"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"

Thursday, April 7, 2016

KORAL : PEMBENTUK TERUMBU KARANG



Koral adalah kelompok hewan laut dari kelas Anthozoa yang rangka tubuhnya terbuat dari kalsium karbonat (CaCO3). Koral yang memiliki delapan tentakel digolongkan sebagai subkelas Alcyonaria (Ostocorllia), sedangkan koral yang memiliki enam atau kelipatan enam tentakel digolongkan sebagai subkelas Zoantharia (Hexacorallia). Anggota Filum Coelenterata (Cnidaria) ini umumnya berfungsi sebagai penyususn utama terumbu karang (Coral Reef).
    Tubuh koral terdiri dari beberapa polip, yaitu strktur berlubang yang berbentuk seperti silinder. Tubuh bagian bawah melekat pada substrat yang ditumpanginya. Adapun tubuh bagian atas berupa mulut yang dikelilingi oleh beberapa tentakel. Selain digunakan untuk menangkap makan, tentakel koral juga dilengkapi dengan nematosis, yaitu alat sengat yang mengandung racun untuk melumpuhkan mangsa.
Koloni Koral, tempat Habitat Ikan
Koloni Koral
    Pada umumnya, koral hidup dalam koloni. Koloni koral memiliki bentuk yang bermacam-macam, antara lain bentuk bercabang-cabang pada Acropora, bulat dan berlekuk pada Stylophora mordax, dan bentuk seperti otak pada Leptona tenuis. Selain  itu, koloni tersebut memiliki warna yang beraneka ragam, misalnya putih, merah, hitam, dan biru.
    Koral hanya dapat hidup pada kondisi lingkungan tertentu. Penyebarannya terbatas pada darah 30o Lintang Utara dan 30o Lintang Selatan. Koral membutuhkan cahaya bagi pertumbuhannya sehingga ia hanya bisa hidup pada kedalaman sekitar 35 m. Temperatur air yang sesuai untuk pertumbuhan koral berkisar antara 20-29oC. Hewan karang ini menyukai perairan yang jernih dengan salinitas atau kadar garam sekitar 30-36 ppt (part per trilion atau 10-12.)

Planula
    Reproduksi koral dapat berlansung secara seksual maupun aseksual. Pada reproduksi seksual, sel telur dan sperma dihasilkan dari individu yang berbeda. Setelah dibuahi, telur akan berkembang menjadi larva bersilia (memiliki rambut getar) yang disebut planula. Larva tersebut kemudian tumbuh menjadi polip setelah menetap pada substrat. Pembelahan aseksual pada koral terjadi dengan pembentukan kuncup yang melekat pada induknya. Apabila kuncup koral telah terbentuk, maka induk koral akan mati, meskipun rangka tubuhnya tidak hancur. Rangka tubuh tersebut akan terus bertumpuk sehingga membentuk terumbu karang.

Terumbu Karang 
   Selain koral, terumbu karang juga dihuni oleh beberapa kelompok organisma seperti anemon laut, moluska dan alga. Permukaan terumbu karang digunakan sebagai tempat simbiosis mutualisme (hubungan timbal balik saling menguntungkan) antara koral dan zoonxanthellae (alga bersel satu) . Zoozanthellae seperti Symbiodinium dan microadriaticum mengadakan proses fotosintesa  dengan hasil samping berupa endapan kalsium korbonat. Endapan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh koral untuk membentuk struktur tubuh yang khas. Semakin banyak kalsium karbonat yang diendapkan, semakin cepat pula proses pertumbuhan koral.

 Koral Laut
Koral bunga laut (Anemon)

