"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"

Sunday, July 17, 2016

JENIS-JENIS HUTAN

Hutan adalah wilayah luas di muka bumi yang banyak ditumbuhi oleh tanaman atau tumbuhan baik yang sejenis maupun beragam. Hutan ini dapat terjadi secara alami maupun secara buatan manusia. Luas wilayah hutan Indonesia adalah kurang lebih 140.900.000 ha atau masih 73 % dari luas daratan. Sebagian sudah dimanfaatkanuntuk diambil kayunya atau dibuka lahan baru untuk pemukiman dan perladangan.
Animasi Hutan Gugur
   Hutan dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
a. Hutan berdasarkan kondisi iklim
Hutan berdasarkan kondisi iklimnya dapat kita bedakan menjadi 4 jenis yaitu :
  1. Hutan Hujan Tropis , yaitu hutan yang tumbuh pada daerah yang mengalami iklim tropis dengan ciri-ciri memiliki jenis tumbuhan yang tinggi, besar dan lebat. Hutan jenis ini terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Papua.
  2. Hutan Musim, yaitu hutan yang tumbuh lebat pada saat musim hujan dan mengalami pengguguran (meranggas) pada musim kemarau atau panas. Di Indonesia jenis hutan ini terdapat di sekitar Jawa Tengah dan biasanya jenis hutan yang tumbuh adalah hutan jati.
  3. Sabana, yaitu hutan tanaman semak belukar yang tumbuh tersebar secara merata dengan diselingi rerumputan. Hutan jenis ini di Indonesia terdapat di Pulau Flores, Sumbawa, Sumba dan Pulau Timur di Nusa Tenggara.
  4. Stepaadalah  padang rumput yang luas dan biasanya terdapat di daerah beriklim amplitudo ekstrim misalnya di Puncak-puncak Gunung dengan perbedaan temperatur siang dan malam hari tinggi. Pendaki gunung akan menjumpai steva ini di G.Semeru, Pangrango, Argopuro, Tengger dan Iyang.
 Hutan Hujan Tropis
 Hutan Musim (Gugur)
Steva
b. Hutan berdasarkan proses terjadinya
Hutan berdasarkan proses terjadinya dapat dibagi menjadi dua yaitu :
  1. Hutan alami, yaitu hutan yang terjadi dengan sendirinya terbentuk sebagai suatu proses alam.contoh hutan alami di Pulau Kalimantan dan Papua.
  2. Hutan buatan,adalah hutan yang terjadi karena adanya campur tangan manusia secara sengaja. Atau dengan kata lain hutan buatan adalah hutan yang sengaja ditanam oleh manusia. Misalnya hutan Jati dan hutan Pinus.              
c. Hutan berdasarkan jenis tanamannya
Berdasarkan jenis tanamannya , hutan dikelompokkan menjadi dua yaitu :
  1. Hutan Homogen, yaitu hutan yang hanya ditumbuhi oleh jenis tanaman yang sama atau sejenis, seperti hutan bakau, hutan jati dan hutan karet.
  2. Hutan Heterogen, yaitu hutan yang ditumbuhi oleh bermacam-macam jenis tanaman, tidak hanya satu tanaman saja, sebagai contoh hutan tropis. 
d. Hutan berdasarkan fungsinya
Berdasarkan fungsinya hutan dibedakan atas 5 macam hutan yaitu :
  1. Hutan Produksi,  yaitu hutan yang keberadaannya ditujukan untuk diambil manfaatnya sebagai sumber pendapatan negara, baik kayunya, getahnya atau hasil hutan lainnya.
  2. Hutan Lindung, adalah hutan yang ditujukakan sebagai penjaga keseimbangan lingkungan. Hutan Lindung ditujukan untuk mencegah bahaya banjir , tanah longsor , cadangan air tanah, daerah resapan air hujan atau tujuan lainnya.
  3. Hutan Wisata, adalah hutan yang keberadaannya ditujukan sebagai obyek wisata atau sarana rekreasi. Hutan ini sangat dijaga kelestariannya, keindahannya dan kesegaran udaranya.
  4. Hutan Suaka, adalah hutan yang ditujukan untukmelindungi kelestarian flora dan fauna yang sudah langka. Misalnya Suaka Alam Alas Purwo dan Baluran di Jawa Timur.
  5. Hutan Cadangan, adalah hutan yang berfungsi sebagai cadangan terhadap keberadaan hutan di suatu wilayah. Hutan cadangan ini dapat berubah fungsinya berdasarkan kebutuhan pada waktu tertentu. Mungkin saja hutan cadangan ini berubah menjadi hutan produksi hutan lindung atau jenis hutan lainnya.
e. Hutan berdasarkan bentuk daunnya
Hutan berdarkan bentuk daunnya terbagi menjadi dua macam yaitu :
  1. Hutan berdaun lebar, adalah jenis hutan yang ditumbuhi oleh tanaman yang memiliki daun lebar , sebagai contoh hutan Jati.
  2. Hutan berdaun jarum, adalah hutan yang ditumbuhi oleh tanaman berdaun jarum. Sebagai contoh hutan pinus dan hutan cemara. 

Thursday, July 14, 2016

SENG : LOGAM TRANSISI BERWARNA KEBIRUAN



Seng adalah unsur logam transisi berwarna putih kebiruan dan mengkilat dengan lambang kimia Zn. Pada sistem periodik, seng terletak pada golongan IIB periode 4. Nomor atom seng adalah 30 dan massa atom relatifnya 65,39 gr/mol. Seng memiliki titik lebur pada suhu 419,58oC dan titik didih pada suhu 907oC.
    Seng pertama kali ditemukan oleh Andreas Sigismund Marggraf (1709-1782), ahli kimia Jerman, pada tahun 1746. Seng memiliki nama asli Zink yang dalam bahasa Jerman berarti timah, karena memiliki sifat yang sama dengan timah. Pada suhu kamar, seng bersifat keras dan getas, namun akan melunak jika dipanaskan pada suhu 100oC. Seng tidak pernah ditemukan dalam keadaan murni di alam bebas. Unsur ini selalu bersenyawa dengan belerang (sulfur) dalam mineral yang disebut spalerit atau bijih seng. Mineral-minerallainnya yang mengandung unsur seng adalah kalamin, franklinit, smithsonit, willemit dan zinksit.

Seng : Gelena

Sifat Seng
    Seng merupakan unsur yang sangat reaktif dibandingkan dengan logam lain, seperti tembaga, air raksa, dan emas. Seng akan membentuk senyawa karbonat biasa jika bereaksi dengan gas karbon dioksida, oksigen, ataupun air yang dapat melindungi logam agar tidak berkarat. Logam ini juga mudah bereaksi dengan asam untuk membuat gas hidrogen. Ion seng (Zn2+) tidak berwarna dan di dalam air terhidrolisa menjadi seng hidroksida dan ion H+.

