"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"
Showing posts with label TAMAN NASIONAL. Show all posts
Showing posts with label TAMAN NASIONAL. Show all posts

Wednesday, August 17, 2011

KONSERVASI : SOLUSI PELESTARIAN ALAM

    Konservasi alam adalah upaya pengelolaan sumber daya alam untuk menjamin kelangsungan hidup manusia di masa kini dan masa mendatang. Pengelolaan sumber daya alam ini mencakup perlindungan flora dan fauna langka. Ada banyak organisasi internasional yang berkarya dalam konservasi, misalnya Internasional Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dan United Nations Environment Programme (UNEP).
Konservasi Hutan melindungi seluruh ekosistemnya
    Tujuan konservasi alam adalah terjaminnya kebutuhan material dan spiritual manusia secara lestari dan berkesinambungan. Setiap negara menetapkan strategi konservasi alam sesuai dengan kondisinya. Negara miskin dan berkembang memanfaatkan sumber daya alam hayati secara rasional dan mengurangi pemborosan sumber daya alam non hayati. Adapun negara maju mencadangkan dan mengembangkan teknologi untuk mencari sumber daya pengganti. Di Indonesia, kebijaksanaan konservasi diatur dalam UU no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
 Hutan Konservasi
  Konservasi In Situ dan Ex Situ
    Konservasi alam meliputi tiga hal yaitu perlindungan, pelestarian dan pemanfaatannya. Perlindungan berarti melindungi proses ekologis dan sistem penyangga kehidupan, misalnya perlindungan siklus udara dan air. Pelestarian berarti melestarikan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Adapun pemanfaatan berarti memanfaatkan secara bijaksana sumber daya alam dan lingkungannya, misalnya pemanfaatan lahan pertanian tanpa mengurangi potensinya.
    Konservasi dibagi dua macam, yaitu In situ dan Ex situ. Konservasi In situ adalah konservasi folra dan fauna yang dilakukan pada habitat asli. Konservasi ini meliputi 7 katagori yaitu Cagar alam, Suaka margasatwa, Taman laut, Taman buru, Hutan atau taman wisata, Taman Provinsi dan Taman Nasional. Adapun konservasi ex situ adalah konservasi flora dan fauna yang dilakukan di uar habitat asli, misalnya konservasi flora di Kebun Raya Bogor dan konservasi fauna di Suaka margasatwa Way Kambas, Lampung.
Penanaman bibit bakau untuk mencegah abrasi
Taman Nasional
    Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi (pembagian wilayah) dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan dan penunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Taman Nasional dibagi menjadi zona inti, zona pemanfaatan, dan zona lain sesuai keperluan. Taman Nasional berfungsi untuk melindungi ekosistem, melestarikan keanekaragaman flora dan fauna, melestarikan pemanfaatan sumber daya alam hayati, dan mendudukng perkembangan ilmu pengetahuan.
Generasi muda dibiasakan aktif melakukan konservasi dengan penanaman bibit tanaman kembali 
Flora dan Fauna Langka
    Pada umumnya, flora dan fauna langka yang terdapat di kawasan konservasi termasuk dalam katagori terancam punah (endengared). Berbagai jenis flora langka yang ditemukan di kawasan konservasi antara lain kaktus, anggrek selop, bunga bangkai dan kantong semar. Adapun jenis fauna langka yang sering ditemukan antara lain Gajah, macan tutul, harimau sumatera, badak sumatera, orang utan, komodo, jalak bali, cenderawasih, elang jawa dan penyu. Flora dan fauna langka tersebut dilindungi oleh Undang-undang Konservasi sehingga kepemilikannya harus memiliki izin khusus.

