"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"

Tuesday, July 17, 2012

PROFIL PROVINSI SULAWESI TENGAH


23. PROVINSI SULAWESI TENGAH

(UU NO.613 TAHUN 1964)
Berdiri
: 23 September 1964
Ibukota
: Palu
Luas Wilayah
: 68.089,83  Km2
Letak Astronomis
: 2o30' LU - 3o LS dan 119oBT - 124o BT
Terdiri dari
: 9 Kabupaten, 1 Kota, 99 Kecamatan dan 1.369 Desa
Jumlah Penduduk
: 2.324.025 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Pohon Eboni
: Fauna : Burung Maleo
Komoditas Utama
: Kopra, Kopi, Rotan, Kayu Hitam, Kayu Badar
Bahan Galian
: Emas, Perak, Tembaga, Timah Hitam
Industri
:Kayu Olahan, Pengalengan Ikan
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Banggai
Luwuk
10.641,70
297.979
13
220
2
Poso
Poso
8.711,85
171.198
12
128
3
Donggala
Donggala
9.471,10
444.515
14
256
4
Toli-Toli
Toli-Toli
4.079,77
199.443
9
77
5
Buaol
Buol
4.043,57
112.466
9
75
6
Morowali
Bungku
15.489,98
171.416
13
232
7
Banggai Kepulauan
Salakan
3.214,46
154.392
9
158
8
Parigi Moutong
Parigi
6.311,83
360.158
8
111
9
Tojo Una Una
Ampana
5.730,51
119.347
8
112
10
Kota Palu
Palu
395,06
293.111
4
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Poso, Toraja, Donggala
Lagu Daerah
: Indo Lugo, Ma Rencong-rencong
Alat Musik
: Lado-Lado
Tarian
: Tari Dinggu, Galangi, Balumpa
Makanan Khas
: Sasate Nangka
Senjata Tradisonal
: Keris, Lembing, Sumpit
Suku
: Donggala, Bugis, Poso, Banggai
Rumah adat
: Rumah Laikas, Rumah Malige
Lapangan Udara
: Mutiara di Palu
Pelabuhan Laut
: Palu
Universitas
: Universitas Tadulako, Palu
Cerita Rakyat
:  -
Agama
: 90% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
:  -
Taman  Nasional 
: TN Lore Lindu
Fauna dilindungi
: Anoa, Babi Rusa, Kera Hitam
Gunung Tertinggi
:  G. Sonjol (3.225 m)
Sungai Terpanjang
:   Sungai Palu
Danau Terluas
:  Danau  Poso
Pulau Terbesar
:  Pulau Peleng
Kabupaten Terluas
:  Morowali

Thursday, July 12, 2012

MANAJEMEN DAN PERSIAPAN ADVENTURE DI ALAM BEBAS

Persiapan Adventure di Alam Bebas

Untuk merencanakan suatu perjalanan ke alam bebas harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. Ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W & 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How.
Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut:
  • Where (Dimana), untuk melakukan suatu kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan
  • Who (Siapa), apakah anda akan melakukan kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok. Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam- macam. When (Kapan) waktu pelaksanaan kegiatan tersebut, berapa lama Untuk How [Bagaimana] merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :
  • Bagaimana kondisi lokasi
  • Bagaimana cuaca disana
  • Bagaimana perizinannya
  • Bagaimana mendapatkan air
  • Bagaimana pengaturan tugas panitia
  • Bagaimana acara akan berlangsung
  • Bagaimana materi yang disampaikan
  • dan masih banyak “bagaimana ?” lagi (silahkan anda mengembangkannya lagi)
Dari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun rencana kegiatan yang didalamnya mencakup rincian :
  1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp, pembagian waktu dan sebagainya.
  2. Pengurusan perizinan
  3. Pembagian tugas panitia
  4. Persiapan kebutuhan acara
  5. Kebutuhan peralatan dan perlengkapan
  6. dan lain sebagainya.
Yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.

Packing

Sebelum melakukan kegiatan alam bebas kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.

Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :
  1. Pada saat back-pack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan perjalanan [misalnya pendakian] kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak dan menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.
  2. Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.
    Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :
  • Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.
  • Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam carrier, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.
  • Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat/jas hujan pada kantong samping carrier.
  • Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar carrier, karena barang diluar carrier akan mengganggu perjalanan anda akibat tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking dalam carrier.
   Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.

