"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"
Showing posts with label TEKNOLOGI ANTARIKSA. Show all posts
Showing posts with label TEKNOLOGI ANTARIKSA. Show all posts

Thursday, July 24, 2014

OBSERVATORIUM : TEMPAT PENGAMATAN BENDA-BENDA ANGKASA

   Observatorium adalah tempat untuk melakukan berbagai pengamatan astronomi. Di tempat ini para astronom mempelajari planet, bintang, galaksi, dan obyek langit lainnya. Observatorium biasanya dilengkapi dengan teleskop dan peralatan lainnya untuk membantu pengamatan. Observatorium astronomi meliputi observertorium optik, observatorium radio dan observatorium antariksa.
   Biasanya sebuah observatorium terletak  di gunung atau di dataran tinggi. Tempat ini dipilih untuk menghindari polusi udara, gangguan dari cahaya kota, dan efek distorsi dari atmosfer. Semua gangguan tersebut dapat menyebabkan obyek langit seperti bintang-bintang menjadi tidak terlihat jelas. Tempat di dataran tinggi juga dapat memberikan pemandangan langit malam hari yang lebih cerah dan bersih. Adapun peralatan yang digunakan dalam observatorium selain teleskop adalah spektroskop (untuk mengamati cahaya), lingkaran meridian (untuk mengukur perubahan arah bintang), koronograf (untuk mengamati matahri), sel fotoelektrik (untuk mengukur kecerahan bintang) dan teleskop radio.
 Observatorium Bosscha, di Lembang, Jawa Barat
 Jenis Observatorium
    Observatorium astronomi pada umumnya terbagi dalam dua jenis, yaitu observatorium optik dan observatorium radio. Biasanya jika seseorang menyebut observatorium, maka yang dimaksud adalah observatorium optik. Observatorium ini berfungsi untuk mengamati benda-benda langit melalui gelombang elektromagnetik yang terlihat (gelombang optik). Peralatan utama dari observatorium ini adalah teleskop optik. Adapun observatorium radio berfungsi untuk mengamati obyek langit melalui gelombang radio. Peralatan utamanya adalah teleskop radio yang mempunyai bentuk seperti sebuah antena parabola.
Observatorium Ohio, Amerika Serikat
    Akan tetapi, pengamatan melalui gelombang optik dan gelombang radio dirasakan belum mencukupi, karena ternyata ada sebagian obyek langit yang memancarkan radiasi elektomagnetik berupa sinar X atau sinar ultra violet. Kedua sinar itu tidak dapat menembus permukaan bumi karena terhalang oleh atmosfer. Karena itu dibuatlah observatorium antariksa atau observatorium satelit untuk mengamati radiasi elektromagnetik dari benda-benda langit berupa kedua sinar tersebut. Observatorium ini ditaruh di luar atmosfer bumi dan berbentuk satelit. Beberapa observatorium satelit yang terkenal diantaranya adalah Teleskop Antariksa Hubble yang diluncurkan pada tahun 1990 untuk mengamati sinar infra merah dan radiasi ultraviolet. Observatorium Sinar Gamma Compton yang mengorbit bumi pada tahun 1991-2000. Observatorium Sinar X Chandra yang diluncurkan pada tahun 1999, dan fasilitas Teleskop Infra Merah Antariksa yang diluncurkan pada tahun 2002.
Ruangan peneropong bagian dalam Observatorium Bosscha, Lembang
Observatorium Bosscha
    Indonesia juga memiliki sebuah observatorium bernama Observatorium Bosscha. Observatorium ini terletak di Lembang, Jawa Barat. Observatorium ini didirikan pada tahun 1923 oleh Rudolf Bosscha, seorang astrono asal Belanda, bekerja sama dengan Persatuan Astronomi Hindia Belanda. Kini Observatorium Bosscha secara administratif berada di bawah pengelolaan Institut Teknologi Bandung (ITB). Secara geografis, letak observatorium ini sangat menguntungkan karena berada dekat garis khatulistiwa sehingga dapat mengamati langit belahan utara dan langit belahan selatan.