Proses Pembuatan
    Seng lebih banyak dibuat di pasaran dibandingkan di dalam laboratorium. Pada umumnya seng dibuat dari bijihnya yang mengandung senyawa sulfida. Senyawa ini dipanggang untuk menghasilkan senyawa seng oksida (ZnO). Senyawa ini kemudian direduksi dengan menggunakan karbon untuk menghasilkan logam murninya.
    Selain itu, seng juga dapat diperoleh dari proses elektrolisa. Bijih seng dilarutkan ke dalam asam sulfat untuk menghasilkan larutan seng sulfat (ZnSO4). Kadmium sebagai pengotor bijih besi dihilangkan dengan penambahan abu seng sehingga menghasilkan endapankadmium sulfat. Senyawa seng sulfat kemudian di elektrolisis dengan menggunakan aluminium sebagai katode dan logam campuran timbal dan perak sebagai anode untuk menghasilkan logam murninya.
 Berbagai bentuk mineral Seng

Pemanfaatan Seng
    Seng banyak dimanfaatkan dalam industri. Seng dapat dibuat menjadi berbagai macam bentuk dengan menggunakan metode pengerjaan logam yang konvensional. Logam-logam lain seperti besi, atau baja dapat digalvanisasi dengan seng untuk menghindari proses karat dan dipakai sebagai atap atau pelapis tangki. Seng juga digunakan untuk bahan baterai.
    Senyawa seng dengan sulfur (ZnS) dimanfaatkan pada layar televisi karena dapat berfluoresensi (berfungsi mengubah berkas elektron menjadi cahaya tampak). Selain itu, seng juga dapat dikombinasikan dengan logam-logam lain untuk membentuk campuran-campuran lain. Kuningan, misalnya merupakan campuran antara tembaga dan seng : Perunggu merupakan campuran antara tembaga, timah serta sedikit seng dan perak nikel merupakan campuran antara tembaga, nikel dan seng

Pemanfaatan Seng untuk atap rumah

Tuesday, July 12, 2016

TEHNIK DASAR PANJAT TEBING UNTUK PEMULA

    Bagi para pecinta alam ketinggian bukan menjadi hal yang ditakutkan, mereka menganggap bahwa itu tantangan yang harus mereka taklukan. Salah satu aktifitas yang paling disukai para pecinta alam ialah panjat tebing. Panjat tebing membutuhkan berbagai persiapan fisik, mental, dan juga peralatan yang tepat dan pastinya aktivitas ini sangat ekstrem dan berbahaya.
   Bagi para pemula biasanya mereka latihan panjat tebing indoor terlebih dahulu. Panjat tebing indoor bisa menjadi batu loncatan untuk melakukan pendakian pada tebing yang sesungguhnya. Bagi pemula, perlu diingat bahwa panjat tebing tidak hanya menyediakan berbagai kenikmatan dalam menggapai adrenalin didalam tubuh, namun juga merupakan sarana latihan fisik serius.
Jika latihan dirasa sudah cukup untuk panjat tebing indoor, barulah pendaki bisa menjajal tebing yang sesungguhnya. Pemula dalam outdoor climbing masih tetap harus diawasi oleh seorang mentor, atau seseorang yang sudah menunggu diatas tebing jika suatu saat terjadi masalah. Dan ingat outdoor climbingbukan lagi untuk pendaki pemula karena sangat beresiko dan berbahaya.

DIFINISI PANJAT TEBING

   
Panjat tebing adalah salah satu jenis kegiatan olahraga di alam bebas yang menitik beratkan pada kemampuan menyelesaikan setiap rute pada permukaan tebing. Panjat tebing tentu tidak bisa hanya dilakukan dengan berjalan kaki. Kemampuan membaca jalur, memiliki kekuatan, dayatahan dan kelenturan serta bisa bersahabat dengan setiap pegangan dan pijakan sangat dibutuhkan dalam olahraga yang satu ini, berbicara soal andrenaline sepertinya hampir semua olahraga yang berbasis alam bebas selalu dapat memicu andrenaline. Pada umumnya panjat tebing dilakukan di kontur bebatuan tebing yang keras dengan posisi permukaan tebing bervariasi mulai dari sudut 90 derajat, 45 derajat, sampai 180 derajat.
   Pada perkembangannya panjat tebing saat ini bukan hanya sebatas olahraga alam, dilihat dari tujuannya panjat tebing terbagi beberapa macam, antara lain :

  •  Panjat tebing untuk kepuasan pribadi - disini pelaku melakukan kegiatan panjat tebing murni untuk kepuasan pribadi atau hobby, membuat rekor pribadi, mengukur batas kemampuan diri sendiri dan berbagai motivasi lainnya. 
  • Panjat tebing untuk mengejar prestasi - pemanjatan untuk tujuan prestasi umumnya dilakukan di dinding panjat membawa nama pribadi, club atau organisasi sampai negara dan dibina mulai dari usia anak-anak untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan mulai tingkat daerah sampai kejuaraan internasional. Di Indonesia badan yang membawahi olahraga ini adalah FPTI (Feredeasi Panjat Tebing Indonesia). 
  • Panjat tebing sebagai mata pencaharian - pada tahap ini panjat tebing sudah sebagai kegiatan profesi untuk mencari nafkah, dengan kemampuan memanjat serta licenci yang dimiliki ia  bisa bekerja di berbagai bidang dengan medan vertical. contohnya  adalah orang-orang yang bekerja di ketinggian.

MOTTO PANJAT TEBING

Motto populer dalam olahraga panjat tebing adalah Otak, Otot, Nasib. Motto ini bisa diartikan sebagai berikut :

OTAK
Ini berarti seorang pamanjat tebing harus memiliki kemampuan khusus dan menguasai teknik-teknik pemanjatan seperti membaca jalur, teknik gerakan, pegangan serta pijakan yang baik juga bisa menggunakan peralatan memanjat dengan baik.
 OTOT
Ini berarti seorang pemanjat selain harus memiliki kemampuan teknis juga harus memiliki kemampuan fisik yang baik. Seperti memiliki kekuatan, daya tahan dan kelenturan tubuh yang baik, tentunya ini tidak  bisa didapat secara instan, semua harus melalui proses latihan yang terus menerus.

NASIB
Setelah Otak dan Otot factor terakhir yang menentukan suksesnya sebuah pemanjatan adalah factor nasib atau factor keberuntungan, selalu berdoa sebelum memanjat dan selalu waspada adalah cara terbaik untuk mendapatkan hal tersebut.