Memilih dan Menempatkan Barang

   Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki atau kegiatan alam bebas selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda, tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa, contoh : Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di carrier.
Matras ; Sebisa mungkin matras disimpan didalam carrier jika akan pergi kelokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak rekan pendaki yang lebih senang mengikatkan matras diluar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.
Kantung Plastik ; Selalu siapkan kantung plastik didalam carreir anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun, baju basah dan lain sebagainya. Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang barang didalam carrier anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.
Menyimpan Pakaian ;
Jika anda meragukan carrier yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda didalam kantung plastik [dry-zax], gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab. Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih.
Menyimpan Makanan ;
Pada gunung-gunung tertentu (misalnya Rinjani) usahakan makanan dibungkus dengan plastik dan ditutup rapat kemudian dimasukkan kedalam keril, karena monyet-monyet didekat puncak / base camp terakhir suka membongkar isi tenda untuk mencari makanan.
Menyimpan Korek Api Batangan ;
Simpan korek api batangan anda didalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.
Packing Barang / Menyusun Barang Di Carrier ;
Selalu simpan barang yang paling berat diposisi atas, gunanya agar pada saat carrier digunakan, beban terberat berada dipundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah.
Perlengkapan Pribadi Alam Bebas
Outdoor activity atau kegiatan alam bebas merupakan kegiatan yang penuh resiko dan memerlukan perhitungan yang cermat. Jika salah-salah maka bukan mustahil musibah akan mengancam setiap saat. Sebagai contoh, sebuah referensi pernah mencatat bahwa salah satu kegiatan alam bebas yaitu rock climbing [panjat tebing] merupakan jenis olahraga yang resiko kematiannya merupakan peringkat ke-2 setelah olahraga balap mobil formula-1.
Tentu saja resiko tersebut terjadi apabila safety-procedure tidak menjadi perhatian yang serius, tetapi apabila safety-procedure diperhatikan dan sering berlatih, maka resiko tersebut dapat ditekan sampai titik paling aman.
Perjalanan alam bebas pasti akan bersentuhan dengan cuaca, situasi medan dan waktu yang kadang tidak bersahabat, baik malam atau siang hari, oleh karena itu perlu dipersiapkan perlengkapan yang memadai.
Salah satu “perisai diri” ketika melakukan aktivitas alam bebas adalah perlengkapan diri pribadi. Berikut digambarkan beberapa perlengkapan pribadi standard.
1. Tutup kepala/topi
Untuk melindungi diri dari cuaca panas atau dingin perlu penutup kepala. Dalam keadaan panas atau hujan, maka tutup kepala yang baik adalah yang juga dapat melindungi kepala dan wajah sekaligus. Untuk ini pilihan terbaik adalah topi rimba atau topi yang punya pelindung keliling. Topi pet atau topi softball tidak direkomendasikan.
Pada cuaca dingin malam hari atau di daerah tinggi, maka penutup kepala yang baik adlah yang dapat memberikan rasa hangat. Pilihannya adalah balaklava atau biasa disebut kupluk.
2. Syal-slayer
Slayer atau syal bukan hanya digunakan sebagai identitas organisasi, tetapi sebetulnya mempunyai fungsi lainnya. Syal/slayer dapat digunakan untuk menghangatkan leher ketika cuaca dingin, dapat juga digunakan sebagai saringan air ketika survival. Syal/slayer juga sangat berguna ketika dalam keadaan darurat, baik digunakan untuk perban darurat atau sebagai alat peraga darurat. Oleh karenanya disarankan menggunakan syal/slayer yang berwarna mecolok dan terbuat dari bahan yang kuat serta dapat menyerap air namun cepat kering.
3. Baju
Kebutuhan ini multak, tidak bisa beraktivitas tanpa baju [bayangkan kalau tanpa ini, maka kulit akan terbakar matahari]. Baju yang baik adalah dari bahan yang dapat menyerap keringat, tidak disarankan menggunakan baju dari bahan nilon karena panas dan tidak dapat meyerap keringat. Baju dengan bahan demikian biasanya adalah planel atau paling tidak kaos dari bahan katun.
Pilihan warna untuk aktivitas lapangan seperti halnya juga slayer/syal adalah yang mencolok agar bia terjadi keadaan darurat [misalnya hilang] dapat dengan mudah diidentifikasi dan dikenali.
Dalam beraktivitas di alam bebas jangan pernah melupakan baju salin/ganti, hal ini karena aktivitas lapangan akan sangat banyak mengeluarkan energi yang membuat badan kita berkeringat. Bawalah baju salain 2 atau 3 buah.
4. Celana
Celana lapang yang baik adalah yang memnuhi syarat ringan, mudah kering dan dapat menyerap keringat. Pemakaian bahan jeans sangat tidak direkomendasikan karena berat dan susah kering dan membuat lecet. Celana yang baik adalah kain dengan tenunan ripstop [bila berlubang kecil tidak merembet atau robek memanjang]. Bila aktivitas dilakukan di daerah pantai atau perairan juga baik bila menggunakan bahan dari parasut tipis.
Selain celana panjang, jangan lupa bahwa under-wear juga penting. jangan lupa juga untuk menyediakan serep ganti.
5. Jaket
Salah satu perlengkapan penting dalam alam bebas adalah jaket. Jaket digunakan untuk melindungi diri dari dingin bahkan sengatan matahari atau hujan.
Jaket yang baik adalah model larva, yaitu jaket yang panjang sampai ke pangkal paha. Jaket ini juga biasanya dilengkapi dengan penutup kepala [kupluk]. Akan sangat baik bila jaket yang memiliki dua lapisan (double-layer). Lapisan dalam biasanya berbahan penghangat dan menyeyerap keringat seperti wool atau polartex, sedang lapisan luar berfungsi menahan air dan dingin. Kini teknologi tekstil sudah mampu memproduksi Gore-Tex bahan jaket yang nyaman dipakai saat mendaki bahan ini memungkinkan kulit tetap bernafas, tidak gerah mengeluarkan keringat mampu menahan angin (wind breaking) dan resapan air hujan (water proff) sayang, bahan ini masih mahal. Yang paling baik jaket terbuat dari bulu angsa-biasanya digunakan untuk kegiatan pendakian gunung es].
6. Slepping bag