Observatorium Ulugh Beg
    Ketika ilmu astronomi berkembang di dunia Islam, para astronom muslim juga mendirikan banyak observatorium. Di antara sekian banyak observatorium yang pernah dibuat, yang terbaik adalah Observatorium Ulugh Beg yang dibangun di Samarkand (Uzbekistan) pada awal abad ke 15. Ulugh Beg adalah seorang penguasa keturunan mongol di Samarkand. Observatorium Ulugh Beg pernah menjadi observatorium termegah di dunia Islam. Setelah kematian Ulugh Beg, observatorium ini kemudian mengalami kehancuran.

Wednesday, June 18, 2014

NASA : BADAN ANTARIKSA AMERIKA SERIKAT

    
    NASA(National Aeronautics and Space Administration) adalah lembaga milik pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab untuk mengembangkan eksplrasi dan riset antariksa. Badan ini juga mengurus program penerbangan antariksa dan mengkoordinasikan proyek telekomunikasi serta proyek lainnya seperti pengembangan kinerja pesawat terbang dan roket antariksa, percobaan ilmiah di antariksa, serta kerjasama internasional antara swasta dan pemerintah di bidang industri penerbangan. 
 Pusat peluncuran Pesawat Ruang angkasa NASA
     NASA didirikan pada tahun 1958 dan tumbuh dari persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam menciptakan roket yang dapat mencapai antariksa. Pada 5 Mei 1961, AS meluncurkan pesawat antariksa berawak pertama dengan astronaut Alan B.Shepard, namun tidak secara penuh mengorbit bumi. 
Gedung NASA di Houston, Texas
   Pada awalnya NASA tidak memiliki cukup anggaran, namun di bawah pemerintahan John F.Kennedy dan penggantinya Lyndon B.Johson, NASA memiliki biaya yang memadai untuk meningkatkan operasi, pengembangan, dan riset antariksa. NASA mencakup antara lain Pusat Antariksa John F.Kennedy di Merritt Island, Florida, Pusat Antariksa Lyndon B.Johnson di Houston,Texas, Pusat Penerbangan Antariksa di Huntsville, Alabama.

NASA Kennedy Space Center
Apollo 11
    Pada 20 Juli 1969, Neil Armstrong dengan Apollo 11 menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan. Ada lima misi Apllo lagi yang mendarat di bulan setelah itu. Satu-satunya misi yang gagal terjadi pada tahun 1970 ketika masalah teknis memaksa Apollo 13 kembali ke bumi sebelum sempat mendarat di bulan. Pada Desember 1972, Apollo menyelesaikan misi terakhirnya ke bulan. NASA juga berhasil mendaratkan dua pesawat antariksa tak berawak ke permukaan Mars, yaitu Viking 1 (Juli 1976) dan Viking 2 (September 1976).

 Pesawat Kargo Super Guppy yang disiapkan NASA untuk misi ke Planet Mars

Pesawat Ulang-Alik
    Terobosan NASA berikutnya lahir pada 12 April 1981, ketika sebuah pesawat ulang-alik (Columbia) diluncurkan ke antariksa. Pesawat ini dapat digunakan ulang sehingga penjelajahan antariksa menjadi lebih mudah dan murah. Namun 5 tahun kemudian terjadi bencana. Pada 28 Januari 1986, pesawat ulang-alik Challenger meledak sesat setelah peluncurannya dan menewaskan ketujuh awaknya. Presiden Ronald Reagan membentuk komisi khusus untuk menyelidiki bencana Challenger dan mengkritik NASA tentang keselamatan dan manajemennya. Akibatnya, NASA dipaksa mengevaluasi ulang tujuannya, menegaskan kembali komitmennya, memperbarui tujuan awalnya yakni melakukan kerjasama internasional daripada bersaing dengan negara lain, dan mendesain ulang pesawat ulang-aliknya. Setelah itu, NASA berhasil meluncurkan lebih dari 80 kali misi penerbangan pesawat ulang-alik. Bencana kedua terjadi pada 1 Februari 2003, ketika pesawat ulang alik Columbia hancur terbakar saat memasuki atmosfer bumi dan ketujuh awaknya tewas setelah sukses melakukan sebuah misi ilmiah.
Beberapa Satelit dan Stasiun ruang angkasa yang dipantau NASA
Proyek Kerjasama
    Sejak tahun 1990-an NASA bekerjasama dengan negara lain untuk menghimpun dana dan ahli. Salah satu hasil kerjasama ini adalah Teleskop Antariksa Hubble, proyek yang didukung oleh NASA dan ESA (European Space Agency). NASA juga aktif berpartisipasi dalam pembangunan ISS (International Space Station), sebuah fasilitas riset di orbit. Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Rusia dan sembilan negara lainnya bekerjasama dalam proyek ini. NASA juga mengembangkan program eksplorasi Mars. NASA memiliki rencana jangka panjang untuk mengirimkan misi berawak ke Mars.