Tuesday, April 5, 2016

KARBONDIOKSIDA : GAS DENGAN PRESENTASE TERBANYAK KE EMPAT DI ATMOSFER



Karbon dioksida (CO2) adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Karbon dioksida disebut juga gas asam arang karena gas karbon dioksida atom karbon juga dikenal dengan nama arang.
    Kadar gas karbon dioksida (o,035%) dalam udara menempati urutan keempat setelah nitogen, oksigen dan argon. Karbon dioksida di udara sebagian besar berasal dari gas buang pada pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara dan gas alam). Sebagian lagi disuplai oleh kebakaran hutan dan pembakaran materi atau bahan organik yang mengandung unsur karbon (C). Karbon dioksida juga dikeluarkan oleh mahluk hidup pada saat bernafas.
 Pencemaran udara penyumbang terbesar CO2
  Fotosintesis
    Gas karbon dioksida dipakai oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Pada fotosintesis karbon dioksida akan dipakai tumbuhan untuk memproduksi karbohidrat dengan bantuan sinar matahari (6CO2 + 6H2O > C6H12O6 +6O2). Pada reaksi fotosintesis dibebaskan gas oksigen yang sangat diperlukan oleh mahluk hidup untuk bernapas dan untuk proses pembakaran (reaksi oksidasi). Pada proses pernapasan dan reaksi oksidasi akan dibebaskan gas karbon dioksida yang kemudian dipakai oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Dari dua persamaan reaksi di atas terlihat bahwa pada pemakaian gas karbon dioksida akan dihasilkan gas oksigen dan sebaliknya pemakaian gas oksigen akan menghasilkan gas karbon dioksida. Inilah yang disebut keseimbangan antara karbon dioksida dan Oksigen.
CO2 adalah Gas Efek Rumah kaca
Efek Rumah Kaca
    Efek rumah kaca (greenhouse effect) berasal dari kondisi yang terjadi pada rumah kaca. Sinar matahari dapat menembus kaca dan masuk ke dalam untuk memanaskan tanaman yang ada dalam rumah kaca. Tetapi sinar ini tidak dapat dipantulkan kembali ke luar melewati rumah kaca sehingga menyebabkan ruangan dalam rumah kaca tersebut semakin panas. Gas karbon dioksida dalam jumlah besar berperilaku seperti kaca yang menyelimuti bumi, sehingga bumi dapat dianggap berada di dalam sebuah rumah kaca yang sangat besar.
Dampak pemanasan global
    Dalam kondisi seperti ini sinar mataharai yang masuk ke bumi akan terjebak (tidak dapat keluar lagi melalui lapisan gas karbon dioksida), sehingga bumi mengalami pemanasan secara keseluruhan (pemanasan global). Pemanasan global dapat mengakibatkan lapisan es di kutub mencair dan mengubah iklim dunia, yang pada gilirannya nanti dapatmembahayakan mahluk hidup secara keseluruhan.

Penggunaan Karbon Dioksida
    Selain untuk proses fotosintesis,karbon dioksida juga dipergunakan dalam bidang lain. Roti, misalnya akan dapat mengembang dalam oven karena soda kue atau ragi dalam roti itu membebaskan karbon dioksida. Gas karbondioksida yang dilepaskan tertangkap oleh kantung gluten yang terdapat dalam tepung gandum dan menggembungkannya. Minuman ringan maupun bir berbusa karena karbon dioksida yang larut dalam minuman itu melepaskan diri. Karbondioksida cair juga digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran, karena gas ini tidak dapat dibakar. Karbon dioksida disembunyikan menyelimuti api, sehingga oksigen tidak bersentuhan dengan bahan yang terbakar dan akhirnya api akan padam.
Komposisi gas di Atmosfer
Lebih Berat dari Gas Lain
    Gas karbon dioksida lebih berat dari gas lain di udara, sehingga sering gas ini memisah dan mencari tempat yang lebih rendah, seperti dasar jurang atau sumur tua. Komposisi gas lain seperti oksigen pada daerah ini sangat sedikit. Apabila mahluk hidup termasuk manusia memasuki daerah ini, maka ia akan mengalami kesulitan bernapas dan dapat meninggal dalam keadaan lemas akibat kekurangan oksigen.

Wednesday, March 30, 2016

KERANG : BIOTA LAUT YANG DAPAT DIKONSUMSI



Kerang merupakan kelompok hewan bercangkang dua yang diklasifikasikan sebagai anggota kelas Pelecypoda atau Bivalvia dari filum Mollusca. Kerang hidup baik di air tawar maupun air laut. Kelompok ini terdiri dari sekitar 6.000 spesies, termasuk tiram, remis scallop, dan kijing mussel. Berbagai jenis kerang, misalnya kerang darah (Anadara sp) dan kerang air tawar (Anadonta grandis), sering dijadikan bahan makanan yang bernilai ekonomis tinggi karena kaya akan kandungan protein dan lemak.
 2 Ekor Kerang mencari makanan dalam pasir laut
    Ukuran kerang cukup bervariasi, mulai dari 1-10 cm hingga 1,35 m, misalnya kijing raksasa (Tridacna gigas). Tubuh kerang yang lunak dilindungi oleh cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat (zat kapur). Cangkang tersebut terdiri dari dua katup, masing-masing katup dihubungkan dengan engsel dari bahan ligamen (jaringan ikat) yang lentur. Selain itu, kerang memiliki otot aduktor yang berguna untuk membuka atau menutup cangkang.