Istirahat adalah kebutuhan pegiat alam bebas setelah aktivitas yang melelahkan seharian. Tempat istirahat yang ideal adah dengan menggunakan slepping bag [kantong tidur]. Slepping bag yang baik juga biasanya terbuat dari dua sisi, yaitu yang dingin, licin dan tahan air satu sisi, dan yang hangat dan tebal disisi lain. Penggunaannya sesuai dengan cuaca saat istirahat.
7. Sepatu
Sepatu yang baik yaitu yang melindungi tapak kaki sampai mata kaki, kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri. keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, ada lubang ventilasi bersekat halus. Gunakan sepatu yang dapat dikencangkan dan dieratkan pemakaiannya [menggunakan ban atau tali. Dilapangan sepatu tidak boleh longgar karena akan menyebabkan pergesekan kaki dengan sepatu yang berakibat lecet. Penggunaan sepatu juga harus dibarengi dengan kaos kaki. Untuk ini juga sebaiknya disediakan kaos kaki serep bial suatu saat basah.
8. Carrier
Carrier bag atau ransel sebaiknya gunakan yang tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlampau kecil, artinya mapu menampung perlengkapan dan peralatan yang dibawa. Sebaiknya jangan menggunakan carrier yang mempunyai banyak kantong dibagian luar karena dalam keadaan tertentu ini akan menghambat pergerakan. Gunakan carrier yang ramping walaupun agak tinggi, ini lebih baik daripada yang gemuk tetapi rendah. Sebelum berangkat harus diperhatikan jahitan-jahitannya, karena kerusakan pada jahitan terutama sabuk sandang akan berakibat sangat fatal.
9. Alat masak, makan dan mandi

Perlengkapan sangat penting lainnya adalah alat masak, makan dan mandi. Bagimanapun juga dalam kondisi lapangan kita sangat perlu untuk menghemat aktu dan bahan masalak. Gunakan alat dari alumunium karena cepat panas, untuk ini nesting menjadi pilihan yang sangat baik, disamping dia ringkas dan serba guna. Juga perlu dipersiapkan alat bantu makan lainnya (sendok, piring, dll) dan pastikan bahan bakar untuk memasak / membuat api seperti lilin, spirtus, parafin, dll.
Jangan lupa juga siapkan phiples minum sebagai bekal perjalanan [saat ini banyak tersedia model dan jenis phipless].
Perlengkapan mandi juga sangat penting karena tidak jarang perjalanan dilakukan berhari-hari dengan tubuh penuh keringat. Bawalah alat mandi seperti sabun yang berkemasan tube agar mudah disimpan dan tidak perlu membuang sampah bungkusan disembarang tempat.
10. Obat-obatan dan Survival Kits

