"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"

Tuesday, June 7, 2011

PROFIL PROVINSI JAWA TIMUR


16. PROVINSI JAWA TIMUR

(UU NO.2 TAHUN 1950)
Berdiri
: 4 Maret 1950
Ibukota
: Surabaya
Luas Wilayah
: 46.689,64 Km2
Letak Astronomis
: 7o12'LS - 8o 48'LS dan 111oBT - 114o4' BT
Terdiri dari
: 29 Kabupaten, 9 Kota, 654 Kecamatan dan 7.682 Desa
Jumlah Penduduk
: 37.076.283 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Bunga Sedap Malam
: Fauna : Ayam Bekisar
Komoditas Utama
: Tembakau, Coklat
Bahan Galian
: Minyak Bumi, Marmer
Industri
: Semen, Farmasi
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Pacitan
Pacitan
1.389,92
550.753
12
159
2
Ponorogo
Ponorogo
1.305,70
897.784
21
277
3
Trenggalek
Trenggalek
1.147,22
687.036
14
152
4
Tulungagung
Tulungagung
1.005,65
991.634
19
257
5
Blitar
Blitar
1.336,48
1.137.964
22
220
6
Kediri
Kediri
1.386,05
1.513.510
26
343
7
Malang
Kepanjen
3.530,65
2.400.551
33
377
8
Lumajang
Lumajang
1.790,90
1.020.113
21
195
9
Jember
Jember
3.092,34
2.252.348
31
222
10
Banyuwangi
Banyuwangi
5.782,40
1.582.318
24
189
11
Bondowoso
Bondowoso
1.525,97
724.412
20
191
12
Situbondo
Situbondo
559,97
631.313
17
132
13
Probolinggo
Probolinggo
1.696,21
1.063.528
24
325
14
Pasuruan
Pasuruan
1.474,02
1.444.434
24
341
15
Sidoarjo
Sidoarjo
634,38
1.737.977
18
322
16
Mojokerto
Mojokerto
717,83
981.887
18
299
17
Jombang
Jombang
1.115,09
1.207.783
21
301
18
Nganjuk
Nganjuk
1.224,25
1.057.157
20
264
19
Madiun
Madiun
1.037,58
669.716
15
198
20
Magetan
Magetan
688,84
642.967
16
207
21
Ngawi
Ngawi
1.295,98
868.955
19
213
22
Bojonegoro
Bojonegoro
2.198,79
1.240.165
27
419
23
Tuban
Tuban
1.834,15
1.097.106
19
311
24
Lamongan
Lamongan
1.782,05
1.269.516
27
462
25
Gresik
Gresik
1.191,25
1.072.273
18
328
26
Bangkalan
Bangkalan
1.001,44
892.987
18
273
27
Sampang
Sampang
1.233,08
847.353
14
180
28
Pamekasan
Pamekasan
792,24
751.296
13
178
29
Sumenep
Sumenep
1.998,54
1.063.903
27
328
30
Kota Kediri
Kota Kediri
63,40
258.510
3
 -
31
Kota Blitar
Blitar
32,67
126.785
3
 -
32
Kota Malang
Malang
145,28
791.571
5
 -
33
Kota Probolinggo
Probolinggo
56,67
206.001
3
 -
34
Kota Pasuruan
Pasuruan
35,29
178.853
3
 -
35
Kota Mojokerto
Mojokerto
16,47
115.611
2
 -
36
Kota Madiun
Madiun
33,92
175.908
3
 -
37
Kota Surabaya
Surabaya
350,54
2.744.076
31
 -
38
Kota Batu
Batu
136,74
180.233
3
19
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Jawa, Madura
Lagu Daerah
: Karapan Sapi, Tanduk Majeng
Alat Musik
: Gamelan, Bonang
Tarian
: Reog Ponorogo
Makanan Khas
: Sate, Usik Kilkil
Senjata Tradisonal
: Clurit
Suku
: Jawa, Madura
Rumah adat
: Rumah Adat Madura
Lapangan Udara
: Juanda (Surabaya), Iswahyudi (Madiun)
Pelabuhan Laut
: Tanjung Perak (Surabaya)
Universitas
: Universitas Airlangga
Cerita Rakyat
: Joko Tole
Agama
: 92% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
: KH.Wahid Hasyim, Supriyadi
Taman Nasional
: TN Tengger
Fauna dilindungi
: Macan Tutul Jawa, Elang Jawa, Banteng
Gunung Tertinggi
:  Gunung Semeru (3.676 m)
Sungai Terpanjang
:  Bengawan Solo
Pulau Terluas
:  Pulau Madura
Danau Terluas
:  Waduk Karangkates
Kabupaten Terluas
:  Banyuwangi