Kapsul ruang angkasa Orion buatan NASA

Wednesday, June 11, 2014

SATELIT : TEKNOLOGI ANTARIKSA BUATAN MANUSIA

    Satelit adalah segala obyek yang bergerak dalam orbitnya mengelilingi suatu planet. Satelit terbagi dua, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam disebut juga bulan. Adapun satelit buatan adalah wahana ruang angkasa yang dirancang untuk bergerak menempuh jalur yang sudah ditentukan, biasanya mengitari bumi, guna mengumpulkan dan mengirimkan data atau informasi yang diperlukan.
    Satelit buatan digunakan antara lain untuk keperluan telekomunikasi, mengamati perubahan lingkungan di bumi, mengamati cuaca dan mengamati angkasa luar. Teknologi satelit yang memadukan teknologi luar angkasa dan komonikasi menjadi tonggak revolusi komunikasi pada pertengahan abad ke 20. Ada berbagai jenis satelit buatan. Akan tetapi, dalam kaitannya dengan pelayanan atau kegunaannya satelit buatan dapat digolongkan menjadi 2 jenis utama, yaitu satelit pengamatan dan satelit komunikasi.

Satelit Palapa melintasi wilayah Indonesia
 Satelit Pengamatan
    Satelit pengamatan digunakan untuk memantau atau mengamati kondisi lingkungan di bumi. Penggunaan satelit pengamatan jauh lebih unggul dibandingkan dengan teknik tradisional, misalnya dengan pengamatan daratan atau fotografi udara. Satelit pengamatan ada yang digunakan untuk mengamati cuaca, seperti hujan, badai, awan, perubahan suhu daratan dan lautan, serta untuk membuat peta cuaca. Ada juga satelit pengamatan yang digunakan untuk mengamati perubahan penduduk, vegetasi, polusi, dan faktor-faktor geologis, seperti kandungan mineral yang terdapat di bumi. Data yang diperoleh dari satelit ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian, kehutanan, hidrologi, oseanografi, serta untuk melakukan tindakan pencegahan jika diperkirakan akan terjadi bencana alam. Sementara di bidang militer. satelit pengamatan digunakan untuk mengamati lokasi peluru kendali balistik, pengujian dan penghancuran senjata, serta keperluan perang lainnya.

 Satelit Palapa
Satelit Komunikasi
    Satelit komunikasi digunakan untuk komunikasi jarak jauh (telekomunikasi) dan pengiriman data antara stasiun di bumi yang terhubungkan dengan jaringan telekomunikasi. Satelit ini juga digunakan sebagai fasilitas komunikasi dengan alat transportasi, seperti kapal laut atau pesawat terbang. Satelit komunikasi memungkinkan penduduk di wilayah terpencil atau terisolasi untuk dapat juga mengakses jaringan komunikasi global.
Jangkauan wilayah Satelit Palapa
 Satelit Palapa
   Satelit Palapa adalah satelit milik Indonesia yang dibangun sebagai sarana komunikasi antar wilayah di Indonesia. Satelit ini dibuat karena pemerintah Indonesia merasa perlu memiliki sarana komunikasi yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Satelit Palapa 1 diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 1976. Palapa 1 dihubungkan dengan stasiun-stasiun bumi yang terdapat di setiap provinsi dan di daerah industri. Kemampuan Palapa 1 mentransmisikan sinyal televisi membuka peluang untuk menggunakan satelit tersebut bagi penyebaran informasi kepada masyarakat di seluruh pelosok wilayah Indonesia.