Perlengkapan pribadi lainnya yang sangat penting adalah obat-obatan, apalagi kalau pegiat mempunyai penyakit khusus tertentu seperti asma. Disamping obat-obatan juga setidaknya mempunyai kelengkapan survival kits, terutama obatan-obatan untuk luka luar (memar, menghentikan darah yang terus mengalir, lecet, luka sobek dll) apabila terjadi kecelakaan dalam melakukan petualangan di alam liar seperti terjatuh atau tergelincir saat menyeberangi sungai dan terbentur batu ataupun terpeleset dari ketinggian.

Sumber Referensi : Mounteenering Org.

Tuesday, July 3, 2012

ARKTIK: SAMUDERA YANG TERTUTUP LAPISAN ES

    Arktik adalah wilayah kutub yang luas dan dingin di belahan bumi utara. Kata Arktik berasal dari bahasa Yunani Arktos yang berarti rasi beruang besar di langit sebelah utara. Wilayah ini menjadi tempat tinggal bagi orang Eskimo. Daerah Arktik terletak pada 66o30' LU. Wilayahnya mencakup samudera Arktik dan ribuan pulau-pulau yang terdapat di sekitarnya seperti bagian-bagian Greenland, Kanada, Alaska, Rusia, Finlandia, Norwegia, Swedia, serta Svalbard dan Jan Mayen kepulauan milik Norwegia.
    Daratan-daratan di wilayah Arktik mempunyai permukaan yang sama, yaitu tertutup salju, memiliki cuaca yang dingin dalam jangka waktu yang panjang, serta sungai-sungai, danau-danau dan laut yang membeku sepanjang tahun. Di daratan ini tidak dijumpai pohon-pohon. Jarak waktu antara siang dan malam berlangsung lama.

Permafrost
    Iklim Arktik memiliki karakteristik utama, seperti periode panjang dari temperatur di bawah 0oC serta kelembaban dan presipitasi yang rendah. Musim panas di daerha ini berjalan amat cepat. Pada musim ini, kabut menutupi daratan Arktik. Hal ini disebabkan massa perairan yang lebih hangat di atas permukaan es. Selain itu, wilayah ini juga hampir selalu diterpa angin.
    Di wilayah dingin terdapat beberapa daerah yang tertutup salju abadi yang disebut Permafrost. Permafrost mungkin terbentuk selama atau sesudah zaman es, ketika suhu saat itu lebih rendah daripada suhu sekarang. Sebagian besar daratan utama Artika memiliki danau-danau kecil yang terbentuk dalam lembah-lembah sebagai akibat dari permafrost dan aktivitas glasial. Penguapan di daerah ini lebih rendah dibandingkan daerah-daerah subtropis. Pada musim panas terdapat perairan di permukaan daratan yang kemudian membeku pada musim dingin.

Flora dan Fauna
    Tumbuh-tumbuhan di Arktik memiliki musim tumbuh yang singkat. Pertumbuhan tahunan rata-rata rendah karena cuaca dingin yang panjang. Hanya ada beberapa jenis tumbuhan yang tumbuh di Arktik dan umumnya tumbuhan tundra seperti lichen, mosse (lumut), rerumputan, dan belukar rendah. Fauna yang ditemukan di Arktik sebagian besar merupakan pendatang selama musimpanas dan kembali ke Selatan ketika musim dingin tiba, meskipun ada juga satwa tetap di wilayah ini. Hewan-hewan yang hidup di Arktik antara lain adalah Karibu, Beruang kutub, Serigala dan Rubah Arktik.

Eskimo
    Daratan Arktik didiami antara lain oleh orang Eskimo, Ural, Komi, dan Samoyed. Penghuni Arktik yang paling banyak adalah orang eskimo. Mereka mampu beradaptasi terhadap lingkungan yang luar biasa sulit dan iklim yang luar biasa keras. Orang Eskimo banyak menggantungkan hidupnya pada mamalia yang mereka buru, seperti Karibu, Beruang kutub, Anjing laut dan Ikan Paus.
 Bongkahan es di Samudera Arktik
 Beruang Kutub di habitat es Arktik yang membeku
Kawasan Arktik yang beriklim ekstrim, dingin dan sunyi