Kawanan Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas, Lampung

Friday, July 15, 2011

TAMAN NASIONAL DI SUMATERA

    Taman Nasional adalah sistem pengelolaan kawasan konservasi berciri khas. Kawasan tersebut bisa berupa daratan maupun perairan. Taman Nasional mempunyai beberapa fungsi diantaranya perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan, serta pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Selain itu Taman Nasional juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, rekreasi dan wisata alam. Berikut ini adalah daftar Taman Nasional yang ada di Indonesia. Untuk bagian pertama ipostingan ini kita mulai dari Pulau Sumatera.
1. Taman Nasional Gunung Leuser
  • letak geografis sebagian besar termasuk wilayah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan sebagian kecil lainnya masuk Provinsi Sumatera Utara. 
  • Luas wilayah 792.675 ha, merupakan tipe ekosistem dan hutan hujan tropis dataran rendah dan pegunungan, berada pada ketinggian antara 150 - 3450 meter dengan puncak tertinggi Gunung Leuser dan G.Bandahara
  • Flora dilindungi antara lain Bunga raflesia Arnoldi dan pohon payung raksasa
  • Fauna langka antara lain Harimau Sumatera, Beruang Madu, Gajah Sumatera, Badak Sumatera, Orang Utan Sumatera (Mawas), Burung rangkong papan, anjing ajag, Siamang, Macan Dahan, Kambing Hutan dan Tapir.
2. Taman Nasional Siberut
  • Letak geografis di lepas Samudera Hindia, Kepulauan mentawai Provinsi Sumatera Barat
  • Luas wilayah 190.500 ha, merupakan perwakilan tipe ekosistem campuran antara hutan rawa, hutan mangrove dan hutan sekunder yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar Biosfer
  • Flora dilindungi anatara lain kayu manis, damar, tanaman obat, anggrek dan Paku-pakuan
  • Fauna langka antara lain Siamang, Lutung, Monyet ekor panjang, Babi hutan dan Burung hantu Mentawai.                           
3. Taman Nasional Batang Gadis
  • Letak geografis sebagian besar masuk Provinsi Sumatera Utara sepanjang aliran sungai Batang Gadis , perbatasan sebelah Utara Provinsi Riau dan Sumatera Barat.
  • Luas wilayah 108.000 Ha  terletak pada ketinggian antara 300 - 2.145 meter dengan puncak tertinggi Gunung Sorik Merapi 
  • Flora dilindungi antara lain Pohon Tualang, Raflesia arnoldi, Damar dan Kemenyan
  • Fauna langka antara lain Harimau Sumatera, Beruang madu, Gajah Sumatera, Macan Dahan, Kambing Hutan, Ayag dan Siamang
4. Taman Nasional Kerinci Seblat
  • Letak geografis berada disepanjang pegunungan Bukit Barisan , membentang dari Utara ke Selatan yaitu mulai Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu
  • Luas wilayah 1.484.650 Ha, merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah, ekosistem sub alpin, ekosistem rawa gambut, ekosistem rawa air tawar, serta ekosistem pegunungan, berada pada ketinggian antara 50 - 3.805 meter dengan puncak tertinggi Gunung Kerinci
  • Flora dilindungi anatara lain bunga raflesia Arnoldi, pinus kerinci, kayu pacan, dan bunga bangkai
  • Fauna langka antara lain Harimau Sumatera, Beruang madu, Gajah sumatera, Tapir, Badak Sumatera, Macan dahan, Kucing emas, Siamang, Kambing hutan, Wau-wau hitam dan ajag.         
5. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
  • Letak geografis berada di Provinsi Riau bagian Selatan dan perbatasan Jambi bagian Utara, berada pada wilayah pegunungan Bukit Tiga puluh
  • Luas wilayah 127.998 Ha, merupakan perwakilan hutan dataran rendah, hutan rawa , hutan pegunungan dan hutan dataran tinggi 
  • Flora dilindungi antara lain cendawan muka rimau, getah merah, pulai dan berbagai jenis rotan
  • Fauna langka antara lain Harimau Sumatra, gajah Sumatra, Beruang Madu, Macan Dahan, Rusa, siamang dan Lutung