Friday, May 23, 2014

TELESKOP : PENEROPONG BENDA-BENDA ANGKASA

    Teleskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh, terutama benda-benda angkasa. Telekop bekerja dengan menangkap radiasi benda-benda angkasa dan membentuk bayangan yang diperbesar pada titik fokusnya. Teleskop yang umum dipakai adalah teleskop optik, teleskop radio dan teleskop bumi.
Teleskop Hubble
    Teleskop pertama kali digunakan untuk mengamati benda langit oleh Gallileo Galilei pada tahun 1609. Teleskop Gallileo terdiri dari dua buah lensa cembung yang disusun sejajar. Lensa yang dekat ke mata pada saat pengamatan dinamakan lensa okuler, sedangkan lensa yang lainnya disebut lensa obyektif (lensa pengamat). Dengan teleskopnya itu, Galileo bisa melihat kawah-kawah pada bulan, bintik matahari, dan cincin Saturnus. 
    Akan tetapi teleskop galileo hanya dapat melakukan pembesaran hingga 30 kali. Model teleskop yang lebih baik diperkenalkan oleh Isaac Newton pada tahun 1704. Teleskop ini tidak mengandalkan lensa cembung untuk pembesaran, melainkan menggunakan cermin cekung. Teleskop ini memiliki kemampuan pembesaran hingga ribuan kali, tergantung dari besar cermin cekungnya. Makin besar cermin cekung yang digunakan, makin besar pula nilai pembesarannya. 

 Teleskop Optik Hale di Mt.Polomar, Amerika Serikat, terbesar di dunia

Teleskop Optik
    Teleskop optik terdiri dari dua bagian penting, yaitu teleskop pembias (reflektor) yang menggunakan lensa cembung dan teleskop pemantul (reflektor) yang menggunakan cermin cekung. Teleskop reflektor memiliki dua lensa sehingga lensa ini bekerja relatif lambat dalam menangkap cahaya serta mengalami aberasi warna (cacat warna akibat letak fokus yang berbeda untuk warna yang berbeda). Teleskop reflektor menggunakan cermin cekung yang berbentuk paraboloida (penampang lintangnya berbentuk parabola). Teleskop reflektorbebas dari aberasi warna sehingga lebih banyak digunakan orang. Salah satu keuntungan teleskop reflektor adalah dapat dibuat dalam bentuk yang besar. Dengan teleskop raksasa, orang dapat memotret galaksi dan kuasar yang jauhnya beberapa miliar tahun cahaya.
Teleskop radio Robert C.bryd Green Bank, terbesatr di dunia di West Virginia, Amerika Serikat
Teleskop Radio
    Teleskop radio mulai dikembangkan pada tahun 1930 oleh Karl Jansky. Teleskop radio bentuknya mirip dengan antena parabola. Cara kerja teleskop radio pada dasarnya sama dengan teleskop optik, hanya saja pada teleskop radio yang diamati adalah radiasi gelombang radio yang dipancarkan oleh benda-benda angkasa. Antena parabola akan memfokuskan sinyal pada satu titik, lalu dikirim ke ruang data di pusat pengawasan. Peralatan komputer kemudian akan mengubah intensitas gelombang radio menjadi citra (gambar) yang dapat dikenali oleh mata.
    Untuk meningkatkan hasil gambar, kini telah dikembangkan teknik Very Long Base Line Interferometry (VLBI), yaitu penggunaan dua teleskop yang jaraknya terpisah beberapa ribu kilometer. Hasil pengamatan dari dua teleskop ini akan dianalisis oleh satu komputer untuk mencari beda fase pancaran radio di kedua tempat tersebut. Dengan cara ini akan dicapai daya pisah seribu kali lebih kuat daripada teleskop optik.

