"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"
Showing posts with label AIR PERMUKAAN. Show all posts
Showing posts with label AIR PERMUKAAN. Show all posts

Monday, December 18, 2017

JENIS-JENIS SUNGAI DAN MANFAATNYA BAGI KEHIDUPAN

Sungai merupakan sumber air yang panjang mengalir di atas pulau atau daratan yang bersumber pada satu mata air dan pada akhirnya bermuara di laut . Jumlah sungai di daratan khususnya di Indonesia ini ada banyak sekali. Masing- masing sungai  mempunyai sumber dan muaranya masing- masing. Lalu, penasaran bukan bagaimana  bisa terbentuk di daratan? Ternyata, bisa terbentuknya sebuah sungai ini karena melalui proses tertentu. Dan air yang mengisi sungai ini bisa berasal dari berbagai sumber. Awalnya, saluran yang dilewati air (karena air mempunyai sifat mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah) ini mempunyai ukuran yang relatif sempit. Kemudian karena melalui sebuah proses alamiah, aliran ini kemudian mengikis daerah- daerah yang dilaluinya. Akibat dari adanya kikisan ini maka saluran yang terbentuk semakin lama akan semakin lebar dan juga panjang , sehingga terbentuklah sebuah sungai.
Jenis-Jenis Sungai
  1. Berdasarkan Sumber Airnya
Salah satu penggolongan jenis sungai adalah berdasarkan sumber air sungai itu sendiri. Air yang mengaliri sungai dapat berasal dari berbagai sumber. Lalu, apa sajakah sumber air yang mengaliri sungai ini? Berikut ini adalah berbagai jenis sungai berdasarkan sumber airnya:

  • Sungai Hujan
Jenis sungai yang pertama adalah sungai hujan . Dari namanya saja sudah dapat diketahui bahwa sungai hujan adalah sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan. Air yang berasal dari air hujan ini dapat turun baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Sungai yang sumber airnya secara langsung berasal dari air hujan , maka apabila curah hujan yang jatuh langsung mengalir ke permukaan bumi dan kemudian akan masuk ke dalam aliran sungai. Sedangkan sungai hujan yang airnya secara tidak langsung berasal dari air hujan, apabila ada hujan turun maka akan lebih dulu mengalami peresapan ke dalam tanah  atau infiltrasi dan pada tempat- tempat yang lebih rendah. Kemudian air hujan yang tadi meresap ke dalam tanah akan kembali muncul sebagai mata air dan kemudian membentuk suatu aliran sungai. Pada umumnya, jenis sungai hujan ini merupakan sungai yang mendominasi sungai- sungai yang ada di Indonesia ini, kecuali beberapa sungai yang terdapat di papua yang beberapa diantaranya merupakan sungai campuran.

  • Sungai Gletser


Jenis sungai kedua setelah sungai hujan adalah sungai gletser. Yang dimaksud dengan gletser sendiri adalah salju yang mencair. Gletser adalah lapisan es  yang bergerak secara perlahan- lahan melalui lembah menuruni  pegunungan– pegunungan karena memiliki gaya berat. Karena sungai glestser berasal dari salju yang mencair, maka sungai gletser ini biasanya terdapat di daerah yang mempunyai iklim dingin , yakni daerah yang ada di sekitar kutub- kutub bumi.

  • Sungai Campuran

Jenis sungai yang ketiga adalah sungai campuran. Sungai campuran merupakan sungai yang asal muasal airnya adalah dari campuran air hujan dan juga gletser. Di daerah garis lintang yang sedang, beberapa pegunungan yang tinggi pada umumnya tertutupi oleh salju. Di puncak gunung tersebut banyak glester yang meleleh kemudian menuruni lereng melalui lembah- lembah dari gunung tersebut. Gletser dari gunung ini dapat mencair karena berbagai macam faktor seperti karena adanya perubahan suhu dan dapat terjadi sewaktu- waktu dan mengisi lembah- lembah lereng tersebut. Di wilah lereng pegunungan tersebut juga memiliki daerah presipitasi atau peresapan yang tinggi maka air hujan  di daerah tersebut juga masuk ke dalam palung- palung sungai . Sungai yang mana airnya berasal dari gletser yang telah mencair dan juga dari air hujan disebut dengan sungai campuran. Ada beberapa contoh sungai campuran yang terdapat di Indonesia, seperti sungai Digul dan Membramo yang berada di provinsi Papua. Kedua sungai campuran tersebut mempunyai hulu di sekitar puncak gunung Jayawijaya dimana puncak gunung ini diselimuti oleh salju yang abadi.
  1. Berdasarkan Debit Airnya
Penggolongan sungai juga dilihat berdasarkan debit air dari sungai tersebut. Sungai yang digolongkan berdasarkan debit airnya dapat dibagi menjadi tiga jenis sungai. Penjelasan dari masing- masing sungai adalah sebagai berikut:
  • Sungai Permanen
 Sungai berdasarkan debit airnya, yang pertama adalah sungai permanen. Sungai permanen merupakan sungai yang mana debit airnya bersifat tetap sepanjang tahun. Bahkan seperti tidak ada perubahan yang berarti pada besar kecilnya debit air pada pada musim penghujan maupun musim kemarau . Di Indonesia terdapat beberapa jenis sungai permanen, diantaranya adalah Sungai Barito, Sungai Kapuas, Sungai Musi dan sungai Memberamo.
  •  Sungai Periodik