Pemakan Partikel
    Kerang merupakan hewan pemakan partikel-partikel kecil di dalam air. Air yang masuk melalui safon akan disaring dengan insang sehingga partikel makanan tersebut terpisah dari air. Partikel makanan tersebut kemudian didorong ke dalam perut oleh silia (rambut-rambut halus). Adapun partikel makanan yang tidak dicerna akan dibuang melalui anus.

Glocidium
    Pada umumnya kerang memiliki organ seks yang terpisah. Sperma dan sel telur dilepaskan ke air. Setelah melalui proses fertilisasi (pembuahan), telur berkembang menjadi larva yang disebut Glocidium. Larva tersebut kemudian berenang ke dasar air sampai menemukan tempat yang sesuai untuk pertumbuhannya.

Tiram
    Tiram biasanya ditemukan di laut, terutama di perairan sub tropis maupun di perairan tropis. Cangkang tiram memiliki permukaan yang kasar dan berwarna abu-abu atau hitam. Bagian dalam cangkang mutiara (Meleagrina vulgaris) memiliki lapisan nacre yang terbuat dari kristal aragonit. Lapisan tersebut dapat membentuk mutiara apabila tiram tersebut dimasuki oleh partikel asing, misalnya pasir.
Tiram

Scallop
    Remis scallop hidup di perairan laut, baik dilaut dangkal maupun di laut dalam. Kerang ini disebut juga kerang kipas karena cangkangnya berbentuk seperti kipas dengan diameter sekitar 2,5 - 5 cm. Katup bagian bawah biasanya lebih besar daripada katup bagian atas. Scallop berenang dengan cara mengepakkan kedua katupnya.
Scallop

Mussel
    Kijing Mussel dapat ditemukan baik di perairan tawar (sungai, danau) maupun di laut. Beberapa spesies mussel,misalnya kerang hijau (Mytilus edulsis) banyak dibudidayakan di pantai berbatu atau di pantai berlumpur. Cangkang mussel relatif lebih tipis dan lebih lonjong daripada kerang yang lain. Selain itu, cangkang mussel memiliki benang-benang bisus (byssus) yang digunakan untuk menempel pada dasar air
Mussel

Saturday, March 26, 2016

SEJARAH LETUSAN GUNUNG BERAPI TERDAHSYAT YANG PERNAH TERJADI

Gunung berapi adalah jenis gunung yang tersendiri. Oleh karena kedahsyatan dan keelokannya maka hanya sedikit saja hukum pengatur perilaku gunung biasa yang berlaku bagi gunung berapi. Gunung biasa ini tumbuh dan menyusut dengan tidak tercerap panca indra. Sebaliknya gunung berapi mempertunjukkan tabiat yang tidak terduga-duga, lahir mendadak sontak dengan gaduh dan ganasnya, dan terkadang menjadi lebih tinggi 300 meter tiap tahunnya. Maka dari itu tidak ada dua gunung berapi yang sama. Tahun berganti tahun tidak ada gunung berapi yang selalu sama bentuknya. Dan sebelum akhirnya padam semuanya, sama-sama mempunyai sifat unik, yaitu dapat membentuk dan mengubah diri dengan bahan baku berupa lelehan yang menggelegak dari perut bumi yang tidak pernah tenang. Tentang gunung memang telah banyak diketahui, khususnya dalam setengah abad terakhir. Namun penyebab-penyebab dan perilakunya masih banyak yang terselubung misteri.
    Sejak awal zaman peradaban manusia, orang telah hidup di pangkuan gunung berapi yang penuh tipu daya. Salah satu sebabnya adalah karena banyak gunung berapi timbul di pulau-pulau yang tanahnya sangat disukai orang. Alasan lainnya ialah karena beberapa bahan muntahan gunung berapi menyebabkan adanya tanah pertanian yang bagus sekali. Namun gunung berapi telah banyak meminta korban yang mengerikan di antara orang-orang yang terus menerus mendiami daerah di sekitar kakinya. Selama 2.000 tahun yang lalu saja satu juta manusia atau lebih telah tersapu kegiatan gunung berapi.
  