Teleskop bumi
Teleskop Bumi
    Teleskop bumi adalah teleskop yang digunakan untuk mengamati benda di bumi. Teleskop ini umumnya memiliki satu lubang pengamatan, tetapi ada juga yang memiliki dua lubang pengamatan (binocular) sehingga memudahkan mata untuk melihat. Prinsip kerja teleskop bumi ini sama dengan teleskop optik reflaktor yang menggunakan lensa cembung. Perbedaannya adalah pada teleskop bumi ditambahkan satu lensa pembalik di antara lensa okuler dan obyektif. Fungsi dari lensa pembalik ini adalah untuk membalikkan bayangan kembali pada posisinya semula.

:
Teleskop altazimut di Kaukasus, Rusia
Teleskop Altazimut
    Teleskop altazimut adalah teleskop yang bentuknya seperti menara meriam. Teleskop ini dapat melacak bintang dengan bergerak ke atas, ke bawah dan juga berputar. Teleskop altazimut adalah teleskop optik terbesar di dunia yang terletak di pegunungan Kaukasia, Rusia.

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

Friday, April 25, 2014

ASTRONOUT : ANTARIKSAWAN LUAR ANGKASA

   
     Astronout adalah orang yang dilatih secara khusus untuk menjalankan program penerbangan antariksa. Para astronout memiliki serangkaian tugas selama misi di antariksa, misalnya melakukan percobaan ilmiah pada kondisi tanpa bobot, keluar dari pesawat antariksa untuk memperbaiki kerusakan satelit, dan memotret planet dan bintang yang jauh. Sebelum melakukan tugas di luar angkasa, astronout harus menjalani latihan di bumi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi di antariksa. 
 Astronaut berjalan-jalan di luar angkasa
     Umumnya, istilah astronaut digunakan untuk menyebut antariksawan dari Amerika Serikat (AS). Adapun Rusia menggunakan istilah Kosmonaut dan Cina menggunakan istilah Taikonaut. Sejak Yuri gagarin (astronaut Rusia) terbang dalam sebuah roket besar dari bumi menuju antariksa dan Neil Armstrong (astronaut AS) menginjakkan kai di bulan, hingga kini sudah ada ratusan astronaut, pria maupun wanita menjelajahi antariksa dengan berbagai macam misi. Menurut FAI (Federation Austronaut International) hingga 13 Juni 2007 sebanyak 460 orang astronaut dari 39 negara telah terbang ke antariksa.
Neil Armstrong mendarat di bulan
Pakaian Antariksa
    Tidak ada udara (oksigen) untuk bernapas di antariksa. Keadaan di antariksa juga tidak seperti di bumi. Karena itu, astronaut harus mengenakan pakaian khusus antariksa sebagai pelindung. Pakaian ini memiliki lapisan aneka plastik supaya kuat dan lentur. Pakaian antariksa bagian dalam dialiri air agar tubuh astronaut tetap sejuk. Di pakaian antariksa ini terdapat panel kontrol yang berfungsi agar astronaut dapat mengatur aliran suhu dan oksigen dalam pakaian. Selain itu, astronaut harus memakai sarung tangan dan helm antariksa. Mereka juga membawa unit manuver bertenaga roket di punggung. Unit manuver memungkinkan astronaut bergerak ke berbagai arah dan berkeliling di luar pesawat antariksa. Pada unit manuver, terdapat tangki oksigen untuk pernapasan astronaut. Astronaut juga dilengkapi dengan alat komunikasi berupa radio, karena tidak ada udara pengantar gelombang suara di antariksa.
Chalenger diluncurkan sebelum meledak di udara
Latihan Astronaut
    Astronaut harus menjalani latihan panjang secara fisik dan teknis untuk persiapan ke luar angkasa. Mereka juga harus dalam kondisi bugar. Latihan dilakukan di ruang simulator di laboratorium atau pesawat ruang angkasa. Astronaut spesialis misi mendapat latihan untuk melakukan misi-misi khusus  di orbit. Adapun astronaut yang bertugas sebagai pilot berlatih di ruang simulator untuk menguasai cara menerbangkan pesawat di orbit. Pilot juga berlatih mengendalikan pesawat ulang-alik agar tidak lepas kendali ketika memasuki atmosfer bumi dan mampu melakukan pendaratan mulus di bandara antariksa.
Pesawat ulang alik Chalenger meledak di udara saat peluncuran
    Selama bertugas di pesawat antariksa, astronaut mengkonsumsi makanan yang serupa dengan yang ada di bumi. Akan tetapi, makanan dan minuman itu berbentuk kemasan khusus sehingga tidak tumpah. Mereka juga perlu berolahraga secara teratur karena kondisi tanpa bobot akan dapat melemahkan tulang dan otot.
Kru Pesawat ulang alik Chalenger yang mengalami kecelakaan
Astronaut Terkenal
    Pada tanggal 12 April 1961, orang pertama yang berhasil ke luar angkasa adalah Yuri Gagarin (Rusia). Alan Shepard merupakan orang pertama Amerika Serikat dan orang kedua di dunia yang berhasil ke luar angkasa pada 5 Mei 1961. Pada tahun 1969, Neil Armstrong (astronaut AS) menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan. Astronaut termuda adalah Gherman Titov (Rusia) berusia sekitar 26 tahun, ketika menerbangkan vostok 2. Astronaut tertua adalah John Glenn dari AS (usia 77 tahun ketika menerbangkan STS-95). Rekor tinggal terlama di luar angkasa dipegang oleh Valeri Polyakov (Rusia) selama 438 hari, dan rekor terbanyak terbang ke luar angkasa adalah tujuh kali yang dipegang oleh Jerry L.Ross dan Franklin ChangDiaz dari Amerika Serikat.