Sungai periodik merupakan penggolongan sungai menurut debit air nya. Yang dimaksud dengan sungai periodik adalah sungai yang memiliki debit air melimpah pada musim penghujan dan kecil ketika musim kemarau. Sehingga kita tahu bahwa sungai periodik ini merupakan sungai yang keadaannya menurut alur musim. Sungai jenis periodik ini banyak terdapat di pulau Jawa. Hal ini karena daerah aliran sungai atau DAS di pulau Jawa sudah banyak berubah menjadi daerah daerah pertanian. Sebagai contoh adalah sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai paling besar di Jawa Tengah , dan juga Kali Brantas di daerah Jawa Timur.
  • Sungai Episodik 
Selain ada sungai permanen, sungai berdasarkan debit air juga disebut dengan sungai episodik. Sungai episodik ini seperti ini mirip sekali dengan sungai Periodik. Yang membedakan hanya tingkat keadaan airnya. Sungai Episodik merupakan sungai yang mempunyai debit air yang besar ketika musim penghujan dan akan kering ketika musim kemarau tiba. Sungai episodik ini banyak terdapat di daerah- daerah yang memiliki musim kemarau sangat panjang dibandingkan dengan musim penghujannya. Sebagai contoh sungai episodik ini adalah sungai Kalada yang berada di pulau Sumbawa.
Itulah tiga jenis sungai berdasar pada jumlah atau debit air yang mengalirinya. Ketiga jenis sungai tersebut mempunyai ciri nya masing- masing. Jenis- jenis sungai tersebut berada di wilayah yang berbeda- beda.

  1. Jenis Sungai Berdasar pada Pola Alirannya
Selanjutnya sungai berdasarkan pola aliran airnya. Sebuah sungai mempunyai bentuk yang memanjang. Karena bentuknya yang memanjang, maka sungai tersebut mempunyai air yang mengalir. Nah, pola aliran yang dimiliki sungai ini bisa bermacam- macam. Beberapa jenis sungai berdasarkan pola alirannya adalah sebagai berikut:
  • Pola Aliran Radial atau Menjari
Yang pertama jenis sungai berdasarkan pola alirannya adalah sungai yang mempunyai pola aliran yang menjari. Jenis sungai yang mempunyai pola aliran menjari ini karena bentuk aliran sungainya seperti jari. Pola aliran sungai yang menjari ini dibedakan lagi menjadi dua macam, yakni sentrifugal dan juga sentripetal.
  • Pola Aliran Denditrik
Selanjutnya adalah jenis sungai yang memiliki pola aliran Denditrik. Pola aliran sungai denditrik ini maksudnya adalah pola aliran sungai yang tidak teratur. Sungai yang memiliki pola aliran denditrik ini biasanya terdapat di daerah daratan ataupun daerah pantai.
  • Pola Aliran Trelis
Selanjutnya adalah sungai yang memiliki pola aliran trelis. Jenis sungai ini adalah sungai yang memiliki pola aliran yang menyerupai sirip. Biasanya, sungai yang memiliki pola aliran trelis ini terdapat di daerah pegunungan lipatan.
  • Pola Aliran Rectanguler
Selanjutnya adalah jenis pola aliran sungai rectanguler. Pola aliran sungai jenis ini dapat ditebak melalui namanya. Pola aliran sungai jenis ini saling membentuk sudut siku- siku yang terjadi pada daerah patahan atau pada batuan  yang memiliki tingkat kekerasannya yang berbeda- beda.
  • Pola Aliran Anular
Pola aliran anular adalah jenis pola aliran sungai yang pada mulanya merupakan aliran radial sentrifugal, kemudian muncul sungai subsekuen yang sejajar, sungai obsekuen dan juga sungai resekuen. Pola aliran sungai yang anular biasanya terdapat di daerah dome stadium dewasa.
Nah itulah beberapa jenis sungai berdasarkan pola aliran sungai yang dimilikinya. Jenis- jenis sungai tersebut memiliki pola aliran yag berbeda- beda dan masing- masing memiliki ciri khasnya tersendiri.
  1. Jenis Sungai berdasarkan Arah Alirannya
Sungai memiliki aliran unik. Mengapa disebut unik? Ya, karena aliran sungai ini tidaklah sama semua. Sungai memiliki pola aliran yang berbeda- beda, demikian pula dengan arah aliran sungainya juga berbeda- beda. Beberapa jenis sungai berdasarkan arah aliran sungainya adalah sebagai berikut:
  • Sungai Konsekuen
Jenis sungai berdasarkan arah alirannya yang pertama adalah sungai konsekuen. Sungai mempunyai sifat aliran dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Maka dari itu, keberadaan sungai seringkali berkaitan dengan lereng beserta kemiringannya. Nah, yang dimaksud dengan sungai konsekuen adalah sungai yang mana arah alirannya mengikuti arah kemiringan lerengnya. Jadi arah aliran sungai konsekuen ini searah dengan kemiringan lerengnya.
  • Sungai subsekuen
Selanjutnya adalah sungai subsekuen. Tidak seperti sungai konsekuen, yang dimaksud dengan sungai subsekuen adalah sungai yang memiliki arah aliran tegak lurus dengan sungai konsekuen. Jadi sungai subsekuen ini apabila ditemukan dengan sungai konsekuen maka arahnya akan tegak lurus, dan pada akhirnya akan membentuk satu aliran sungai yang lebih deras apabila kedua jenis sungai ini bertemu.
  • Sungai resekuen
Selanjutnya adalah sungai resekuen. Sungai resekuen merupakan sungai yang memiliki arah aliran yang sejajar dengan sungai konsekuen. Jadi, dapat dikatakan bahwa sungai resekuen ini merupakan sungai yang berkebalikan dengan sungai subsekuen.
  • Sungai obsekuen
Selanjutnya adalah sungai obsekuen. Sungai obsekuen ini merupakan sungai yang sangat bertolak belakang. Hal ini karena arah aliran air yang dimiliki oleh sungai obsekuen adalah berlawanan dengan sungai konsekuen.
  • Sungai insekuen
Jenis sungai yang berikutnya adalah sungai insekuen. Jika sungai- sungai di atas dijelaskan dengan berpatokan dengan sungai konsekuen, maka tidak dengan sungai insekuen ini. sungai insekuen merupakan sungai yang arah aliran airnya tidak mengikuti perlapisan batuan . Maka hal ini menyebabkan arah aliran sungai ini tidaklah menentu.
  • Sungai anteseden
Sungai anteseden adalah jenis sungai yang selanjutnya berdasarkan arah alirannya. Yang dimaksud dengan sungai anteseden adalah sungai yang mempunyai kekuatan erosi sungai ke dalam yang mampu mengimbangi pengangkatan daerah- daerah yang dilalui oleh sungai tersebut.
  • Sungai reverse
Yang terakhir adalah sungai reverse. Sungai reverse merupakan sungai yang mempunyai kekuatan erosi ke dalam yang tidak mampu mengimbangi pengangkatan daerah- daerah yang dilaluinya. Karena tidak mampu melaluinya, maka arah aliran sungai ini berbelok menuju ke tempat lain yang lebih redah.
Nah, itulah beberapa jenis sungai yang dilihat dari arah aliran sungai tersebut. Meskipun secara sekilas sama, namun ternyata sungai ini berbeda- beda arah alirannya. 