6. Taman Nasional Berbak
  • Letak geografis berada di Provinsi Jambi dan Riau bagian selatan
  • Luas wilayah 162.700 Ha , merupakan kawasan konservasi hutan rawa dan hutan mangrove terluas di Asia Tenggara, Taman ini juga ditetapkan sebagai lahan basah internasional.
  • Flora dilindungi antara lain palem daun payung, palem lepidonia dan meranti
  • Fauna langka antara lain Harimau Sumatera, Gajah sumatera, Tapir, Kuntul Cina, Kura-kura gading dan bebek hutan bersayap putih 
7. Taman Nasional Bukit Dua Belas
  • Letak geografis berada di Provinsi Jambi sekita pegunungan bukit dua belas
  • Luas wilayah 60.500 Ha, merupakan kawasan cagar Biosfer
  • Fauna dilindungi antara lain Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, beruang madu , Kancil, elang ular bido, Burung rangkong badak dan Siamang
  • Flora langka diantaranya adalah getah merah, Cendawan muka rimau, pulai dan Rumbai
8. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
  • Letak geografis memanjang menyusuri pegunungan Bukit Barisan malalui Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung
  • Luas wilayah 365.000 Ha, merupakan perwakilan dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan yang terdiri dari Vegitasi hutan mangrove, hutan pantai, hutan tropika basah, dan hutan pegunungan
  • Flora dilindungi antara lain Meranti, cempaka, damar, randu alas, camar laut, pohon tualang, aneka rotan dan kruing
  • Fauna dilindungi antara lain Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Beruang madu, Macan Dahan, Kambing gunung, tapir, Rusa, Kerbau liar, Badak Sumatera, dan Lutung.        
9. Taman Nasional Way Kambas
  • Letak geografis berada di provinsi Lampung bagian Timur laut
  • Luas wilayah 130.000 Ha, merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang dan hutan pantai
  • Flora dilindungi antara lain Cemara laut, Pandan, Salam dan Puspa
  • Fauna dilindungi antara lain Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Beruang madu, Badak Sumatera, Tapir, Lutung merah, Siamang, Rusa dan Ayam hutan.                
10. Taman Nasional Sembilang
  • Letak geografis berada di pantai sebelah Timur laut Provinsi Sumatera Selatan dan perbatasan dengan provinsi Jambi
  • Luas wilayah 2.051 Km2, merupakan perwakilan Hutan dataran rendah berupa hutan pantai, Hutan rawa air payau dan hutan mangrove
  • Flora dilindungi antara lain cemara laut, pandan, nipah, gajah paku, Nibung, Jelutung, Rhizopora, gelam tikus dan bakau
  • Fauna dilindungi antara lain Harimau Sumatera, Gajah sumatera, Tapir, Rusa sambar, Siamang, kucing emas, Buaya muara, Ikan Sembilang, Lumba-lumba air tawar, penyu rawa raksasa dan berbagai jenis burung.
11. Taman Nasional Tesso-Nillo
  • Letak geografis berada di wilayah Provinsi Riau bagian Tenggara 
  • Luas wilayah 38.576 Ha terletak di kabupaten Palalawan dan Indragiri hulu
  • Flora dilindungi antara lain Jelutung, paku-pakuan, Rotan dan sekitar 350 jenis tanaman lainnya
  • Fauna dilindungi antara lain Harimau sumatera, Gajah Sumatera, Macan Dahan, Tapir, Rusa sambar, Siamang dan Buaya muara. 
 Kawanan Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas, Lampung
 Taman Nasional Kerinci-Seblat di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat
 Anakan Harimau di hutan Taman Nasional Kerinci-Seblat, Sumatera Barat
 Badak Sumatera di hutan Taman Nasional Berbak, Jambi
 Orang Utan Merah (Mawas) dari Hutan Taman Nasional Gunung Leuser
 Tapir sedang berendam di Hutan Taman Nasional Batang Gadis, Sumatera Utara
 Kambing Hutan dari Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Riau-Jambi
Beruang Madu dari Taman Nasional Tesso-Nillo, Riau
Macan Dahan dari hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Wednesday, June 15, 2011