 ETIKA DALAM PANJAT TEBING

  • Dalam setiap kegiatan atau olahraga pasti ada etika atau kode etik yang harus dipatuhi apalagi olahraga yang dilakukan di alam bebas, tujuannya adalah agar proses kegiatan berjalan dengan aman dan lancar juga meminimalisir kerusakan alam yang pada akhirnya asset alam tersebut akan selalu terjaga dengan baik. Begitu juga dengan olahraga panjat tebing, beberapa etika atau kode etik tersebut antara lain :
  • Pemanjatan pertama bisa melakukan pembersihan membuka jalur akan tetapi harus meminimalisir kerusakan tanaman dan bebatuan asli.
  •  Dilarang merusak pegangan dan pijakan
  •  Meminimalisir penggunaan Piton. Bor digunakan hanya sebagai alternative terakhir, begitu juga penggunaan magnesium hanya pada saat dibutuhkan saja.

TEKNIK DASAR UMUM DALAM  PANJAT TEBING

Teknik dasar yang umum dalam panjat tebing disini yaitu hanya sebatas teknik gerakan dalam memanjat, hal ini harus dipahami ketika hendak memanjat tujuannya adalah agar proses memanjat menjadi lebih efektif jadi tidak ada energy yang terbuang percuma. Walaupun dalam prakteknya tidak semua ketentuan-ketentuan dasar ini akan selalu dijumpai karena perbedaan jalur dan karakter setiap tebing akan tetapi prinsip dasar ini akan sangat membantu. Prinsip dasar yang harus diketahui adalah sebagai berikut :
  1.  Pertahankan 3 (tiga) titik kontak, saat memanjat ada 4 (empat) titik kontak yaitu kedua tangan dan kaki dan dalam proses memanjat sangat penting untuk tetap mempertahankan setidaknya 3 titik kontak, yaitu 1 (satu) kontak mencari pegangan atau pijakan sementara 3 (tiga) lainnya tetap menempel pada tebing. Cara seperti ini sangat membantu agar otot tidak mudah lelah ditambah lagi dengan mendapatkan titik keseimbangan yang sempurna.
  2. Saat menggenggam pegangan pada tebing usahakan posisi tangan selalu lurus, gunakan jangkauan setinggi-tingginya dalam menggapai pegangan, ingat fungsi tangan agar kita tetap menempel bukan menarik pegangan yang menbuat siku menjadi bengkok karena hal ini akan membuat otot tangan cepat lemas. Setelah meraih pegangan segera jatuhkan badan dengan menekuk kedua lutut dengan demikian posisi tangan akan menjadi lurus. Dengan posisi ini kerja otot tangan akan berkurang karena dibantu oleh otot bahu dan dada.
  3. Memanjat menggunakan kaki bukan dengan tangan, ini prinsip dasar memanjat yang terkadang sering dilupakan oleh pemanjat terutama pemanjat pemula. Ibarat memanjat tangga vertical seperti tangga di tower telekomunikasi, kita menggunakan kaki untuk memanjat yaitu dengan meletakkan kaki di anak tangga lebih dahulu baru mendorongnya keatas dan selalu kaki yang pertama di gerakkan baru diikuti dengan perpindahan tangan, ini karena tangan hanya digunakan agar kita tetap menempel di tangga tersebut. jangan terbalik, bisa dibayangkan betapa sulitnya untuk naik anak tangga tersebut menggunakan tarikan tangan sementara kaki hanya sekedar menempel tidak bekerja. begitu juga saat memanjat tebing gunakan kaki untuk menambah ketinggian bukan tangan, maksimalkan kerja kaki adalah cara paling baik dalam proses memanjat.
  4. Dalam penguasaan teknik memanjat, pengetahuan tentang medan pemanjatan sangatlah penting, mengetahui jenis batuan tebing akan sangat membantu menentukan teknik apa yang diperlukan untuk menyelesaikan jalur tersebut, juga kemampuan membaca jalurpun harus diasah terus menerus agar pemanjatan menjadi efesien. Prinsipnya 1 (satu), biarkan tebing yang mendikte kita untuk bergerak biarkan tebing yang mengarahkan kita agar harus melakukan ini dan itu, proses inilah yang membuat pemanjat lebih dekat dan bersahabat dengan alam. Oleh karena itu mengetahui nama-nama gerakan, pegangan, dan pijakan menjadi sangat perlu dengan demikian kita akan mengetahui setiap teknik yang akan digunakan untuk menyelesaikan pemanjatan tersebut. Lagipula dengan mengetahui nama-nama gerakan, pegangan dan pijakan dalam memanjat kita akan mudah untuk berkomunikasi dengan pemanjat lain tentang bagaimana menyelesaikan satu jalur panjat tertentu.

  PERSIAPAN SEBELUM PANJAT TEBING

   Sebaiknya sebelum memulai memanjat anda ditemani oleh seorang yang sudah cukup terlatih dibidang olahraga ini, hal ini karena olahraga panjat tebing baru berjalan kalau dilakukan setidaknya oleh dua orang, seorang bertindak sebagai pemanjat dan seorang lagi membelay, kecuali untuk bouldering dan itupun kalau anda sudah cukup mahir kalau belum sebaiknya juga ditemani oleh seorang patner yang sudah mahir, selain berfungsi untuk membackup saat anda terjatuh anda akan banyak belajar cara memanjat dari patner anda.
   Untuk pemula ada baiknya melakukan pemanjatan di dinding panjat terlebih dahulu, ini sangat bermanfaat untuk melatih mental dan teknik, teknik disini bukan hanya kemampuan dalam menguasai gerakan tetapi juga kemampuan menggunakan peralatan panjat sesuai dengan prosedur selain itu juga untuk meminimalisir kecelakaan yang bisa saja terjadi, karena bagaimanapun terbentur di dinding papan atau fiber tidak secetar di tebing asli. Saat ini hampir semua dareah sudah ada tempat untuk memanjat baik itu papan panjat dari Pengurus Cabang Federesi Panjat Tebing Indonesia ataupun dari komunitas panjat tebing yang sudah mulai banyak di setiap daerah.
    Jangan ragu untuk mulai bergabung dengan komunitas - komunitas panjat tebing ataupun organisasi panjat tebing seperti FPTI, mereka akan sangat terbuka untuk menerima setiap orang yang suka dengan olahraga ini. Bagi sebagian orang olahraga ini agak ‘seram’ kalau dilihat tetapi percayalah kalau sudah mencobanya anda malah ketagihan.

Beberapa persiapan atau prosedur yang harus dilakukan sebelum melakukan pemanjatan antara lain :

  MELAKUKAN PEMANASAN (WARMING UP)

Tidak hanya dalam olahraga panjat tebing, pemanasan adalah hal wajib yang harus dilakukan sebelum kita memulai sebuah olahraga, apalagi untuk panjat memanjat yang membutuhkan kekuatan, kelenturan dan variasi gerakan yang sangat komplek. Lagipula manfaat dari melakukan pemanasan adalah agar tubuh tidak cedera saat latihan memanjat. Lakukan pemanasan dengan serius mulai dari kepala sampai kaki terutama di tempat-tempat yang renta terhadap cedera seperti leher dan sendi lainnya. Pemanasan bisa dilakukan selama 10 menit sampai 30 menit.