 Letusan Ekplosif Gunung Pelee
    Pada abad ke 17 filsuf Perancis, Descertes menyatakan bahwa kegiatan gunung berapi adalah hasil kobaran minyak yang hebat di dalam bumi. Baru pada abad ke 20 para ahli dapat menduga hakekat gejala gunung berapi yang sebenarnya dengan menggunakan alat dan teknik yang baru sama sekali. Dengan menyelidiki kedalaman di bawah gunung-gunung berapi memakai seismograf, dan mengukur perubahan-perubahan kecil pada topografi gunung berapi memakai penyipat kemiringan, dengan menganalisa muntahan secara kimiawi dan dengan mengamati kawah-kawah aktif dari pos-pos pengawasan di sekelilingnya, maka setahap demi setahap para ahli vulkanologi menemukan apakah penyebab berdenyutnya gunung berapi dan apakah yang membuatnya berhenti berdenyut.
    Meskipun tidak ada dua gunung berapi yang sungguh identik, namun perbedaan perilakunya memungkinkan kita untuk membuat dua penggolongan yang tegas yaitu gunung berapi eksplosif dan gunung berapi yang tenang. Di dalam masing-masing golongan ini ada keanekaragaman perilakunya, namun jenis pertama cenderung untuk menciptakan gunung berapi kerucut, yang terbentuk oleh timbunan bahan padat muntahan mulut utama gunung di puncak. Gunung tersebut mungkin terbentuk dengan cepat oleh serangkaian letusan berjangka pendek dan kemudian tidur, atau pertumbuhannya lambat dan sporadis selama beribu-ribu tahun. Sepanjang pengetahuan kita dewasa ini, tidak mungkinlah menentukan apakah kerucut yang belum lama berselang aktif itu sungguh-sungguh mati. Apa yang dikatakan dengan cukup aman hanyalah bahwa semakin lama tidak terjadi letusan, semakin besarlah kemungkinan gunung tersebut mati. 
    Gambaran letusan Ekplosif Gunung Vesuvius, Italia
      Menurut tradisi dan sejarah Romawi, Vesuvius tidak pernah meletus sebelum letusannya pada tahun 79 Masehi, meskipun terkadang mengeluarkan asap sedikit dan jelas bersifat kegiatan gunung berapi, persis seperti gunung Etna dan Stromboli di dekatnya. Semenjak saat itu, Vesuvius masih berkali-kali meletus, beberapa letusannya kecil dan 18 letusannya besar, sedang yang terakhir pada tahun 1944. Namun demikian tidak seorangpun dapat meramalkan dengan tepat saat ataupun kemungkinan akan meletusnya lagi, dan tidak adalah ilmuwan yang berani menyatakan bahwa Vesuvius sudah mati.