TAMAN NASIONAL DI JAWA

    Taman Nasional di Pulau Jawa merupakan tempat perlindungan terakhir Fauna langka yang nyaris punah dengan semakin padatnya pulau Jawa oleh penduduk dan aktivitas pembangunan baik itu di bidang pertanian (agraris) maupun Industri (Non Agraris) Dengan kepadatan rata-rata per Km2 melebihi 1000 penduduk bisa dikatakan pulau Jawa merupakan sebuah pulau Kota yang padat dan sesak. Bisa dibayangkan bagaimana Flora dan Fauna Pulau Jawa dapat bertahan dan melestarikan kelangsungan hidupnya di pulau yang disesaki lebih dari 150 juta penduduk.
   Taman Nasional adalah jawabannya, selain Cagar Alam dan Suaka Margasatwa, keberadaan habitat perlindungan terakhir di Pulau Jawa ini memberikan sedikit harapan. Pada Tahun 1976 ketika ditemukan 4-6 ekor sisa-sisa terakhir Harimau Jawa di wilayah belantara Meru betiri Jawa Timur Presiden Soeharto saat itu langsung menjadikan Kawasan hutan Meru Betiri sebagai Taman Nasional. Walaupun pada akhirnya upaya ini tidak berhasil menyelamatkan Harimau Jawa, yang akhirnya punah namun upaya ini menjadi pembelajaran semua pihak untuk bersama-sama menyelamatkan kekayaan Flora Fauna Indonesia yang masih ada, sehingga sejarah tragis punahnya Harimau Jawa dan juga Harimau Bali tidak terulang pada kehidupan Satwa-satwa langka lainnya di Indonesia
    Pada postingan ini kami tampilkan keberadaan Taman-Taman Nasional yang ada di Pulau Jawa, yang mudah-mudahan keberadaannya dapat menjaga dan melindungi serta melestarikan kekayaan dan keanekaragaman hayati di Pulau Jawa.
1. Taman Nasional Ujung Kulon
  • Letak Geografis : Berada di wilayah Provinsi Banten sebelah Barat Daya, menghadap Selat Sunda dan berbatasan dengan Samudera Hindia
  • Luas : 122.965 Ha, merupakan perwakilan dari ekosistem perairan laut, pesisir pantai dan hutan dataran rendah atau hutan tropis basah
  • Flora dilindungi Puspa, Suren, Rasamalah, bunga bangkai
  • Fauna dilindungi Badak Jawa, Macan Tutul, Banteng, Anjing Ajag, Rusa, Lutung, Kucing batu, Buaya Muara, Burung Udang Biru, dan Cekakak
2. Taman Nasional Kepulauan Seribu
  • Letak Geografis berada di kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta sebelah Utara Telauk Jakarta dan sekitar perairan Laut Jawa
  • Luas : 110.000 Ha, merupakan Taman Nasional laut yang memiliki lebih dari 44 pulau diantaranya yang terkenal sebagai perlindungan burung adalah Pulau Rambut
  • Flora : Terumbu karang, Gelidium, Pandan laut, warau laut, bakau dan mangrove
  • Fauna dilindungi antara lain Lumba-lumba hidung botol, Hiu karang, beberapa jenis burung dan Moluska seperti Kima, kerang kepala kambing, dan batu laga 
3. Taman Nasional Gunung Halimun-Salak
  • Letak Geografis berada di wilayah pegunungan Kendeng, Gunung Halimun dan Salak , sebagian masuk Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat
  • Luas : 40.000 Ha, terdiri dari 10 buah gunung dengan puncak tertinggi Gunung Salak (2211 m) dan merupakan perwakilan hutan hujan Tropis dan hutan pegunungan
  • Flora antara lain Puspa, Suren, Kantong semar, Cantigi dan Rasamalah
  • Fauna dilindungi diantaranya adalah Macan Tutul, Kucing Hutan, Kancil, Wau-wau Jawa, Lutung, Rusa dan Elang Jawa
4. Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango
  • Letak Geografis berada di Provinsi Jawa Barat dengan landscap pegunungan yang indah
  • Luas : 15.196 Ha merupakan kawasan hutan pegunungan dengan Puncak gunung tertinggi G.Pangrango (3019 m) dan ekosistem Hutan hujan tropis basah