  MELAKUKAN PEMERIKSAAN TERHADAP PERALATAN MEMANJAT

  Melakukan pemeriksaan peralatan adalah hal wajib yang harus selalu dilakukan sebelum dan sesudah memanjat, ini karena saat memanjat kita menggantungkan hidup pada peralatan tersebut, perhatikan apakah peralatan sudah sesuai dengan standar UIAA dengan kata lain semua peralatan harus berlisensi UIAA mulai dari harness, tali karnmantel dan lain sebagainya, perhatikan juga fisiknya karena sangat berbahaya untuk menggunakan peralatan yang sudah tidak layak pakai.
   Perhatikan juga simpul-simpul yang digunakan haruslah sesuai standar karena kesalahan penggunaan simpul juga dapat berakibat fatal, penggunaan simpul tali yang benar selain membuat aman juga akan memperpanjang umur tali, oleh karena itu bagi pemanjat pemula sangat penting untuk selalu di bimbing oleh yang sudah mahir mengingat olahraga ini sangat beresiko. 

MELAKUKAN PENDINGINAN

Setelah melakukan latihan pemanjatan maka lakukanlah pendinginan, pendinginan pasca latihan berfungsi untuk mengembalikan fungsi otot kembali ke keadaan normal dan juga berfungi untuk membakar asam laktat yang melekat di setiap tendon-tendon, asam laktat ini lah yang mengakibatkan munculnya rasa nyeri pada otot keesokan harinya. Lakukan pendinginan selama 5 menit sampai 15 menit selesai latihan.

Tips meningkatkan kemampuan Panjat Tebing :  
  1. Bayangkan diri anda pada saat memanjat tangga,bergerak dari yang satu memegang yang berikutnya santai seolah-olah anda sedang menaiki masing-masing anak tangga.
  2. Hindarilah mencengkeram pegangan atau climbing holds terlalu kuat karena anda akan segera kelelahan pada tangan anda
  3. Gunakan selalu kaki anda seperti tangan anda waktu bergerak.
  4. Percayalah kaki Anda dapat berdiri diatas kaki anda sepanjang hari. Anda tidak bergaul dengan tangan anda sepanjang hari. Terlalu sering orang-orang menggunakan tangan akhirnya cepat jatuh. Tekniknya sama dengan berlayar mengarungi ombak besar anda pasti menggunakan keseimbangan dengan kaki anda
  5. Percayalah pada belayer anda,fokus pada pemanjatan. Jika anda kawatir pada kemampuan belayer anda,carilah belayer plus instruktur yang profesional.
  6. Konsentrasilah pada jangkauan,kadang-kadang ada climbing holds yang lebih besar untuk dipegang,belajar lebih sabar untuk mencari pegangan (climbing holds) yang lebih baik buat anda cengkeram.
  7. Memanjat dari bawah keatas,bukan atas ke bawah. Tentu saja,jika anda melihat keatas arah jalurnya,bukan berarti tidak memperhatikan bagian bawah untuk injakan-injakan kaki mengikuti arah jalurnya.
  8. Rest position,adalah posisi tangan anda luruskan,yang satu tangan lagi kebawah trus di shaking,setelahnya bergantian tangan,begitu juga dengan kaki,yang satunya jangan menginjak, di shaking juga,bergantian tentunya,sampai tangan dan kaki otot2nya relax.
  9. High Phobia, takut akan ketinggian adalah normal,pemanjat profesional pun kalau stop climbing 2 bulan saja pasti akan takut lagi,hanya butuh waktu. Itu kenapa buat para pemula jawabannya adalah waktu, waktu akan menyembuhkan rasa takut ketinggian,butuh pengulangan latihan terus menerus dari anda sendiri dan akhirnya takut akan hilang dengan sendirinya,normal tiap orang pasti ada rasa takut ,itu baik buat kita mengontrol diri kita agar menjalani olah raga rock climbing ini harus dan wajib menjalankan safety procedurnya. Aman sekali olahraga ini buat anda sekalian,terutama harus didampingi seorang instruktur yang berpengalaman tentunya.
  10. Memanjat sama saja dengan latihan menari,anda bisa perhatikan mereka yang profesional,gerakan mereka seperti menari,poros sumbu kita waktu memanjat adalah pinggang, perhatikan pinggang kita sewaktu memanjat,kadang ada gerakan pinggang harus geser ke kanan atau kekiri,memutar pinggang sedikit ….dll . Itu semua untuk membantu keseimbangan kita dalam pemanjatan,sehingga tidak terlalu lelah di tangan,seperti pada items diatas.
Sasha Digulian Climber Amerika Serikat

Sumber Referensi : Notoutdoorlife.Blogspot.Com 

TUJUAN , MANFAAT DAN RESIKO BAHAYA DALAM MENDAKI GUNUNG

    Pendakian umumnya merujuk pada perjalanan panjang dan penuh semangat yang biasanya melewati jalan kecil di area pedalaman. Di Indonesia, pendakian ini identik dengan perjalanan menuju puncak gunung. Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh klub-klub pecinta alam. Ada kalanya dalam pendakian perjalanan harus melalui hutan lebat, dan harus memotong semak-semak untuk membuat jalur yang bisa dilewati. Pendakian ini bisa menghabiskan waktu lebih dari 1 hari perjalanan.

Peralatan pendakian
Peralatan yang dibutuhkan dalam pendakian sebenarnya bergantung pada tingkat kesulitan medan dan estimasi waktu pendakian yang diperlukan. Tetapi setidaknya bagi pendaki harian harus membawa setidaknya air minum, makanan, map dan perlengkapan untuk melindungi dari hujan. Biasanya, sepatu yang digunakan untuk mendaki gunung adalah sepatu boot dan tas ransel sebagai perlindungan untuk melewati wilayah bebatuan serta baik untuk membantu menjaga keseimbangan. Beberapa peralatan lain yang penting bagi pendaki adalah kompas, kacamata hitam, baju hangat, topi, sarung tangan, tongkat untuk mendaki, senter, peralatan P3K, pemantik api dan sebuah pisau. Peta atau peralatan GPS juga merupakan peralatan penting yang harus dibawa sebagai panduan perjalanan.