 Letusan Anak Krakatau saat ini (Krakatau  meletus dahsyat tahun 1883)
    Letusan beberapa kerucut eksplosif tidaklah begitu hebat, tetapi gunung kerucut ada yang namanya menjadi tersohor karena ledakan dahsyatnya. Gunung tersebut benar-benar meledak dan menjadi berantakan. Ledakan seperti itu melampaui ledakan nuklir terdahsyat, dan hampir tidak terperikan kengeriannya. Contoh terbagusnya adalah hancur leburnya sebagian kepulauan Krakatau di Selat Sunda, Indonesia pada tahun 1833. Letusan ini menjadikan seluruh gunung tidak tampak lagi. Akibatnya, dinding-dinding di Bogor, Jawa Barat yang terletak 150 km dari tempat kejadian itu, retak-retak juga terjadi tsunami atau gelombang pasang. Gelombang pasang itu menelan 36.000 jiwa di pantai-pantai sekitarnya, dan bunyi ledakannya terdengar sampai 4.800 km jauhnya. Abu yang tersembur ke udara baru pada tahun berikutnya turun mengendap, menimbulkan panorama matahari tenggelam yang elok di seluruh dunia. Depresi besar atau kaldera selebar 6,4 - 8 kilometer dan tempat terdalamnya 279 meter di tempat gunung itu semula, lama diduga sebagai akibat hilang berantakannya puncak gunung tadi. Tetapi berkat adanya penyelidikan baru, para ahli vulkanologi menjadi yakin bahwa ledakan yang meluluhlantakan batu apung dan batu karang lain yang panas sebanyak 18 kilometer kubik dari dalam gunung itu mengosongkan rongga bawah tanah dan meruntuhkan puncaknya ke dalam.
Efek letusan Krakatau dan Tambora menyebabkan langit berwarna merah di seluruh dunia
    Letusan serupa pada tahun 1815 yakni letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa sebelah timur Jawa, meminta korban kira-kira 47.000 orang. Meninggalnya ada yang karena tenggelam dan ada yang lebih banyak lagi karena kelaparan dan penyakit. Seperti halnya letusan Krakatau, Gunung Tambora memuntahkan isi perutnya dengan dahsyat dan menyebabkan runtuhnya bagian puncak gunung meninggalkan rongga yang cukup dalam berupa kawah lebar dengan diameter puluhan kilometer dan kedalaman hampir satu kilometer. Gunung Tambora yang semula diperkirakan memiliki tinggi lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut, sekarang hanya menyisakan ketinggian 2.850 meter , karena bagian puncaknya hancur luluh lantak akibat letusan ekplosifnya.
 Animasi Letusan Ekplosif Gunung berapi St.Helena (Amerika Serikat)
    Memasukkan gunung berapi ke dalam golongan jenis ekplosif atau tenang tidak selalu mudah, sebab beberapa gunung yang tenang atau bahkan yang tidur dapat dengan tiba-tiba saja meletus, dan meletusnya dengan dramatis pula. Contohnya adalah Gunung Pelee di Laut Karibia. Pada musim semi tahun 1902, kota St.Pierre di kaki gunung itu merupakan salah satu masyarakat paling makmur di Hindia Barat. St.Pierre terletak di pulau Martinique dekat pelabuhan yang banyak disinggahi kapal dengan latar belakanghamparan hijau perkebunan tebu. 
Delapan kilometer dari situ berdirilah gunung membayangi kota yang sudah setengah abad tidur dan yang secara akrab disebut orang kota St.Pierre "Papa Pelee". Puncaknya menjadi obyek pemandangan pariwisata hari minggu. Kemudian apa yang nampaknya mustahil pun terjadilah. Pada suatu pagi, saat belum lama berselang rumah-rumah bermandikan sinar matahari pagi di sepanjang pantai, keadaan berubah menjadi reruntuhan penuh nyala api. Dalam reruntuhan itu bergelimpangan mayat semua penduduk kota, sebanyak 30.000 orang dikurangi tiga orang yang terhindar. Satu di antara ketiganya adalah seorang tahanan di sebuah penjara berjendela kecil sekali yang aman dari ledakan-ledakan gunung itu.