  1. Jenis Sungai berdasarkan Struktur Geologinya
Yang terakhir dari pembagian jenis sungai adalah berdasar kategori struktur geologinya. Jenis sungai berdasarkan struktur geologinya ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni sungai anteseden dan sungai superposed. Penjelasan dari masing- masing sungai tersebut adalah sebagai berikut:
  • Sungai Anteseden
Sungai anteseden merupakan jenis sungai yang tetap mempertahankan arah alirannya meskipun terdapat struktur batuan atau struktur geologi yang melintang. Hal ini dapat terjadi karena kekuatan arusnya sangat kuat sehingga mampu menembus batuan yang merintanginya.
  • Sungai Superposed
Selain sungai anteseden, berdasarkan struktur geologinya, sungai juga terdiri atas sungai superposed. Sungai Superposed merupakan sungai yang melintang, struktur dan juga prosesnya diiringi oleh lapisan batuan yang menutupi sungai tersebut.
Nah, itulah beberapa jenis sungai berdasar pada struktur geologi yang dimiliki oleh sungai tersebut. Beragam sungai menurut beberapa kategori tersebut dapat kita temukan di berbagai wilayah di Indonesia.

Manfaat Sungai bagi kehidupan

Sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang dimiliki Bumi. Sebagai planet yang memiliki banyak sumber air, kehadiran sungai ini menjadi salah satu penopang kehidupan makhluk hidup di Bumi. Bukan hanya karena sungai menjadi tempat penampungan bagi air, lebih khusus lagi adalah air tawar yang mana menjadi salah satu jenis air yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Air tawar memiliki manfaat yang lebih. Kenapa? Karena manusia akan lebih tahan terhadap air tawar daripada hidup dengan jutaan kubik air asin yang ada di samudera. Maka dari itulah air yang mengalir di sungai ini menjadi salah satu sumber kehidupan yang ada di Bumi.