  • Flora : Rasamala, jamuju,puspa, kecubung , Cantigi, Kantong semar, lumut merah, liana dan hamparan tanaman perdu Edelweis
  • Fauna dilindungi antara lain Macan Tutul, Lutung, Kijang, kancil, Wau-wau Jawa, Anjing hutan (Ajag), Kucing hutan dan Elang Jawa
5. Taman Nasional Laut Karimun Jawa
  • Letak Geografis berada di kepulauan Karimun Jawa, lepas pantai Utara Provinsi Jawa tengah
  • Luas : 111.625 Ha, sebagian besar wilayahnya berupa lautan/laut Jawa dan sebagian berada di pulau-pulau Kecil Karimun Jawa
  • Flora : Pohon Jambon, gondorio, rokok-rokok dan cemara laut
  • Fauna langka diantaranya rusa, lumba-lumba, Hiu karang dan Elang laut      
6. Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru
  • Letak Geografis  berada di pegunungan Tengger, Provinsi Jawa Timur dengan puncaknya yang tertinggi Gunung Semeru (3676 m)
  • Luas : 50.276 Ha, merupakan daerah dengan lereng yang landai sampai berbukit
  • Flora : Cemara, Edelweis,Cantigi, Levender, paku-pakuan dan anggrek galur murni 
  • Fauna : Macan Tutul Jawa, Anjing ajag, Rusa, Merak, dan kucing Hutan
7. Taman Nasional Meru Betiri
  • Letak Geografis berada di pegunungan Bitiri, Provinsi Jawa Timur 
  • Luas : 58.000 Ha, merupakan perwakilan dari ekosistem hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa, hutan dataran rendah dan hutan hujan tropis
  • Flora : Gelagah, bayur, rengas, dan api-api
  • Fauna : Macan Tutul Jawa, Harimau Jawa (Punah tahun 1980-an), kancil, Merak, Ayam hutan hijau, Elang jambul garis dagu, Penyu Belimbing      
8. Taman Nasional Baluran
  • Letak Geografis berada di sekitar Gunung api tua Baluran, Ujung Timur Laut Provinsi Jawa Timur
  • Luas : 25.000 Ha, terdiri dari padang savana alamiah, hutan mangrove, hutan pantai, hutan rawa serta hutan musim
  • Flora : Widoro bekol, gadung, kemiri, dan bekong
  • Fauna : Macan Tutul Jawa , Harimau Jawa (Punah tahun 1970-an), Banteng, Burung Merak, Jalag dan kucing Bakau
9. Taman Nasional Alas Purwo
  • Letak geografis : Semenanjung Blambangan, Ujung Tenggara Provinsi Jawa Timur
  • Luas : 43.430 Ha, terdiri dari hutan mangrove , hutan pantai, hutan bambu, dan terumbu karang
  • Flora : Ketapang, keben, dan sawo kecik
  • Fauna : Macan Tutul, Banteng, Jalag, Burung Merak, Ayam hutan hijau, dan Lutung 
10. Taman Nasional Gunung Ciremai
  • Letak Geografis : Sekitar Gunung Ciremai Provinsi Jawa Barat
  • Luas :15.500 Ha masuk wilayah kabupaten Kuningan, Majalengka, dan Cirebon
  •  Flora : Saninten, Jarak, Puspa, jamuju, Pandan Gunung
  • Fauna : Macan Tutul Jawa, Seruli, Kukang Jawa, Muncak, lutung, Kucing hutan, pelanduk Jawa dan berbagai jenis Burung
11. Taman Nasional Gunung Merapi
  • Letak geografis : sekitar Gunung Merapi perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
  • Luas : 6.410 Ha termasuk wilayah kabupaten Magelang,Boyolali, Klaten (Jawa Tengah) dan Sleman (DI Yogyakarta)
  • Flora : Saninten, berbagai jenis Anggrek, Paku-pakuan
  • Fauna : Macan tutul Jawa, Muncak, Elang Jawa 
12 Taman Nasional Gunung Merbabu
  • Letak Geografis : berada di sekitar Gunung Merbabu, Provinsi Jawa Tengah
  • Luas : 5.725 Ha masuk wilayah Kabupaten Boyolali, Magelang dan Klaten
  • Flora : Akasia, Sengon gunung, Puspa dan Cemara Gunung 
  • Fauna : Macan Tutul Jawa, Elang Jawa, Elang Hitam, Elang Ular Bido, Muncak, Alap-alap, Kijang, Monyet Ekor panjang dan berbagai jenis burung