    Saksi mata dari kota di dekatnya selanjutnya menceritakan bagaimana kedatangan bencana itu. Pelee mendatangkan bencana bukannya tanpa peringatan sebelumnya. Selama beberapa minggu gunung itu sudah gelisah tidak seperti biasa, menghembuskan asap dan abu, serta mengguncangkan kota dengan gempa-gempa kecil. Pada suatu ketika, sesudah letusan singkat, pabrik penyulingan gula di lerengnya terkena dan mengubur 150 pekerja dalam lumpur membara. Meskipun beberapa orang telah mengungsi, namun kota St.Pierre terisi lagi oleh orang bukit yang berduyun-duyun masuk kota. Ketika tanda-tanda bahaya bertambah, banyak orang berpikir untuk mengungsi, namun mereka dapat ditenangkan oleh tindakan gubernurnya. Karena yakin bahwa segalanya telah beres, ngerinya gubernur itu mengungsikan keluarganya dari ibukota Port de France ke St.Pierre.
Gambaran Awan Panas yang menghanguskan Kota St.Pierre
    Kemudian pada tanggal 8 Mei jam 7.52 pagi terbukalah sebuah lubang besar di lereng selatan yang mengarah ke St.Pierre. Langit seakan-akan terbelah suara mesin-mesin di seluruh dunia yang meledak serentak. Dua semburan asap panas muntah dari lubang itu, satu membumbung ke langit setinggi 11 kilometer, lainnya meluncur ke bawah menuruni lereng menuju pelabuhan dan laut. Dengan bergulung-gulung dan berhembalangan bagaikan singa-singa melompat, awan pijar yang penuh partikel reruntuhan ledakan melanda kota dengan kecepatan kira-kira 150 kilometer perjam. Di Port de France kota yang berdekatan, petugas telegraf di kantor pos baru saja selesai mencatat laporan berita rutin tentang keadaan gunung berapi itu dari petugas telegraf di kantor pos St.Pierre. Ia mulai menyampaikan berita penerimaannya, tetapi hubungannya sudah lenyap. Belum satu menit St.Pierre sudah tertelan awan itu dan runtuh luluh lantak diterjang asap panas yang menyala, gas-gas dan debu.
    Para penyelamat segera datang dari Port de France, tetapi karena tanah di StPierre masih panas, mereka tidak dapat mendarat selama berjam-jam. Waktu mendarat, mereka hanya menemukan tiga orang yang masih hidup. Yang pertama, seorang wanita di dapur, meninggal beberapa menit sesudah ia ditemukan. Yang kedua seorang laki-laki berhasil lari sampai pinggiran kota, tetapi tidak lama kemudian ia pun meninggal juga. Tiga hari kemudian terdengar teriakan pelestari ketiga yang minta tolong dari dalam reruntuhan berasap. Suara tersebut berasal dari sel penjara kota. Disitu terdapatlah seorang negro muda yang menderita luka bakar hebat namun selamat, bernama Ludger Sylnaris. Ia selamat dari maut sebab selnya hanya berjendela kisi kecil yang dapat menangkis serbuan keras awan Pelee. Sylbaris mengatakan bahwa ia tak mendengar suara, tak melihat api, dan bahwa panas yang menyiksa itu hanya sebentar saja. Namun saat mengerikan itu sudah cukup untuk membunuh 30.000 orang semuanya warga kota St.Pierre kecuali Sylbaris.
Etna and Stromboli Erupsion
   Letusan terkenal sebelumnya dalam sejarah adalah ledakan yang membinasakan kota Romawi Pompei pada tahun 79 sesudah Masehi. Setelah berabad-abad tenang gunung Vesuvius tiba-tiba bangkit, dan selama tiga hari beruntun menghujankan abu dan batu apung ke kota pantai Pompai yang mewah itu. Beberapa penduduk kota lolos, tetapi sekitar 16.000 orang tewas dalam reruntuhan yang menumpuk hingga enam meter tingginya. Dengan cepat gunung berapi itu menyerang sehingga banyak orang terkubur di tempat mereka berdiri, dan acuan tubuhnya ditemukan utuh dalam abu. Meskipun membinasakan salah satu kota klasik terindah di dunia, bencana itu merupakan berkah bagi generasi mendatang karena secara unik merekam kehidupan Romawi serta peninggalan seni Yunaninya.
    Arsitektur Pompei sampai detail sekecil-kecilnya terpelihara dengan sangat sempurna selama berabad-abad. Blok-blok batu masif yang dahulu merupakan jalan Romawi masih jelas memperlihatkan bekas roda kereta kuno. Telur-telur yang siap direbus berabad-abad yang lalu, masih tetap utuh kulitnya. Vesuvius juga merupakan berkah bagi para petani Italia modern. Abu tebaran gunung berapi yang meledak berkali-kali sesudah itu selama 1.900 tahun telah menyebabkan tanahnya sedemikan subur sehingga beberapa panenan anggur serta jeruk Italia yang paling berlimpah pun berasal dari hasil pengolahan lereng-lereng gunungnya .
Jenajah penduduk kota Pompei terekam dalam awetan abu Vesuvius