Selain karena memuat air tawar yang ramah dengan manusia, keberadaan sungai yang malang melintang di daratan ini mempunyai banyak sekali manfaat bagi kehidupan makhluk yang ada di Bumi. Apabila kita menyebutkan manfaat sungai, maka seperti tidak ada habisnya, karena keberadaan air sungai ini menjadi salah satu penopang kehidupan makhluk hidup. Namun untuk mengetahui lebih jelas dan lebih rinci dari manfaat sungai tersebut, akan dipaparkan sebagai berikut:

  1. Sebagai penampung air
Salah satu manfaat yang dimiliki oleh sungai adalah sebagai tempat penampungan air. Mengapa menampung air manjadi sebuah manfaat? Ya, tentu saja hal ini merupakan sebuah manfaat. Karena air yang ditampung di sungai ini akan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan manusia. Bahkan bukan hanya manusia saja, namun juga makhluk hidup lainnya seperti tanaman dan juga binatang. Air yang tertampung di dalam sungai akan menjadikan tanah lembab sehingga akan membuat tanaman menyerap air lebih banyak. Akibatnya tanaman menjadi lebih subur . Binatang pun juga akan mendapatkan cadangan air minum yang lebih banyak. Selain itu, air yang tertampung ini akan dapat menjadi tempat tinggal beberapa binatang air, seperti ikan, udang, kepiting dan lain sebagainya.
  1. Mengalirkan air ke hilir
Sugai memiliki bentuk panjang yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Sungai yang bentuknya panjang ini mempunyai pangkal dan juga ujung. Pangkal sungai adalah sumber air itu sendiri, sementara ujungnya adalah muara. Sungai- sungai akan bermuara di lautan, dimana di pertemuan sungai dengan laut ini akan kita jumpai pertemuan antara air tawar dengan air asin. Seperti yang kita tahu bahwa air mempunyai sifat mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Dan tempat tinggi di sungai ini kita sebut sebagai hulu, sementara untuk tempat yang lebih rendahnya kita sebut sebagai hilir. Nah, tubuh sungai yang memanjang ini akan mengalirkan air dari hulu menuju ke hilir. Hal ini akan membawa dampak yang begitu baik. Apa dampak itu? Dampak yang baik itu adalah kemerataan air di berbagai daerah. Sungai yang mempunyai tubuh memanjang tentu saja akan melalui banyak daerah, sehingga banyak penduduk akan mendapatkan manfaat dari air tersebut.
      3.Sebagai pembangkit listrik

Hal yang paling penting dalam kehidupan manusia bisa dikatakan adalah listrik. Listrik mengubah kehidupan manusia menjadi lebih baik daripada tanpa listrik. Kehidupan manusia menjadi lebih mudah karena bantuan berbagai macam alat yang memudahkan kehidupan manusia. Alat- alat tersebut beroperasi dengan adanya listrik. Nah, untuk menciptakan atau membangkitkan listrik itu sendiri dapat digunakan berbagai macam cara atau sumber yang kita kenal sebagai pembangkit listrik. Pembangkit listrik ini jenisnya ada bermacam- macam. Ada pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan lain sebagainya. Nah, salah satu yang paling umum yang kita jumpai adalah pembangkit listrik tenaga air. Air untuk membangkitkan listrik ini bisa kita dapat dari aliran air sungai.
  1. Sumber mencari nafkah
Siapa yang menyangka bahwa sungai ternyata juga merupakan tempat untuk mencari nafkah? Lalu, siapa sajakah orang- orang yang mencari nafkah di sungai? Mereka adalah para nelayan ikan sungai maupun pemburu berbagai binatang air tawar yang sering kita temukan di sungai. Beberapa ikan air tawar dan binatang- binatang seperti udang air tawar, kepiting air tawar, keong, kerang dan lain sebagainya dapat kita jual sehingga menjadi sumber penghasilan.
      5.Sebagai tempat rekreasi

Sungai juga memiliki panorama yang indah. Beberapa jenis sungai dengan keindahan panoramanya menjadi salah satu tempat yang menarik untuk berekreasi. Terlebih lingkungan sungai yang hijau dan juga asri akan dengan mudah menghibur hati serta menjernihkan pikiran yang penat. Di tepian sungai orang yang memiliki hobi memancing bisa menyalurkan kegemarannya sambil berekreasi dan menikmati suasana yang alami.
       
      6. Sebagai sarana olahraga air
Sungai juga memiliki fungsi sebagai sarana olahraga air, baik itu olahraga yang masuk katagori ekstrem seperti Rafting atau arung jeram terutama pada sungai yang memiliki arus deras misalnya sungai Citarik, Sukabumi atau sungai alas di Aceh, maupun olahraga air bersifat kelompok seperti kayak, kano atau dayung. Bahkan mereka yang berjiwa petualang akan mencoba menyisir sungai dengan berenang maupun berakit menyusuri tantangan alam liar di sungai selain untuk menguji adrenelin juga menkmati keindahan alam
     7. Untuk Memenuhi kebutuhan air sehari-hari 
 