Thursday, May 26, 2011

LALAT : SERANGGA PEMBAWA PENYAKIT

    Menurut taksonomi, lalat merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyebut kelompok serangga bersayap diptera, termasuk nyamuk. Akan tetapi, dalam bahasa sehari-hari, istilah lalat dibedakan dari nyamuk. Sekitar 85.000 spesies lalat tersebar di seluruh dunia, mulai dari daerah subarktik sampai daerah tropis dan dari lautan sampai pegunungan. Meskipun sebagian besar lalat dapat menyebabkan penyakit dan merusak tanaman pertanian, namun hewan ini berperan dalam prose penyerbukan tanaman dan sebagai mangsa bagi beberapa hewan seperti katak, kadal dan burung.

 Lalat Hijau
     Salah satu ciri khas dari lalat adalh sepasang sayap belakang yang mengalami modifikasi menjadi halter (alat keseimbangan). Halter ini akan bergetar bersama dengan sayap depannya. Selain sebagai alat keseimbangan, halter juga berfungsi untuk menunjukkan perubahan arah pada saat terbang. Adapun sayap depannya tipis dan transparan dengan beberapa pembuluh darah. Mulut lalat biasanya membentuk proboscis atau alat pengisap.

Lalat Pasir
Panorpoid
    Lalat berkerabat dengan lalat kalajengking, pita pitu, kupu-kupu, ngengat dan pinjal. Semuanya termasuk kelompok panorpoid dan berasal dari nenek moyang yang berbiak pada lumut basah. Kupu dan ngengat berasal dari panorpoid yang menjadi hewan darat, sedangkan pita pitu menjadi serangga air.

Belatung,merupakan larva lalat
Daur Metamorfosis Lalat
    Daur metamorfosis lalat melalui empat tahap, yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Telur lalat bervariasi dalam bentuk dan ukuran menurut spesies. Dalam jumlah yang banyak, telur tersebut diletakkan pada beberapa medium seperti bangkai dan kotoran hewan serta air. Setelah menetas, telur akan tumbuh menjadi larva yang panjangnya sekitar 2 mm. Setelah beberapa hari, larva tersebut akan tumbuh dengan pesat sehingga panjangnya mencapai sekitar 12 mm. Larva lalat kemudian berubah menjadi pupa yang berwarna kecokelatan. Selama menjadi pupa, organ tubuh lalat mengalami perkembangan, terutama bagian sayapnya. Setelah menjadi dewas, lalat keluar dari pupa dan siap untuk terbang.

Lalat Tsetse
Lalat Tsetse
    Secara garis besar, lalat mencakup tiga sub famili, yaitu Nematocera (misalnya lalat hitam dan lalat pasir), Brachycera (misalnya lalat pitak, lalat serdadu, dan lalat penari), serta Cyclorrhapha (lalat buah, lalat rumah, dan lalat kibar). Beberapa kelompok lalat yang berfungsi sebagai pembawa penyakit antara lain lalat pasir (pembawa penyakit kulit), lalat rumah (pembawa penyakit saluran pencernaan dan penyakit kulit), dan lalat Tsetse (pembawa penyakit tripanosomiasis atau penyakit tidur). Lalat Tsetse dari genus Glossina merupakan vektor atau perantara protozoa parasit Trypanosoma yang menyerang hewan dan manusia. Adapun beberapa kelompok lalat yang bertindak sebagai hama tanaman dan ternak antara lain lalat bawang, lalat frit, lalat domba dan lalat dengung.