Kawanan Banteng di Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur
 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat
 Taman Nasional Baluran Jawa Timur
 Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten
Macan Tutul Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak

Wednesday, May 18, 2011

TAMAN NASIONAL DI KALIMANTAN

    Taman Nasional di Pulau Kalimantan yang kami posting pada bagian ketiga Katagori Taman Nasional & Cagar Alam di Indonesia merupakan bagian dari wilayah Zoogeografis Indonesia bercirikan Asiatis baik Flora maupun Faunanya. Kalimantan merupakan Pulau di Indonesia yang memiliki wilayah hutan paling luas yang masih tersisa dan menjadi bagian perlindungan Biosfer dunia. Di Hutan tropis Kalimantan ini tinggal berjenis fauna langka seperti Orang Utan Kalimantan, Bekantan, Beruang Madu, Gajah Kalimantan, Badak Sumatera, Macan Dahan dan aneka jenis burung langka lainnya.
    Pulau kalimantan pada zaman pleistosen pernah menyatu dengan Asia bersama Pulau Jawa dan Sumatera sehingga jenis flora dan faunanya juga ditemukan di Benua Asia. Termasuk Jenis Ikan langka yang memiliki kesamaan antara sungai-sungai di Kalimantan dan Sumatera. Misalnya Arwana ditemukan di aliran sungai Kapuas (Kalimantan) dan Batang Hari (Sumatera) yang dulu ternyata menyambung menjadi satu aliran sungai dan bermuara di laut Cina Selatan,. Demikian juga sungai Bengawan Solo di Jawa yang menyambung dengan sungai Barito di Kalimantan dan bermuara di selat Makassar.
   Taman-Taman Nasional di Kalimantan merupakan tempat perlindungan terakhir flora fauna endemik pulau ini terutama Orang Utan, Kera besar yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera yang populasinya dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Berikut ini adalah beberapa Taman Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah di pulau Kalimantan.
1. Taman Nasional Gunung Palung
  • Letak Geografis : Provinsi Kalimantan Barat
  • Luas : 90.000 Ha, terdiri dari hutan Mangrove , hutan rawa, hutan rawa air tawar dan hutan pegunungan 
  • Flora : Meranti, Kayu Ulin, Keruing dan Ramin
  • Fauna : Orang Utan, Kijang, Ayam hutan
2. Taman Nasional Tanjung Puting
  • Letak Geografis : Provinsi Kalimantan Tengah bagian Selatan
  • Luas : 173.330 Ha terdiri dari Hutan hujan tropis dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai dan hutan sekunder
  • Flora : Jelutung, ramin, Meranti dan Kayu ulin
  • Fauna : Orang Utan, Beruang Madu, Macan Dahan, Buaya Muara 
3. Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
  • Letak Geografis : Berada di pegunungan Swener dan Muller perbatasan Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah
  • Luas : 181.090 Ha, terdiri dari hutan hujan tropis dan hutan pegunungan
  • Flora : Jelutung, Ramin, meranti, kayu ulin, anggrek, rotan dan palem
  • Fauna : Kancil, Bekantan, Beruang madu, Ayam hutan, Kijang , Badak Sumatera
4. Taman Nasional Betung Karimun
  • Letak Geografis : berada di wilayah Kalimantan Barat
  • Luas : 800.000 Ha, terdiri dari hutan dataran rendah dan dataran tinggi 
  • Flora : Jelutung, pandan, cemara gunung, dan gaharu
  • Fauna : Orang Utan, Rusa, Burung Enggang
5. Taman Nasional Kayan Mantarang
  • Letak geografis : berada di wilayah Provinsi Kalimantan Utara
  • Luas : 1.360.900 Ha, merupakan hutan dataran rendah dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut tebal
  • Flora : Jelutung, Meranti, Kayu ulin dan Gaharu
  • Fauna : Orang Utan, Bekantan, Kijang , gajah Kalimantan , Macan Dahan dan Ayam hutan
6. Taman Nasional Danau Sentarum
  • Letak geografis : berada di wilayah provinsi Kalimantan Barat
  • Luas : 102.000 Ha, sekitar danau Sentarum kabupaten Sanggau sampai perbatasan Serawak, Malaysia
  • Flora : Jelutung, paku-pakuan, dan tanaman rawa
  • Fauna : Ikan Arwana, Muncak, dan berbagai jenis burung
7. Taman Nasional Kutai
  • Letak geografis: berada di kabupaten Kutai, Provinsi Kalimantan Timur
  • Luas : 198.629 Ha meliputi Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Bontang, merupakan ekosistem hutan dataran rendah sampai dataran tinggi dengan hutan tropis
  • Flora : Mangrove, bakau, Jelutung, gaharu, kayu ulin
  • Fauna : Orang Utan, Bekantan, Beruang Madu, Macan dahan , Kijang emas, Pesut Mahakam dan Buaya muara 
8. Taman Nasional Sebangau
  • Letak geografis : Terletak di Kalimantan Tengah 
  • Luas : 568.700 Ha meliputi kabupaten Katingan, palang Pisau dan Palangkaraya
  • Flora : Ramin, Meranti, Jelutung, Kapur naga, dan aneka anggrek
  • Fauna : Orang Utan, Burung Rangkong, Bekantan, Beruang madu, Macan Dahan, Owa, Monyet ekor panjang dan Buaya muara 
Orang Utan dari Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah
 Bekantan dari Taman Nasional Sebangau
 Beruang Madu dari Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
 Gajah Kalimantan dari Taman Nasional Kayan , kalimantan Utara
 Pesut dari Sungai Mahakam , Kalimantan Timur
Badak Sumatera, dari Taman Nasional Kutai Barat