Salah satu manfaat dari sungai bahkan yang dikatakan paling penting adalah airnya yang dapat digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari- hari. Meskipun jaman sekarang kita jumpai telah ada perusahaan air minum atau sumur- sumur pribadi yang dimiliki masyarakat, namun keberadaan sungai tetapklah sangat mereka butuhkan. Terlebih ketika musim kemarau tiba. bahkan di wilayah pedesaan, sungai juga dijadikan sebagai tempat untuk membersihkan badan (mandi), mencuci pakaian, hingga memandikan binatang ternak.
      8. Menghasilkan bahan bangunan dan bahan tambang
Sungai juga menghasilkan bahan bangunan yang berasal dari pasir sungai hasil endapan dan kikisan batuan, maupun batu kali, serpih, breksi, kerikil dan batu sedimen lainnya yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan. Selain itu juga di beberapa bagian aliran sungai yang hulunya berasal dari mata air di gunung berapi sering ditemukan bahan tambang dan mineral seperti serpihan emas, perak, maupun batu gamping
      9. Untuk mencegah terjadinya banjir
Sungai juga memiliki fungsi keamanan. Apakah fungsi keamanan yang dimiliki sungai? Ialah untuk mencegah terjadinya banjir. Hujan deras yang mengguyur lama ini membawa debit air yang sangat banyak, sehingga sangat berbahaya dan beresiko menimbulkan banjir. Namun sungai akan mengalirkan air tersebut ke laut, sehingga resiko banjir dapat diminimalkan.
Nah, itulah beberapa penjelasan yang bisa kita dapatkan mengenai manfaat dari sungai.Mudah-mudahan dengan mengetahui jenis-jenis dan manfaat sungai bagi kehidupan manusia makin menambah rasa syukur kita dan keimanan kita akan kebesaran ciptaan Allah SWT.

Sumber Referensi : Ilmu Geografi.Com

Thursday, March 23, 2017

25 AIR TERJUN TERTINGGI DI DUNIA

Planet Bumi apabila dilihat dari angkasa luar terlihat berwarna Biru, sehingga Planet ini sering juga dijuluki Planet Biru. Warna Biru ini disebabkan pantulan Atmosfer yang mengelilingi Bumi dan Juga sebagian besar permukaan Bumi terdiri atas air, baik itu samudera, laut, Teluk, Selat, Danau, Sungai dan air permukaan lainnya. Prosentase Air yang terdapat di permukaan Bumi mencapai lebih dari 72 % dari seluruh luas permukaan Bumi, sedangkan daratannya kurang dari 27% saja. Inilah salah satu faktor penyebab mengapa Planet Bumi berwarna kebiru-biruan.
   Salah satu Air permukaan yang ada di Bumi adalah sungai yang terdapat didaratan. Sungai selalu mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Dalam perjalannya menuju ke laut sungai membentuk beberapa Jeram dan air terjun. Sungai yang berada di daerah hulu membentuk lembah seperti huruf V dan meninggalkan Jeram-jeram yang tinggi yang dikenal dengan Air Terjun. Air terjun merupakan salah satu bentang alam perairan yang menabjubkan dan mempesona. Oleh karena itu beberapa lokasi di pegunungan yang memiliki sejumlah Air terjun menjadi tempat favorit melakukan kegiatan rekreasi. Selain pemandangan yang Indah, Air terjun di beberapa lokasi dapat dijadikan wahana untuk berenang dan berfoto-foto. Tapi kegiatan ini adakalanya berbahaya terutama lokasi tempat jatuhnya air dari atas sering menimbulkan pusaran air yang mematikan, disamping tentu saja tempat jatuhnya air membuat dasar sungai dibawahnya lebih dalam. Oleh karena itu berenang di kawasan air terjun sangat tidak dianjurkan karena berbahaya.
    Banyak lokasi di Planet Bumi ini yang memiliki pemandangan air terjun yang menakjubkan , salah satunya adalah Angel Falls di Venezuela yang merupakan Air terjun tertinggi di dunia yang ditumpahkan dari ketinggian 979 meter dari sungai Rio Coroni. Air terjun ini terletak Taman Nasional Canaima, Venezuela. Sama dengan beberapa lokasi Air terjun lainnya di dunia Air Terjun ini juga merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan mancanegara. Sedangkan di Amerika Serikat banyak air terjun yang dimanfaat kan sebagai pembangkit Listrik Tenaga Air. Berikut ini adalah daftar 25 Air terjun tertinggi di dunia yang datanya kami ambil dari Wikipidea.

Daftar Air Terjun tertinggi di dunia.