PROFIL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


15. PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

(UU NO.3 TAHUN 1950)
Berdiri
: 4 Maret 1950
Ibukota
: Yogyakarta
Luas Wilayah
: 3.133,15  Km2
Letak Astronomis
: 7o30'LS -8o LS dan 110oBT  - 111o BT
Terdiri dari
: 4 Kabupaten, 1 Kota, 78 Kecamatan dan 391 Desa
Jumlah Penduduk
: 3.279.701 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Kepel
: Fauna : Burung Perkutut
Komoditas Utama
: Kulit, Pariwisata
Bahan Galian
: Pasir
Industri
: Kerajinan Perak
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Kulon Progo
Wates
586,28
386.707
12
88
2
Bantul
Bantul
508,13
823.242
17
73
3
Gunung Kidul
Wonosari
1.431,42
695.625
18
144
4
Sleman
Sleman
574,82
955.027
17
86
5
Kota Yogyakarta
Yogyakarta
32,50
419.101
14
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Jawa
Lagu Daerah
: Suwe Ora Jamu, Ilir-Ilir, Gambang Suling
Alat Musik
: Gamelan, Gong
Tarian
: Tari Bondan, Serimpi
Makanan Khas
: Gudeg
Senjata Tradisonal
: Keris
Suku
: Jawa
Rumah adat
: Rumah adat Mataram
Lapangan Udara
: Adi Sucipto
Pelabuhan Laut
 -
Universitas
: Universitas Gajah Mada
Cerita Rakyat
: Kutukan Joko Badung
Agama
: 92% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
: Pangeran Diponogoro, Kihajar Dewantoro
Taman  Nasional 
: TN Merapi
Fauna dilindungi
:  Macan Tutul, Elang Jawa
Gunung  Tertinggi
:  Gunung Merapi (2.914 m)
Sungai Terpanjang
:  Kali Progo
Danau Terluas
:   -
Pulau Terluas
:   -
Kabupaten Terluas
:  Gunung Kidul