Thursday, April 14, 2011

TAMAN NASIONAL DI BALI DAN NUSA TENGGARA

    Pulau Bali secara zoogeografis masih termasuk wilayah Asiatis, dengan flora dan fauna berciri sama dengan benua Asia. Pada zaman Pleistosen pulau Bali merupakan bagian yang menyatu dengan Pulau Jawa dan bagian dari Sunda Plat bersama P.Kalimantan, P.Sumatera, Laut Jawa, Laut Natuna, Selat Malaka dan pulau-pulau kecil lainnya. Dengan mencairnya es di Kutub Utara dan Selatan pada zaman itu maka terbentuklah Pulau-pulau tersebut termasuk Pulau Bali. Bukti paling kuat Jawa dan Bali pernah terhubung adalah keberadaan Harimau Bali yang pernah menjelajah hutan-hutan di pulau.Bali bagian Barat dan Harimau Jawa spesies Harimau asal Tigris yang pernah menjelajah hutan-hutan di Pulau Jawa.
   Namun sebaliknya Pulau-pulau lain di Nusa Tenggara yang dalam dunia internasional dikenal dengan nama Lasser Sunda Islands sudah terbentuk sebelum zaman glasial. Pulau Lombok, P.Sumbawa, P.Flores, P.Timor, P.Sumba dan pulau-pulau kecil lainnya sudah terbentuk pada saat itu sebelum laut sekitarnya bertambah dalam dengan terjadinya fluktuasi akaibat es yang mencair. 
   Kondisi sejarah geologis seperti itu yang menyebabkan fauna di Nusa Tenggara berciri khas dan endemik, karena lama terisolasi dan tidak ada jembatan daratan yang menghubungkan ke benua Asia dan Australia, maka fauna dan flora di kepulauan Nusa tenggara merupakan hasil campuran atau peralihan diantara kedua benua tersebut. Contoh Fauna endemik yang ada di Kepulauan Nusa tenggara adalah Komodo, reptilia purba yang masih tersisa hingga sekarang. Hewan ini bisa ditemukan di Pulau Komodo, P.Rinca, P.Padar dan Pulau Flores bagian Barat. Populasinya semakin menurun dari tahun ketahun sehingga keberadaan Taman Nasional atau Cagar Alam merupakan solusi terbaik untuk menjaga dan melindungi reptilia purba kebanggaan Indonesia ini. Pada postingan bagian ke empat ini kami tampilkan Taman-Taman Nasional yang ada di P.Bali dan Nusa Tenggara.
1. Taman Nasional Bali Barat
  • Letak Geografis : Pulau Bali Bagian Barat
  • Luas : 1.900,289 Ha, terdiridari hutan Mangrove, hutan pantai, hutan musim, hutan dataran rendah, savana, koral, pantai pesisir, serta perairan laut dangkal dan laut dalam. Hutan di Bali Barat juga pernah menjadi tempat jelajah Harimau Bali yang diperkirakan punah tahun 1940-an
  • Flora : Bayur, Ketangi, Burahol, cemara dan Sonokeling
  • Fauna langka : Jalak Bali, Ibis putih kepala hitam, Kijang, Kancil, Ikan Hiu dan Kima raksasa 
2. Taman Nasional Gunung Rinjani
  • Letak geografis : berada di Pulau Lombok bagian tengah dengan puncak tertinggi Gunung berapi aktif Rinjani setinggi 3726 m diatas permukaan laut
  • Luas : 41.330 Ha terdiri dari hutan tropis dataran rendah, Hutan hujan tropis, dan hutan sekunder
  • Flora : Bayur, Mahoni, Beringin, Edelweis, Suren dan Anggrek
  • Fauna langka : Lutung, Rusa,Kijang dan Kakatua Putih 
3. Taman Nasional Komodo
  • Letak Geografis : P.Komodo, P.Rinca dan P.Padar di Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Luas : 173.330 Ha terdiri dari Pulau-pulau kecil dan laut sekitarnya
  • Flora : Rotan, Bambu, Kepuh dan Lontar
  • Fauna : Biawak Komodo, Rusa, Kuda liar dan Ikan Paus 
4. Taman Nasional Gunung Kalimutu
  • Letak Geografis : Pulau Flores bagian Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Luas : 5.000 Ha, merupakan daerah pegunungan yang didalamnya terdapat danau kawah Kalimutu yang memiliki tiga warna berubah-ubah
  • Flora : Ajang kode , Sita, Cemara, Eucalyptus dan Edelweis
  • Fauna : Rusa, Ayam hutan dan Elang
5. Taman Nasional Gunung Tambora
  • Letak Geografis : berada di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat
  • Luas : 23.840 Ha Cagar Alam, 21.764 Ha Suaka margasatwa dan 26.130 Ha Taman buru
  • Flora : 106 jenis pohon, 18 jenis Efifit, 39 jenis Liana dan 49 jenis perdu
  • Fauna : Rusa Timor, Monyet Hitam, Biawak, Ular Sanca dan berbagai jenis burung 
6. Taman Nasional Laiwangi Wanggameti
  • Letak geografis : Terletak di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Luas : berada pada kisaran ketinggian antara 100 - 800 m dpl
  • Flora : Jambu hutan, Pulai, Beringin, kayu manis, Suren, Honggi, Kesambi
  • Fauna : Monyet ekor panjang, Babi Hutan, Ayam hutan, dan berbagai jenis burung 
7. Taman Nasional Manupeu Tanahdaru
  • Letak Geografis : berada di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Luas : 88.000 Ha mewakili ekosistem  dataran rendah, steva dan sabana dan hutan musim semi peluruh yang tersisa sampai ketinggian 600 meter
  • Flora : Suren, Kesambi, Pulai, Asam, Kemiri, Cemara gunung
  • Fauna : Kakatua Sumba, Sikatan Sumba, Kepodang dan 57 jenis kupu-kupu
Biawak Komodo di Taman Nasional Komodo
 Taman Nasional Bali Barat
 Taman Nasional Wanggameti
 Taman Nasional Gunung Rinjani
 Taman Nasional Gunung Kalimutu
 Taman Nasional Manupeu Tanah daru
Taman Nasional Gunung Tambora