1.  Angel, TN Canaima, Sungai Rio Coroni, tinggi 979 m, Venezuela
2. Tugela, TN Natal, Sungai Tugela, tinggi 948 m, Afrika Selatan
3.  Utigord, dari Fyord dan Gletseir, tinggi 800 m, Norwegia
4.  Monge, TN Morstan, Sungai Mongebeck, tinggi 774 m, Norwegia
5.  Mutarazi,TN Nyanga, Sungai Mutarazi, tinggi 762 m, Zimbabwe
6. Yosemite, TN Yosemite California, Sungai Yosemite, tinggi 739 m, Amerika Serikat
7.  Pierman, TN Alpne Victoria, Sungai Pieman, tinggi 715 m, Australia
8.  Espelands, Hardanger Fyord, Sungai Opo, tinggi 703 m, Norwegia
9.  Lower Mar Valley, TN Eiskedal, Sungai Mardals, tinggi 655m, Norwegia
10. Tyssesstringene, TM Odda, Sungai Tyssa, tinggi 647 m, Norwegia
11. Cuquenan, Kukenan Tepuy, Sungai Cuquenam, tinggi 610 m, Venezuela
12. Sentinel, TN Yosemite California, Sungai sentinel, tinggi 610 m, Amerika Serikat
13. Dudhsagar, GuaKarnataka, SungaiKhandapar, tinggi 600 m, India
14. Sutherland, Milford Sounnd, Sungai Arthur, tinggi 580 m, Selandia Baru
15. Kjell, Gudvanger, sungai Gletseir Gudvanger, tinggi 561 m, Norwegia
16. Kahiwa, Molokai, Hawai, Tinggi 533 m, Amerika Serikat
17. Takkakaw, TN Yoho, Sungai Takkakaw, tinggi 503 m, Kanada
18. Ribbon, TN Yosemite California, Sungai Ribbon, tinggi 491 m, Amerika Serikat
19. King George VI, Sungai Couryentine, tinggi 488 m, Guyana
20. Upper Mar Valley, Eiskedal, sungai Mardals, tinggi 468 m, Norwegia
21. Kaliuwaa, Pahu, Hawai, sungai Kalanui, tinggi 463 m, Amerika Serikat
22. Della, TN Provinsi Stratcona, danau Della, tinggi 440 m, Kanada
23. Gavarnie, Lourdes, sungai Gave De Pau, tinggi 422 m, Perancis
24. Cachoeira Da Fumaca, TN Chapada Diamintia, tinggi 420 m, Brazil
25. Giesbach, Bern Swiss , sungai Giesbach, tinggi 400 m, Swiss

Angel Falls
Angel Falls
Tugela
Utigord
Monge Waterfalls
Mutarazi
Yosemite Falls
Yosemite Falls
Vetisvvossen
Angel Falls
Agocta
Hunsland
Vinnuvossen
Pitvice
Angel Falls
Yumbila
Gocta
Olopena
Tress Hermanas
Puukaoku
Tugela
Browne, Selandia Baru

Wednesday, February 15, 2017

12 AIR TERJUN TERTINGGI DI INDONESIA

Indonesia juga banyak memilik air terjun yang tersebar hampir di semua Pulau, karena pada dasarnya air terjun terbentuk dengan adanya relief Kountur wilayah Indonesia yang sebagian besar adalah pegunungan. Sumber air terjun adalah sungai yang mengalir dari daerah hulu dengan mata airnya di Puncak-puncak Gunung yang kemudian tumpah menuju ketempat yang lebih rendah dibawahnya.Pada dasarnya jalur-jalur pendakian di gunung-gunung merupakan alur jalannya air dan biasanya pada daerah lereng dan puncak gunung aliran sungai ini dangkal, licin, berlumut dan berbatu-batu besar. Pada beberapa lokasi membentuk jeram-jeram yang curam dan membentuk lembah sungai berbentuk ngarai yang sering disebut Jurang. Jurang orok tempat ditemukan 6 jenajah pendaki gunung Siswa STM Pembangunan tahun 1987 lalu merupakan lembah yang dalam yang terbentuk oleh kikisan sungai. Tidak mengherankan pula ketika terjadi kecelakaan Pesawat Sukhoi di Gunung Salak ini, Badan pesawat yang hancur berkeping-keping ditemukan menyebar di kedalaman jurang lebih dari 400 meter.
  Pada Jurang-jurang yang dalam ini air tumpah dari atas tebing yang kita sebut dengan air terjun, dan disetiap gunung di Pulau Jawa pasti memiliki air terjun. Air terjun yang besar bisa menjadi daya tarik wisatawan yang menyukai keindahan alam, walaupun pada beberapa lokasi air terjun sering terjadi kecelakaan yang memakan korban karena ketidaktahuan pengunjung. Hati-hati disetiap tumpahnya air terjun ke dasar bawahnya pasti menyebabkan cekungan dan pusaran air yang berbahaya, oleh karena itu disarankan jangan coba-coba berenang di genangan telaga yang terbentuk dari air terjun ini. Namun manfaat yang bisa diambil dengan Sumber daya alam abiotik ini sungguh luar biasa, yang terbanyak adalah pemenfaatan curah airnya yang deras dan besar menjadi pembangkit Listrik tenaga Air. Misalnya yang sudah dimanfaatkan pada Air terjun Sigura-gura di Sumatera Utara.
  Jumlah air terjun sangat banyak dan tak terhitung, ada yang sudah populer dan menjadi obyek wisata namun masih banyak pula yang tersembunyi di hutan-hutan pegunungan karena lokasinya sulit dijangkau. Karena banyaknya maka pada postingan ini kami hanya membatasi pada kriteria ketinggian, dan kami tampilkan dengan 12 Air terjun di Indonesia yang memiliki ketinggian lebih dari 80 meter. Berikut ini adalah Air terjun yang dimaksud :
1. Air Terjun Sigura-gura,tinggi 250 m, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara
2. Air Terjun Madakaripura, tinggi 200 m, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
Sudut lain Air terjun Madakaripra
3. Air Terjun Payakumbuh, tinggi 150 m, Kabupaten Payakumbuh, Sumatera Barat
4. Air Terjun Sipiso-piso, tinggi 120 m, kabupaten Karo, Sumatera Utara
5. Air Terjun Jarakan, Tinggi 115 m, Kabupaten Magetan, Jawa Timur
6. Air Terjun Sedudo, Tinggi 105 m, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur
7. Air Terjun Curug Citambur, Tinggi 100 m, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
8. Air Terjun Moramo, tinggi 100 m, Kabupaten Kanuwe Selatan, Sulawesi Tenggara
9. Air Terjun Curup Tenang, Tinggi 99 m, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
10. Air Terjun Curug Cipendog, Tinggi 92 m, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
11. Air Terjun Curug Cimahi, Tinggi 87 m, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
12. Air Terjun Grojogan Sewu, Tinggi 81 m, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Wednesday, January 11, 2017