Dampak pendakian
  Tidak dapat dipungkiri bahwa aktivitas mendaki ini juga memberikan dampak pada ekosistem alam yang dilalui. Tidak jarang banyaknya pendaki yang melalui lokasi tertentu menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan alam yang dilewati. Ini bisa diakibatkan karena pendaki yang sering membuang sampah sembarangan di jalur pendakian, menginjak atau menjadikan tanaman tertentu hingga menyebabkan tanaman itu mati atau tercabut, dan lain sebagainya. Penumpukan sampah yang berlebihan di gunung akibat sampah yang dibuang oleh pendaki terjadi antara lain pada Gunung Rinjani.
  Bukan hanya masalah sampah dan tanaman yang mati, tetapi kotoran manusia juga mengakibatkan masalah tersendiri pada kondisi alam di gunung. Karena kotoran manusia ini bisa mencemari air dan membuat pendaki lainnya terserang penyakit.
  Masalah lainnya yaitu api, karena dapat menyebabkan kebakaran. Seorang pendaki yang tidak berhati-hati jika berurusan dengan api, bisa membawa bencana besar pada ekosistem di lokasi pendakian, seperti tragedi kebakaran di Gunung Lawu tahun 2015 yang menyebabkan 7 orang pendaki meninggal dunia dengan sangat menyedihkan.

Etika pendakian
  Ada kalanya terjadi konflik antar pendaki saat mereka bertemu di tengah jalan. Etika mendaki ini diharapkan dapat meminimalisir permasalahan yang demikian. Beberapa etika umum dalam mendaki yaitu:
  1. Saat 2 kelompok pendaki bertemu, maka disepakati bahwa kelompok yang sedang mendaki (naik) ke puncak gunung lah yang didahulukan.
  2. Umumnya, para pendaki dilarang membuat suara keras, seperti berteriak, bermain musik atau penggunaan telepon seluler. Akan tetapi, pada situasi-situasi khusus para pendaki membuat suara keras sebagai langkah pencegahan terhadap bahaya melalui suara peluit atau lonceng, terutama dalam wilayah yang terdapat beruang liar
  3. Para pendaki harus meminimalisir memberikan dampak yang negatif terhadap ekosistem alam yang mereka lalui. Ini bisa dilakukan dengan berjalan di jalur pendakian yang telah ada, tidak memetik tanaman ataupun mengganggu hewan liar dan tidak meninggalkan sampah di area pendakian dan sekitarnya.
  4. Memberi makan hewan liar dapat membawa bahaya, baik bagi pendaki, orang yang ada di sekitar lokasi maupun bagi hewan liar itu sendiri. Karena itulah, tindakan demikian sebisa mungkin harus dihindari

Bahaya dan risiko pendakian
   Melakukan pendakian dapat membahayakan nyawa yang bisa disebabkan oleh medan pendakian yang memang berbahaya, cuaca buruk, tersesat, atau pengaruh dari kondisi medis yang sebelumnya telah dimiliki oleh pendaki. Penyakit yang umum diderita oleh pendaki adalah diare, dehidrasi, hipotermia, serangan panas dari matahari, luka, kaki keseleo atau patah.
   Ancaman lainnya yaitu serangan dari hewan buas, atau kontak dengan tanaman beracun yang menyebabkan ruam, bahkan termasuk tersambar petir (terutama di tanah yang tinggi). Di beberapa negara, ada perbatasan negara yang tidak ditandai dengan baik dan mengakibatkan pendaki ditahan, seperti yang terjadi pada 3 pendaki Amerika yang ditahan oleh negara Iran karena mendaki melewati perbatasan antara negara Iran dan Irak.

