bervariasi mulai dari 4 cm sampai 2 m. Medusa tersusun atas dua lapisan, yaitu lapisan luar ektodermis dan lapisan dalam atau endodermis. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan mesoglea yang terbuat dari bahan galatin. Tentakel ubur-ubur terletak di bagian pinggir medusa. Organ ini dilengkapi dengan alat penyengat yang disebut nematosis (nematocyst). Alat yang digunakan untuk menangkap mangsa tersebut dapat mengeluarkan racun.
Animasi Ubur-Ubur
Kantung Perut 
    Pada umumnya, pakan ubur-ubur berupa zooplankton, serangga air, cacing dan ikan-ikan kecil. Bagian bawah medusa memiliki mulut yang tersusun oleh manubrium (otot melingkar). Mulut ubur-ubur dikelilingi oleh oral arm yang berfungsi sebagai alat bantu untuk menangkap mangsa. Dari mulut, makanan disalurkan ke kantung perut (gastric pouches) yang berjumlah empat buah  melalui saluran pencernaan. Sari-sari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel-sel amuboid atau sel-sel pengembara. Sisa makanan kemudian dikeluarkan melalui mulut. Beberapa jenis ubur-ubur dikatagorikan sebagai hewan filter feeder. Kelompok ini memperoleh makanan dengan cara menyaring hewan dan tumbuhan air.
Koloni Ubur-Ubur
Respirasi dan Ekskresi
    Ubur-ubur tidak memiliki alat khusus untuk mendukung proses respirasi dan ekskresi. Respirasi dan ekskresi pada ubur-ubur berlangsung di permukaan tubuhnya.Oksigen yang terlarut di dalam air akan masuk kedalam lapisan ektodermis melalui difusi dan osmosis, demikian pula dengan karbon dioksida yang dibuang keluar tubuh. Adapun sisa-sisa metabolisme dibuang secara langsung melalui lapisan ektodermis.

Gerakan Renang
    Sebagian besar ubur-ubur berenang bebas di air, sedangkan sebagian yang lain menempel pada substrat dengan bagian tubuh yang seperti tangkai. Gerakan renang ubur-ubur dibantu oleh kontraksi otot-otot mesoglea. Dengan kontraksi tersebut air yang berada didalam medusa akan terdorong ke bawah sehingga ubur-ubur dapat bergerak ke atas.

Ephyra
    Ubur-ubur memiliki alat kelamin yang terpisah antara jantan dan betina. Proses fertilisasi menghasilkan larva planula yang bersilia dan berukuran mikrokospik. Larva ini akan melekat pada subsrat di dasar laut dan berubah menjadi polip (scyphistoma). Pada fase ini, ubur-ubur mengalami perkembangbiakan aseksual dengan pembentukan tunas (budding). Hasil perkembangbiakan tersebut berupa medusa muda yang akan melepaskan diri sebagai ephyra. Medusa muda tersebut selanjutnya berenang bebas dan tumbuh menjadi ubur-ubur dewasa.
 Ubur-ubur bulan
 Larva anakan Ubur-ubur
 Ubur-ubur payung
 Ubur-ubur api
Ubur-ubur Tentakel merah