10 SUNGAI TERPANJANG DI INDONESIA

Sungai adalah bentang perairan yang ada didaratan dan merupakan jenis air permukaan yang mengalir dari daerah yang lebih tinggi ke daerah yang lebih rendah. Sungai sumber airnya berasal dari mata air di daerah hulu yaitu pada bagian lereng atas puncak gunung dan pegunungan yang kemudian mengalir menuju muara di Laut lepas. Berdasarkan asal airnya sungai di Indonesia sebagian besar adalah Sungai Hujan yang airnya berasal dari curahan intensitas hujan di daerah hulu maupun bagian tengah sungai sampai perjalanannya berakhir di laut. Sungai-sungai di P.Sumatera, P.Jawa, P.Kalimantan, P.Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara seluruhnya adalah jenis sungai Hujan. Sedangkan beberapa sungai di Papua termasuk jenis sungai Campuran karena asal airnya selain berasal dari curahan hujan juga berasal dari salju yang mencair di pegunungan Jayawijaya. Dua contoh sungai Campuran di Papua adalah Sungai Mamberamo dan sungai Digul.Jenis ketiga sungai Gletseir yang airnya murni berasal dari es yang mencair. Jenis Sungai ini tidak ada di Indonesia.
   Setiap pulau di Indonesia pasti memiliki sungai dari yang paling luas sampai pulau paling kecil yang hanya berbentuk pulau karang, karena pengertian sungai sendiri adalah aliran air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Begitu banyaknya sungai di Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Kepulauan Indonesia. Sebagian sungai sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber penghasil Ikan konsumsi air tawar, sumber pengairan persawahan (Irigasi), dibendung sebagai pembangkit listrik tenaga air, sarana olahraga air misalnya arung jeram, kebutuhan air minum, mandi dan Kakus (MCK), sarana rekreasi atau wisata, sebagai bahan bangunan (pasir kali), mineral dan bahan tambang, sarana transportasi air dan beberapa kebutuhan lainnya.
  Sungai-sungai yang ukurannya panjang dan lebar terutama ada di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan dan P.Papua. Di Pulau Sumatera sungai terpanjang dan terlebar adalah sungai Musi di Sumatera selatan. Di Pulau Kalimantan sungai terpanjangnya adalah Sungai Kapuas, di P.Papua sungai terpanjangnya Sungai Mamberamo dan di Pulau Jawa sungai terpanjangnya adalah Kali Bengawan Solo. Keempat pulau inilah yang sungai-sungainya  tercatat memiliki panjang 10 besar di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya inilah ke 10 sungai terpanjang di Indonesia yang kami lengkapi dengan ukuran panjang dalam Km, letak geografis dan hulu serta muara sungai ini berakhir. Di luar ke 10 sungai ini kami tambahkan foto serta profil singkat 12 sungai lain yang termasuk 30 sungai terpanjang di Indonesia.

Daftar 10 Sungai terpanjang di Indonesia


1. Sungai Kapuas, panjang 1.143 Km, disebut juga sungai batang lawai terletak di Provinsi Kalimantan Barat, merupakan sungai terpanjang di Kalimantan dan Indonesia. Sumber air sungai ini berawal di hulunya yaitu di pegunungan Muller mengalir ke arah Barat  menuju muaranya di selat Karimata atau laut Cina selatan melintasi beberapa kabupaten yaitu Kabupaten Kapuas hulu, Sintang, Sanggau, dan Pontianak, anak sungainya melewati Kabupaten Malawi, Sekadau, Landak dan Ketapang. Dimuaranya sungai Kapuas membentuk beberapa pulau delta.