Tujuan Pendakian Gunung
Ada beberapa tingkatan “Tujuan mendaki gunung”, yakni sebagai berikut:
  1. Tujuan mendaki gunung yang pertama, bisa dibilang tujuan yang paling rendah adalah ”Untuk hobi atau kesenangan pribadi semata”. Para pendaki gunung yang bertujuan untuk hobi ini, biasanya mendaki gunung untuk sekedar rekreasi, mengisi waktu luang atau melepas kepenatan. Orang-orang ini mendaki gunung untuk menikmati pemandangan alam, menghirup udara segar atau berkemah bersama teman-teman. Puncak gunung bukanlah harga mati, karena yang mereka kejar hanyalah kesenangan semata. Jadi meskipun mereka mendaki gunung tidak
    sampai ke puncak, sebenarnya mereka sudah cukup puas.
  2. Tingkat kedua, tujuan mendaki gunung “Untuk prestise atau mendapatkan pengakuan”. Para pendaki yang mendaki gunung untuk tujuan seperti ini, yang mereka kejar hanya puncak. Jadi puncak gunung adalah harga mati bagi mereka. Bagaimanapun caranya, puncak harus bisa diraih, karena mereka beranggapan semakin banyak puncak gunung yang dikoleksi,maka prestise akan meningkat pula dan Ia-pun akan mendapat pengakuan dari orang lain (meskipun kenyataannya justru dianggap sombong dan kurang begitu dianggap oleh kebanyakan pendaki).
  3. Tingkatan yang lebih tinggi yakni “ Untuk pengalaman dan Ilmu pengetahuan”. Orang-orang yang bertujuan seperti ini tidak hanya “pendaki gunung atau petualang saja”, tetapi bisa juga para ahli yang mendaki gunung untuk keperluan penelitian. Contoh: Seorang ahli “Vulkanologi” harus mendaki gunung untuk meneliti keadaan kawah sebuah gunung, Seorang pendaki yang mendaki gunung untuk keperluan membuat peta, seorang ahli yang mendaki gunung untuk keperluan meneliti jenis-jenis hewan dan tumbuhan di sebuah gunung, seorang petualang yang mendaki gunung untuk membuka jalur pendakian atau mencari lokasi sumber air dsb. Orang-orang yang memiliki tujuan ini, biasanya mengabaikan “Prestise”atau bahkan “nyawanya” sekalipun karena tujuan utama mereka adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam benak mereka. Demi ilmu pengetahuan dan pengalaman baru  sehingga bermanfaat untuk dirinya dan juga orang lain.
  4. Tingkatan selanjutnya yang lebih tinggi adalah “ Untuk pelestarian alam atau misi penyelamatan”. Biasanya banyak dari kalangan para “Pecinta alam” (Pecinta alam yang sebenarnya),Tim SAR atau polisi hutan. Mereka mendaki gunung untuk kelestarian alam, misalnya reboisasi di lereng gunung, ekspedisi bersih-bersih gunung dari coretan-coretan dan sampah gunung, perbaikan jalur pendakian untuk mencegah adanya jalur-jalur bayangan yang akan menyesatkan pendaki, Tim SAR yang mendaki gunung untuk mencari pendaki yang hilang, para polisi hutan yang mendaki gunung untuk menjaga hutan dari bahaya kebakaran atau memburu para penebang dan pemburu liar.
  5. Tingkatan berikutnya yang lebih tinggi lagi adalah “Untuk mengasah pribadi dan menemukan hakekat diri”. Orang-orang yang memiliki tujuan seperti inilah orang yang mampu berguru pada alam. Mereka mendaki gunung untuk menyendiri dan merenung guna mendapatkan kedamaian  dan   pencerahan dari Tuhan dengan mengakrabi alam. Karena dengan begitu mereka akan tahu bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan alam apalagi Tuhan. Tujuan mendaki gunung seperti ini tidak hanya bisa dilakukan oleh para pertapa saja, yang biasanya mendaki gunung dan tinggal disana dalam waktu yang cukup lama sampai mendapat ilmu. Namun, sebenarnya para pendaki gunung biasa juga bisa memiliki tujuan seperti ini, kebanyakan para pendaki yang sudah cukup berpengalaman biasanya mendaki gunung untuk tujuan seperti ini.
    Mereka mendaki gunung bukan lagi untuk hobi atau mengejar prestise, tetapi mereka mendaki karena “panggilan jiwa” yang harus terus dipenuhi. Mereka seolah tak bisa hidup jauh dari gunung. Meskipun telah lama tidak mendaki gunung, namun keinginan untuk mendaki itu pasti akan tetap ada karena sudah menjadi kebutuhan. Mereka meyakini bahwa ada banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari mendaki gunung. Dengan mengakrabi alam, maka dengan sendirinya alam akan mengajarkan banyak ilmu kepada kita.
Manfaat Mendaki Gunung
Apa manfaat serta yang di dapat dari melakukan kegiatan tersebut ?
Mendaki gunung sendiri pada dasarnya memiliki berbagai macam manfaat. Tentu saja manfaat ini ada beberapa yang langsung dapat dirasakan, dan ada pula manfaat lainnya yang tidak dapat terlihat langsung. Apa saja manfaat mendaki gunung? Berikut ini diantaranya :
  1. Meningkatkan kapasitas kerja jantung dan paru-paru. Mendaki gunung memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Manfaat kesehatan dari mendaki gunung yang pertama adalah dapat meningkatkan kapasitas kerja dari jantung dan paru-paru. Dengan kata lain, mendaki gunung dapat memperkuat jantung dan paru-paru kita. Hal ini disebabkan oleh kegiatan mendaki gunung yang membutuhkan tenaga yang besar, yang akan membentuk kekuatan dari jantung dan paru-paru.
  2. Dengan meningkatnya kapasitas kerja dari organ tersebut, maka anda akan memperkecil resiko serangan jantung dan stroke, Mengoptimalkan supali oksigen dan peredaran darah, dan Terhindar dari berbagai macam penyakit. 
  3. Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Manfaat mendaki gunung juga sangat baik untuk menjaga dan meningkatkan stamina serta daya tahan tubuh anda. dengan mendaki, maka anda pastinya membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang lebih, sehingga dengan seringnya anda melakukan pendakian, daya tahan tubuh dan stamina anda akan tetap terjaga, dan malahan semakin meningkat. 
  4. Menjaga kesehatan tubuh. Mendaki juga dapat menjaga kesehatan tubuh. Selain karena kapasitas kerja jantung dan paru-paru yang meningkat, serta stamina dan daya tahan tubuh yang terjaga, mendaki gunung juga dapat menjaga kesehatan tubuh. Karena udara yang anda hirup masih jauh dari racun polusi udara yang ada di daerah perkotaan.
  5. Memperkuat otot-otot kaki. Tidak dapat dipungkiri kegiatan mendaki yang bisa anda lakukan secara rutin, pastinya akan memperkuat otot kaki, dan juga dapat berpengaruh pada kekuatan tulang tulang anda, sehingga mampu memperkecil resiko terkena osteoporosis.
  6. Sebagai media olahraga. Manfaat mendaki gunung bagi tubuh juga sebagai salah satu kegiatan untuk berolahraga, terutama bagi mereka yang senang dengan kegiatan-kegiatan di alam. Biasanya kegiatan olahraganya berupa berlari naik turun gunung. 
  7. Mendekatkan diri pada alam. Kegiatan mendaki biasanya dikaitkan dengan mendaki gunung. Biasanya, gunung memiliki lingkungan dan ekosistem yang masih alami dan indah. Sehingga bagi anda yang sedang mencari ketenangan dalam suasana alam, kegiatan mendaki sangatlah cocok bagi anda. 
  8. Memberikan pengalaman baru. Mendaki juga akan memberikan pengalaman baru bagi anda, baik itu pengalaman secara fisik, maupun pengalaman secara spiritual. Saat mendaki gunung, mungkin anda akan bertemu banyak hal yang tidak terduga, yang pastinya akan menambah pengalaman anda. 
  9. Menambah relasi dengan orang lain. Biasanya kegiatan mendaki dilakukan tidak sendirian. Dan apabila melakukannya sendirian, biasanya di tengah jalan pendakian anda akan bertemu dengan pendaki lain ketika sedang beristirahat. Hal ini lah yang akan membantu anda dalam menambah relasi dengan orang baru ketika mendaki. 
  10. Menurunkan berat badan. Ya, tentu saja manfaat mendaki gunung bagi kesehatan dapat menjadi salah satu metode olahraga paling ampuh untuk menurunkan berat badan. Hal ini disebabkan karena kalori yang terbakar ketika anda melakukan kegiatan pendakian sangatlah besar.
  11. Sebagai pemuasan dari hobi. Beberapa orang menganggap mendaki merupakan hobi dan tujuan hidup. Jadi dengan mendaki berbagai gunung yang ada, hal ini akan sangat memuaskan kebutuhan diri mereka akan hobi dan tujuan hidup. Dengan tercapainya kepuasan, maka kualitas hidup seseorang akan menjadi lebih baik.
  12. Menambah ilmu pengetahuan. Dengan mendaki, anda akan belajar mengenal alam, melalui tanda – tanda alam yang muncul, seperti arah angin, arah matahari, dan juga tanda – tanda lain seperti jejak binatang liar dan sebagainya. Dengan ini, maka ilmu pengetahuan yang anda miliki akan semakin bertambah dan dapat anda aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari. 
  13. Belajar hidup secara mandiri. Dengan mendaki, itu berarti kita hanya akan mengandalkan perbekalan, insting dan juga kondisi alam sekitar kita untuk bertahan hidup, terutama ketika mendaki daerah-daerah yang cukup ekstrim. Maka dari itu, manfaat mendaki gunung dapat mengajarkan kita untuk belajar hidup mandiri dan bertahan tanpa bantuan teknologi canggih.
  14. Membentuk mental dan pikiran yang kuat dan sehat. Mendaki juga sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter, mental dan pikiran yang kuat serta tegas. Dalam mendaki dibutuhkan keahlian dalam hal pengelolaan insting, dan juga pengelolaan emosi yang baik. Dengan seringnya melakukan kegiatan mendaki, maka pengelolaan insting dan emosi akan terasah dengan baik, dan akan berpengaruh pada mental dan pikiran yang sehat dan kuat. 
  15. Relaksasi dan hiburan. Anda juga dapat memanfaatkan kegiatan mendaki sebagai salah satu media dalam mencari relaksasi dan hiburan. Bagi anda yang sudah penat dengan kehidupan kota yang memberikan banyak tekanan, maka anda dapat mendapatkan relaksasi dan hiburan anda melalui kegiatan mendaki.
   Kenapa tahun demi tahun kegiatan mendaki gunung makin banyak di gemari dan dilakukan ? Selain dari manfaat serta yang di dapat dari kegiatan mendaki gunung sangat banyak sekali, ada 1 hal yang tidak bisa di jelaskan tetapi di rasakan dan kebanyakan orang seperti itu. 
  