Wednesday, March 16, 2011

TAMAN NASIONAL DI SULAWESI

    Pulau Sulawesi terletak di Indonesia bagian tengah dan sudah terbentuk sebelum zaman Pleistosen. Berbeda dengan Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan: Pulau sulawesi merupakan bagian terpisah yang tidak pernah menyatu dengan benua Asia maupun Australia. Oleh karena itu kehidupan dan Jenis-jenis flora fauna di pulau ini memiliki ciri khas tersendiri, bahkan sebagian besar merupakan fauna endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia. Fauna dan flora yang ditemukan merupakan hasil peralihan dan percampuran corak Asia dan Australia, meskipun corak Asia masih lebih dominan. Flora dan Fauna di Sulawesi memiliki kesamaan dengan Flora Fauna di Maluku dan Nusa tenggara beberapa diantaranya berasal dari jenis yang sama misalnya Babi rusa, Tersius (Binatang hantu : Primata kecil dengan bola mata besar dan mampu memutar leher dan kepalanya 180o. Dinamakan binatang hantu karena primata kecil ini pada malam hari mengeluarkan suara tawa yang mendirikan bulu roma dan menyebabkan penduduk lokal yang melintas di hutan akan ketakutan karena tidak menemukan sumber suara , karena ukuran primata ini sangat kecil dan tersembunyi di balik pohon.
    Babi rusa, Fauna endemik lain juga memiliki keunikan, dan hewan ini terancam kepunahan karena harus bersaing dengan Babi hutan yang populasinya sangat banyak dan pertumbuhannya juga cepat karena sekali melahirkan bisa sampai 5-10 ekor, berbeda dengan Babi Rusa yang hanya melahirkan satu anakan saja padahal kebutuhan pakan fauna ini sama dengan Babi Hutan. Yang paling menejutkan di perairan Laut Sulawesi yang cukup dalam ditemukan populasi Ikan Koelacant, jenis Ikan Purba yang sebelumnya dinyatakan sudah punah namun ternyata masih tersisa dan sempat terperangkap jaring nelayan. Karena ikan ini hidup di laut dalam, ketika diselamatkan Ikan Koelacant purba ini akhirnya mati dan spesimennya bisa disaksikan di Museum Zoologi Bogor.
   Flora dan Fauna langka ini sekarang bertahan pada habitatnya di Taman-Taman Nasional di Pulau Sulawesi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Berikut ini adalah beberapa Taman Nasional yang ada di Pulau Sulawesi.
1. Taman Nasional Bunaken Manado Tua
  • Letak Geografis : terletak di Provinsi Sulawesi Utara
  • Luas : 219.209 Ha terdiri dari hutan pantai, hutan kerangas, hutan mangrove dan laut dalam
  • Flora : Jelutung, rengas hitam, alga, ganggang laut 
  • Fauna : Anoa, Burung Maleo, Ikan Koelacant, Tersius
2. Taman Nasional Bogani Naniwartabone
  • Letak geografis : berada di wilayah Provinsi Sulawesi Utara
  • Luas : 287.115 Ha terdiri atas hutan lumut, hutan hujan pegunungan rendah, dan hutan sekunder
  • Flora : Kayu kuning, Palem, Cempaka dan Kayu hitam
  • Fauna : Anoa, Babi rusa, dan Tersius 
3. Taman Nasional Lore Lindu
  • Letak geografis : berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah
  • Luas : 181.090 Ha terdiri dari ekosistem hutan tropis dan hutan hujan pegunungan
  • Flora : Kayu kuning, Cempaka, Kayu hitam
  • Fauna : Anoa gunung, Babi rusa, Musang coklat Sulawesi, Singapuar 
4. Taman Nasional Taka Bonerete
  • Letak geografis : berada di wilayah kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan
  • Luas : 530.760 Ha merupakan tipe ekosistem perairan laut yang terdiri atas terumbu karang yang tersebar luas sejauh 500 mil2
  • Flora : Bunga laut,Ganggang
  • Fauna : Ikan Badut, Ikan Bendera, Penyu Sisik, Ikan Paus dan Kima raksasa 
5. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
  • Letak Geografis : berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Luas : 105.194 Ha terdiri atas hutan hujan tropis dataran rendah, hutan tropis pegunungan , savana dan hutan bakau
  • Flora : Alang-alang, Tio tio, Kayu api, dan Uwi
  • Fauna : Anoa, Babi Rusa, Singapuar
6 Taman Nasional Wakatobi 
  • Letak geografis : berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Luas : 1.390.000 Ha, merupakan kawasan Kepulauan Tukang besi dan laut sekitarnya
  • Flora : Ganggang laut dan rumput laut
  • Fauna : Ikan Duyung, Penyu Sisik, Terumbu Karang, Ikan Paus 
7. Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung
  • Letak geografis : berada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan
  • Luas : 43.750 Ha termasuk wilayah kabupaten Maros dan Pangkajene
  • Flora :  Kayu hitam, cempaka
  • Fauna : Monyet hitam dan berbagai jenis Kupu-kupu
8. Taman Nasional Kepulauan Togian
  • Letak geografis : berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah
  • Luas : 755 Km daratan dan 107 Km2 luas perairan 
  • Flora : mangrove
  • Fauna : Terumbu karang dengan 596 jenis spesies ikan terumbu karang 
 Taman Nasional Bunaken-Manado Tua, Sulawesi Utara
 Taman Nasional tangkebonarete, Sulawesi Selatan
 Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah
 Kawanan Babi Rusa di Taman Nasional Bogani Naniwartabone
Tersius (Binatang Hantu) dari Taman Nasional Rawa Aopa Watumahai