2. Sungai Mahkam, panjang 920 Km, terletak di provinsi Kalimantan Timur. Hulunya berasal di pegunungan Muller dan mengalir kearah Timur menuju Selat Makasar dan melintasi beberapa kabupaten yaitu Kabupaten Kutai barat, Kutai, kota Samarinda dan anak sungainya melewati kabupaten Malinau, Kutai Timur dan Bontang. Sama halnya dengan sungai Kapuas di muara sungai Mahakam membentuk Pulau-pulau delta sedangkan dibagian tengahnya membentuk beberapa danau tapal kuda seperti danau Melintang, danau Semayang dan danau Jempang yang juga menjadi habitat mamalia air Pesut Mahakam.

3. Sungai Barito, panjang 900 Km, sering disebut juga dengan sungai Banjar. Hulunya berasal dari pegunungan Muller dan pegunungan Schwaner mengalir ke arah selatan melintasi dua Provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sebelum berakhir pada muaranya di laut Jawa. Kabupaten yang dilewati sungai ini antara lain Kabupaten Murung raya, Gunung Mas, Barito Utara ,Pulang pisau, Barito Selatan, Barito Timur, Kuala Kapuas di Provinsi Kalimantan Tengah serta Kabupaten Hulu sungai Utara, Hulu sungai tengah , Hulu sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Martapura dan Kota Banjarmasin.

4. Sungai Batang Hari, panjang 800 Km merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Hulu sungai ini berasal dari pegunungan Bukit Barisan dan bermuara di selat berhala, laut Cina Selatan Jambi. Sungai ini melintasi Provinsi Sumatera Barat yaitu bagian hulunya melewati kabupaten Solok, Solok Selatan, Sawah lunto, Sijunjung, Pesisir Selatan dan melintasi Provinsi Jambi yaitu kabupaten Kerinci, Bungo, Merangin, Tebo, Batang hari, Sorolangun, Muaro Jambi Tanjung Jabung dan kota Jambi.

5. Sungai Musi , panjang 750 Km disebut juga Batang sembilan karena memiliki sembilan anak sungai besar . Sungai ini berhulu di pegunungan Bukit Barisan di kabupaten Kapahiang, Rejang Lebong dan Seluma di Provinsi Bengkulu kemudian mengalir kearah Timur melawati Kabupaten Musi Rawas, Lahat, Musi Banyuasin, Muara Enim,Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Hilir, Ogan KomeringTimur dan Kota Palembang.

6. Sungai Mamberamo, Panjang 670 Km, merupakan sungai terpanjang di Papua, dan termasuk jenis Sungai Campuran karena selain berasal dari air Hujan sumber airnya berasal dari salju yang mencair di Pegunungan. Hulu sungai ini ada di pegunungan yang puncaknya bersalju yaitu Pegunungan Sudirman (Pck.Jaya) dan pegungan Jayawijaya (Pck.Trikora) kemudian mengalir kearah utara menuju muaranya di Samudera Pasifik. Sungai Mamberamo melewati beberapa kabupaten yaitu Paniai, Puncak Jaya, Yahukimo, Tolikara, Waropen , Jayawijaya dan Sarmi.

7. Sungai Bengawan Solo, Panjang 548 Km, merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Hulu sungai ini berasal dari pegunungan Kidol/Sewu di Jawa tengah dan mengalir kearah Timur laut dan berakhir di muaranya yaitu Laut Jawa. Sungai ini melintas di Provinsi Jawa Tengah yaitu Kabupaten Wonogiri, Sokoharjo, Karang anyar, Boyolali, Sragen, Grobogan, Blora dan Provinsi Jawa Timur yaitu Kabupaten Ngawi, Bojonegoro,Tuban, Lamongan dan Gresik.

8. Sungai Digul, Panjang 525 Km terletak di Provinsi Papua. Hulunya berada di pegunungan Jayawijaya, mengalir kearah Selatan melewati beberapa kabupaten antara lain Kabupaten Jayawijaya, Puncak Jaya, Yahukimo, Bintang, Asmat, Mapi, Boven Digul dan Merauke. Sungai Digul termasuk jenis sungai campuran karena airnya berasal dari hujan dan salju yang mencair dari pegunungan Jayawijaya.

9. Sungai Indragiri , panjang 500 Km disebut juga sungai Kuantan terletak di Provinsi Riau, Pulau Sumatera berhulu di pegunungan Bukit Barisan Sumatera Barat diantaranya Kabupaten Lima puluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung dan Sawah Lunto, mengalir kearah Timur melewati Provinsi Riau yaitu Kabupaten Kuantan Senggigi,Indrigiri Hulu dan Indragiri Hilir dan berakhir pada muaranya di selat Berhala, Riau.


10. Sungai Seruyan, panjang 350 Km, sering juga disebut dengan sungai Kapuas, Hulu sungai ini berada di pegunungan Muller dan Schwaner melewati Provinsi Kalimantan Tengah menuju kearah Selatan ke laut Jawa melewati kabupaten Kuala Kapuas, Pulang Pisau, Gunung Mas, dan Murung Raya.