Mungkin itu yang bisa di share kali ini, perlu diingat, sebelum mendaki ada banyak hal yang harus disiapkan, antara lain :
  • Kesiapan fisik dan mental
  • Kesiapan logistik, peralatan mendaki dan perbekalan
  • Kondisi cuaca yang bersahabat
  • Lokasi pendakian yang harus sesuai dengan kemampuan dari pendaki
  • Niat dan juga berdoa untuk keselamatan
Sejarah Pendakian Gunung
  
Pendakian gunung sebenarnya telah dilakukan oleh para nenek moyang kita yang dimulai dengan bapak manusia Nabi Adam AS yang menjelajahi bukit tursina untuk mencari cintanya Siti Hawa. Demikian pula pada masa Nabi Ibrahim AS Siti Hajar yang telah melintas dari bukit marwah ke bukit Safa ditemani dengan sherpa malaikat JIBRIL untuk mencari air bagi ismail yang sedang kehausan.  Dan tentunya juga baginda Nabi Muhammad SAW ketika pertama kali menerima wahyu dari Allah S.W.T melalui malaikat Jibril di Gua Hiro yang untuk mencapainya diperlukan dengan perjalanan mendaki gunung.  Dan pendakian demi pendakian hingga saat ini masih terus berlangsung dan kelak (tak lama lagi ) giliran anda semua juga melakukannya untuk melanjutkan amanah menjaga kelanggengan kemanusian.