Wednesday, May 18, 2011

TAMAN NASIONAL DI KALIMANTAN

    Taman Nasional di Pulau Kalimantan yang kami posting pada bagian ketiga Katagori Taman Nasional & Cagar Alam di Indonesia merupakan bagian dari wilayah Zoogeografis Indonesia bercirikan Asiatis baik Flora maupun Faunanya. Kalimantan merupakan Pulau di Indonesia yang memiliki wilayah hutan paling luas yang masih tersisa dan menjadi bagian perlindungan Biosfer dunia. Di Hutan tropis Kalimantan ini tinggal berjenis fauna langka seperti Orang Utan Kalimantan, Bekantan, Beruang Madu, Gajah Kalimantan, Badak Sumatera, Macan Dahan dan aneka jenis burung langka lainnya.
    Pulau kalimantan pada zaman pleistosen pernah menyatu dengan Asia bersama Pulau Jawa dan Sumatera sehingga jenis flora dan faunanya juga ditemukan di Benua Asia. Termasuk Jenis Ikan langka yang memiliki kesamaan antara sungai-sungai di Kalimantan dan Sumatera. Misalnya Arwana ditemukan di aliran sungai Kapuas (Kalimantan) dan Batang Hari (Sumatera) yang dulu ternyata menyambung menjadi satu aliran sungai dan bermuara di laut Cina Selatan,. Demikian juga sungai Bengawan Solo di Jawa yang menyambung dengan sungai Barito di Kalimantan dan bermuara di selat Makassar.
   Taman-Taman Nasional di Kalimantan merupakan tempat perlindungan terakhir flora fauna endemik pulau ini terutama Orang Utan, Kera besar yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera yang populasinya dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Berikut ini adalah beberapa Taman Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah di pulau Kalimantan.
1. Taman Nasional Gunung Palung
  • Letak Geografis : Provinsi Kalimantan Barat
  • Luas : 90.000 Ha, terdiri dari hutan Mangrove , hutan rawa, hutan rawa air tawar dan hutan pegunungan 
  • Flora : Meranti, Kayu Ulin, Keruing dan Ramin
  • Fauna : Orang Utan, Kijang, Ayam hutan
2. Taman Nasional Tanjung Puting
  • Letak Geografis : Provinsi Kalimantan Tengah bagian Selatan
  • Luas : 173.330 Ha terdiri dari Hutan hujan tropis dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai dan hutan sekunder
  • Flora : Jelutung, ramin, Meranti dan Kayu ulin
  • Fauna : Orang Utan, Beruang Madu, Macan Dahan, Buaya Muara 
3. Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
  • Letak Geografis : Berada di pegunungan Swener dan Muller perbatasan Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah
  • Luas : 181.090 Ha, terdiri dari hutan hujan tropis dan hutan pegunungan
  • Flora : Jelutung, Ramin, meranti, kayu ulin, anggrek, rotan dan palem
  • Fauna : Kancil, Bekantan, Beruang madu, Ayam hutan, Kijang , Badak Sumatera
4. Taman Nasional Betung Karimun
  • Letak Geografis : berada di wilayah Kalimantan Barat
  • Luas : 800.000 Ha, terdiri dari hutan dataran rendah dan dataran tinggi 
  • Flora : Jelutung, pandan, cemara gunung, dan gaharu
  • Fauna : Orang Utan, Rusa, Burung Enggang
5. Taman Nasional Kayan Mantarang
  • Letak geografis : berada di wilayah Provinsi Kalimantan Utara
  • Luas : 1.360.900 Ha, merupakan hutan dataran rendah dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut tebal
  • Flora : Jelutung, Meranti, Kayu ulin dan Gaharu
  • Fauna : Orang Utan, Bekantan, Kijang , gajah Kalimantan , Macan Dahan dan Ayam hutan
6. Taman Nasional Danau Sentarum
  • Letak geografis : berada di wilayah provinsi Kalimantan Barat
  • Luas : 102.000 Ha, sekitar danau Sentarum kabupaten Sanggau sampai perbatasan Serawak, Malaysia
  • Flora : Jelutung, paku-pakuan, dan tanaman rawa
  • Fauna : Ikan Arwana, Muncak, dan berbagai jenis burung
7. Taman Nasional Kutai
  • Letak geografis: berada di kabupaten Kutai, Provinsi Kalimantan Timur
  • Luas : 198.629 Ha meliputi Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Bontang, merupakan ekosistem hutan dataran rendah sampai dataran tinggi dengan hutan tropis
  • Flora : Mangrove, bakau, Jelutung, gaharu, kayu ulin
  • Fauna : Orang Utan, Bekantan, Beruang Madu, Macan dahan , Kijang emas, Pesut Mahakam dan Buaya muara 
8. Taman Nasional Sebangau
  • Letak geografis : Terletak di Kalimantan Tengah 
  • Luas : 568.700 Ha meliputi kabupaten Katingan, palang Pisau dan Palangkaraya
  • Flora : Ramin, Meranti, Jelutung, Kapur naga, dan aneka anggrek
  • Fauna : Orang Utan, Burung Rangkong, Bekantan, Beruang madu, Macan Dahan, Owa, Monyet ekor panjang dan Buaya muara 
Orang Utan dari Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah
 Bekantan dari Taman Nasional Sebangau
 Beruang Madu dari Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
 Gajah Kalimantan dari Taman Nasional Kayan , kalimantan Utara
 Pesut dari Sungai Mahakam , Kalimantan Timur
Badak Sumatera, dari Taman Nasional Kutai Barat