    Satu pertanyaan yang sebagian sudah terjawab oleh penelitian modern ialah mengenai unsur dalam awan panas mengerikan yang telah membinasakan St.Pierre dan mungkin juga mengenai bahan dalam awan maut Vesuvius yang membunuh 16.000 orang lebih di tahun 79 serta 200 orang dalam satu malam pada tahun 1906, sebab dua bencana itu ada kesamaannya. Menurut dugaan unsur utamanya adalah uap kelewat panas yang digodok sampai suhu 800oCelcius. Uap itu bercampur dengan berton-ton debu karang yang hancur oleh ledakan dan berpijar oleh api yang sangat panas. Campuran debu karang itulah yang cukup memberatkan awan untuk bergulung-gulung menuruni gunung menuju St.Pierre. Yang hampir pasti juga adalah bahwa gas-gas lain seperti karbondioksida dan asam belerang bercampur dengan asap itu. Banyak orang mati ketika menghirup gas-gas tersebut. Mengingat sifat campuran dan panasnya yang menghanguskan, sungguh suatu keajaiban apabila ada seseorang yang masih hidup.

Sumber : Gunung : Lorus J.Milne, Pustaka Alam Life

Wednesday, March 23, 2016

KALIUM : LOGAM ALKALI PUTIH

 
    Kalium atau potasium adalah logam alkali berwarna putih keperakan dan lunak dengan lambang kimia K. Dalam sistem periodik, kalium terletak pada golongan IA dan periode 4. Nomor atom kalium adalah 19 dan massa atom relatifnya 39,10 gr/mol. Kalium memiliki titik lebur pada suhu 63oC dan titik didih pada suhu 760oC. 

 Mineral kalium feldfar berbentuk kubus
     Kalium pertama kali ditemukan oleh Sir Humphry Davy, kimiawan Inggris, pada tahun 1807. Logam ini cukup lunak, sehingga mudah dicetak atau dipotong dengan pisau. Kalium juga merupakan logam yang mudah bereaksi, baik dengan oksigen maupun dengan air. Kalium bereaksi hebat dengan air menghasilkan kalium hidroksida dan hidrogen. Kalium terdapat cukup melimpah di bumi. Logam ini terdapat di alam dalam bentuk senyawa kalium klorida dan kalium sulfat. Kalium juga terdapat dalam berbagai mineral, seperti karnalit dan silvit.


Kalium karbonat
    Kalium merupakan salah satu mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Kalium banyak terdapat pada sayuran hijau seperti bayam, selada, brokoli, buncis, tomat dan kentang. Pada buah-buahan kalium antara lain terdapat pada jeruk, pisang, apel, dan aprikot. Daging dan ikan juga banyak mengandung kalium.
Makanan yang mengandung kalium
Kalium dalam Tubuh Manusia
    Kalium merupakan salah satu mineral dalam darah disamping sodium dan klor yang membawa muatan listrik di dalam tubuh. Kalium merupakan kation (ion positif) utama di dalam sel, yakni 98% dari total sekitar 120 gram kalium yang ditemukan dalam tubuh manusia. Cairan darah mengandung sekitar 4-5 mg kalium dari 100 ml darah. Sel darah merah dapat menjadi indikasi banyaknya kalium yang ada dalam tubuh manusia.
    Kalium mudah diserap oleh usus kecil manusia. Kandungan kalium dalam tubuh manusia berkurang bersamaan dengan keluarnya keringat, air seni, muntah dan diare. Ginjal mengatur sirkulasi kalium di dalam tubuh dan menjaga stabilitas kadar kalium di dalam darah. Kekurangan mineral kalium dalam tubuh manusia dapat menyebabkan kelelahan atau keletihan. Bila tidak diatasi segera, dapat menyebabkan insomnia (susah tidur), detak jantung yang lambat atau tak beraturan, dan penyakit jantung.
Bahan makanan yang kaya vitamin E
Manfaat kalium
    Kalium banyak digunakan dalam aliase natrium-kalium yang digunakan dalam transfer kalor pada reaktor nuklir pembiak cepat. Kalium nitrat atau salpeter digunakan dalam pembuatan korek api dan bahan peledak. Kalium karbonat atau potas digunakan dalam pembuatan kaca dan sabun. Beberapa jenis obat-obatan juga mengandung senyawa kalium, misalnya kalium bromida yang berkhasiat sebagai obat penenang dan kalium Iodida untuk obat penyakit gondok.
    Tanaman juga membutuhkan unsur kalium untuk pertumbuhannya. Biasanya pupuk untuk tanaman mengandung juga senyawa kalium klorida. Kalium merupakan salah satu unsur hara tanaman yang termasuk unsur makro. Di dalam tanah, kalium dari batu-batuan mineral diserap oleh tanaman dalam bentuk ion. Kalium berfungsi untuk membentuk protein dan menyusun karbohidrat. Kekurangan kalium pada tanaman dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, batang menjadi lemah, dan daun menjadi kering.
Buah-buahan yang mengandung kolagen/kalium
Kalium dan Diet
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa diet dengan natrium tinggi dan rendah kalium dapat menyebabkan naiknya tekanan darah. Obat yang diberikan dokter untuk mengatasi hal ini kadang justru menambah buruk keadaan karena menambah kehilangan kalium di dalam tubuh. Untuk itu, diet yang terbaik adalah dengan melakukan diet alami, yaitu makan makanan berkalium cukup, hindari makanan bergaram tinggi, dan berolahraga secara teratur.

Sumber : Ensiklpedi Umum Untuk Pelajar