a. Sejarah Dunia
  • 1942 : Anthoine de Ville memanjat tebing Mont Aiguille (2907 m) di pegunungan alpen untuk berburu chamois (Kambing gunung)
  • 1624 : Pastor pastor Jesuit, melintasi pegunungan himalaya dari gharwal di Iindia ke Tibet menjalankan tugas misionarisnya
  • 1760 : Professoe de Saussure menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menaklukkan puncak mont blanc guna kepentingan ilmiahnya.
  • 1786 : Puncak tertinggi di pegunungan alpen Mont Blanc (4807 m) akhirnya dicapai oleh Dr. Michel Paccaro dan Jacquet Balmat.
  • 1852 : Batu pertama jaman keemasan dunia keemasan di Alpen diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke puncak Wetterhorn (3.708 m), cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga.
  • 1852 : Sir George Everest, akhirnya menentukan ketinggian puncak tertinggi dunia, dan di abadikan dengan namanya (8.848 m), orang Nepal menyebut puncak ini dengan nama sagarmatha, orang tibet menyebutnya chomolungma.
  • 1878 : Clinton Dent (bukan pepsoden) memnjat tebing Aigullie de dru di perancis yang memicu trend pemanjatan tebing yang tidak terlalu tinggi tetapi cukup curam dan sulit, banyak orang menganggap peristiwa ini adalah kelahiran panjat tebing
  • 1895 : AF Mummery orang yang disebut sebagai bapak pendakian gunung modern hilang di Nanga Parbat (8.125 m), pendakian ini adalah pendakian pertama puncak di atas ketinggian 8.000 m
  • 1924 : Mallory dan Irvina mencoba lagi mendaki Everest, keduanya hilang di ketinggian sekitar 8.400 m
  • 1953 : Pada tanggal 29 mei Sir Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay akhirnya mencapai atap dunia puncak everest.
b. Sejarah Indonesia
  • 1623 : Yan Carstenz adalah orang pertama melihat adanya pegunungan sangat tinggi, dan tertutup salju di pedalaman irian
  • 1899 : Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz hampir 3 abad sebelumnya tentang “ … pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju!” di perdalaman Irian. Maka namanya diabadikan sebagai nama puncak yang kemudian ternyata merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia.
  • 1962 : Puncak Carstenz akhirnya berhasil dicapai oleh tim pimpinan Heinrich Harrer.
  • 1964 : Beberapa pendaki Jepang dan 3 orang Indonesia, yaitu Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih, berhasil mencapai Puncak Jaya di Irian. Puncak yang berhasil didaki itu sempat dianggap Puncak Carstensz, sebelum kemudian dibuktikan salah.
  • Puncak Eidenburg, juga di Irian, berhasil di daki oleh ekspedisi yang dipimpin Philip Temple.
  • Dua perkumpulan pendaki gunung tertua di Indonesia lahir : Wanadri di Bandung dan Mapala UI di Jakarta, lalu di susul oleh perkumpulan perhimpunan pencinta alam lainnya mulai dari, MPA,SISPALA, KPA, ERNIPALA, MODIPALA dan sebagainya
  • 1972 : Mapala UI, diantaranya adalah Herman O. Lantang dan Rudy Badil, berhasil mencapai Puncak cartenz. Mereka merupakan orang-orang sipil pertama dari Indonesia yang mencapai puncak ini.
Resiko Dan Bahaya dalam mendaki Gunung
  1. Tersesat dan berpisah dari kelompok .Hal ini dapat terjadi, bisa dikarenakan oleh beberapa faktor. Baik itu dari diri sendiri maupun faktor dari alam. Dari diri sendiri misalnya : Kita lupa arah jalur pendakian, kita tidak cermat dalam melihat arah sehingga kita keluar jalur pendakian dan masih ada beberapa penyebab lainnya. Sedangkan dari faktor alam atau cuaca misalnya : Jalur yang ada tertutup dengan rerumputan karena lama tidak dilewati, cuaca yang berkabut dan lain sebagainya. Beberapa pendaki seringkali berpisah dari kelompok dikarenakan dia berjalan terlalu jauh dari kelompoknya. Karena keterbatasan fisik dan mempunyai kemampuan berjalan yang lebih lambat dari yang lain, seringkali ada pendaki yang akan tertinggal di bagian paling belakang. Oleh karenanya, bilamana dalam satu kelompok ada pendaki yang demikian sebaiknya dia berjalan di tengah kelompok. Hal itu bertujuan supaya leader dapat mengatur kecepatan perjalanan suatu kelompok. 
  2. Bahaya petir. Selain angin besar, bahaya akan adanya petir juga sangat dapat muncul terutama ketika musim hujan datang. Kerena memiliki ketinggian yang lebih serta ditambah lagi peralatan yang kita bawa mengandung logam di dalamnya, sehingga kita berpotensi terkena sambaran petir ketika petir datang. Oleh karenanya penting bagi kita untuk tidak melakukan pendakian pada musim penghujan dikarenakan beberapa ancaman bahaya muncul terutama di musim penghujan.
  3. Bahaya terjebak dalam kebakaran hutan Gunung dengan segala vegetasinya memang rawan akan terjadinya kebakaran. Resiko kebakaran daerah pegunungan yang sebagian besar masuk dalam kawasan taman nasional akan semakin meningkat terutama jika musim kemarau datang, dimana rumput-rumput di kawasan pegunung akan mengering dan rawan terbakar. Oleh karenanya penting bagi kita sebagai pendaki untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran lahan, misalkan membuat api unggun. Tahun 2015 beberapa gunung di Indonesia mengalami kebakaran, setidaknya ada 9 gunung yang mengalami kebakaran dan beberapa di antaranya menimbulkan korban jiwa.  
  4. Bahaya akan badai dan cuaca buruk lainnya Hal ini seringkali terjadi ketika musim hujan tiba. Cuaca yang buruk seringkali membuat kita untuk tetap bertahan di dalam tenda dan memaksa kita menunda perjalanan kita. Beruntunglah jika badai atau cuaca buruk yang anda alami hanya beberapa jam saja, seringkali badai di kawasan puncak gunung berlangsung dalam hitungan hari. Oleh karenanya sebaiknya kita menghindari mendaki di musim penghujan karena akan lebih beresiko terkena cuaca buruk jika dibandingkan dengan mendaki pada saat musim kemarau. 
  5. Bahaya banjir lahar dingin Banjir lahar dingin bisa terjadi terutama pada musim hujan dan pada gunung-gunung berapi yang masih aktif mengeluarkan material vulcanic seperti gunung Merapi di Jawa Tengah. Curah hujan yang tinggi di kawasan puncak menyebabkan material-material hasil aktifitas vulkanik dapat terbawa aliran air, sehingga berdampak menyebabkan banjir pada daerah lereng gunung.
    Di daerah aliran sungai, banjir lahar dingin dapat berakibat menghancurkan jembatan ataupun pembatas-pembatas sungai yang berasal dari beton. Oleh karenanya sebaiknya kita menghindari berjalan di dekat aliran sungai serta mendirikan tenda di dekat aliran sungai, baik itu pada musim hujan maupun pada musim kemarau untuk menghindari dampak buruk yang disebabkan oleh banjir yang terjadi pada kawasan aliran air yang berasal dari puncak gunung. 
  6. Bahaya akan pohon tumbang Rimbunnya pohon atau vegetasi di daerah gunung yang kamu singgahi berpotensi tumbang ketika angin besar datang. Daerah yang berpotensi akan terjadinya pohon yang tumbang terutama pada daerah dengan kontur tanah labil atau berpasir. Sebaiknya anda jangan berlindung di bawah pohon besar ketika ada angin besar, serta tidak mendirikan tenda di tempat tempat yang telah disebutkan. Sebagai alternatif berlindung, anda dapat berlindung dibalik bebatuan dan mendirikan tenda dibalik bukit untuk menghindari bahaya-bahaya yang disebabkan oleh angin yang besar datang.
  7. Bahaya akan adanya gas beracun Beberapa gunung di Indonesia, terutama gunung yang masih aktif memiliki ancaman akan gas beracun yang dihasilkan karena adanya aktifitas vulcanic di dalamnya. Kita ketahui bersama putra terbaik bangsa Indonesia, salah satu tokoh pendiri mapala UI “Soe Hok Gie” meninggal dunia disebabkan karena menghirup udara beracun yang dihasilkan oleh kawah Jonggringseloko di puncak Mahameru. Saat ini memang sudah ada aturan serta himbauan yang ditujukan untuk para pendaki agar tidak melewati batas aman yang ditetapkan. Namun masih ada saja beberapa pendaki yang menerobos dan tidak menghiraukan larangan tersebut. Ada baiknya kita mengikuti aturan yang ada dengan tidak melewati batas yang ditetapkan oleh balai pengelola kawasan gunung tempat dimana kita mendaki. Sebagai contoh batas aman beberapa gunung diantaranya pasar bubrah ( gunung merapi ), Kalimati ( gunung semeru ).
  8. Terjadi hipotermia Hipotermia adalah kondisi darurat medis dimana tubuh kita tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya terlalu cepat turun. Kondisi ini membuat suhu tubuh anda mencapai suhu yang sangat rendah (dibawah 35 derajat celcius). Bahaya hipotermia dapat terjadi pada seorang pendaki mengingat suhu udara di gunung-gunung di Indonesia relatif rendah. Oleh karenanya kita perlu membekali diri kita dengan  peralatan yang cukup untuk melindungi diri kita dari cuaca yang tidak menguntungkan bagi kesehatan kita.
  9. Bahaya dehidrasi  Kondisi dehidrasi pada seorang pendaki bisa disebabkan beberapa hal, yang pertama, hal itu bisa disebabkan karena faktor pendaki itu sendiri misalkan enggan atau malas minum sehingga berdampak pada tubuh kekurangan cairan, penyebab lainnya bisa dikarenakan suatu kondisi dimana air yang dibawa  habis serta sumber daya seperti mata air tidak tersedia, sehingga pendaki tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan cairan selama melakukan pendakian. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita diwajibkan membawa perbekalan yang cukup terutama air, serta mencari informasi tentang ada tidaknya mata air di daerah gunung yang akan kita singgahi. Selain itu juga, perlunya meningkatkan kesadaran diri untuk dapat mencukupi kebutuhan kita terutama asupan cairan selama melakukan pendakian.
  10. Bahaya terkena penyakit acute mountain sickness ( AMS ) Acute mountain sickness atau biasa disingkat AMS adalah suatu gejala pada seseorang disaat berada pada suatu ketinggian. Biasa terjadi pada ketinggian diatas 2400 m. Gejala yang muncul bisa secara tiba-tiba. Gejala ringan AMS diantaranya : pusing, mual, muntah. Untuk lebih mengatahui secara detail apa itu AMS anda bisa membaca pengertian acute montain sickness (AMS) pencegahan dan penanganannya  
   Itulah bahaya yang dapat terjadi dan bahaya yang dapat kita temui saat mendaki gunung dan berpetualang di alam liar. Disini kami tidak mempunyai maksud untuk menakut-nakuti anda dalam melakukan pendakian, namun tujuan kami hanyalah memberikan gambaran kepada anda, supaya dapat mempersiapkan diri dengan betul sebelum anda melakukan pendakian. Pastikan anda melakukan persiapan fisik dan mempersiapkan perbekalan sebelum melakukan pendakian.

Sumber Referensi : Wikipedia Indonesia, Oren3131.Blogspot.Com, KorpCiptaka.Wordpress, Ruang pendaki.Blogspot.Com