Kru pesawat ulang-alik Columbia yang mengalami kecelakaan
Kecelakaan Penerbangan Antariksa
    Kegiatan astronaut berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan. Astronaut yang meninggal karena kecelakaan penerbangan antariksa antara lain adalah : Vladimir Komarov (Soyuz 1 pada 24 April 1967), Georgi Dobrovolski, Victor Patsayev dan Vladislav Volkov (Soyuz 11 pada 30 Juni 1971), Greg Jarvis, Christa McAuliffe, Ronald McNair, Ellison Onizuka, Judith Resnik, Michael J.Smith dan Dick Scobee (Pesawat ulang-alik Challenger yang meledak ketika diluncurkan pada tanggal 28 Januari 1986), serta Rick D.Husband, William McCool, Michael P.Andersoon, David M.Brown, Kalpana Chawla, Laurel B.Clark dan Ilan Ramon (Pesawat ulang-alik Columbia yang meledak di atmosfer ketika kembali dari misi ruang angkasa pada tanggal 1 Februari 2003)

Friday, March 28, 2014

PENERBANGAN ANTARIKSA

    
     Penerbangan antariksa atau penerbangan luar angkasa merupakan eksplorasi penjelajahan dengan pesawat angkasa ke luar atmosfer bumi, baik berisi manusia maupun tidak. Hal yang menarik dari penerbangan ini adalah eksplorasi antariksa yang bertujuan menyelidiki isi dan kejadian di antariksa. Penerbangan antariksa mampu menjelajah luar angkasa dan memotret benda-benda langit. 

 Peluncuran Pesawat ruang angkasa Ulang-alik Atlantis

    Penerbangan antariksa dimulai pada tahun 1957 ketika satelit Sputnik 1 diluncurkan Uni Soviet. Hal ini membuat Amerika Serikat bertekad menandinginya. Kedua negar tersebut kemudian berlomba dalam teknologi penerbangan antariksa.

Antariksawan bekerja di stasiun Ruang angkasa
Antariksawan
    Penerbangan antariksa dilakukan oleh antariksawan atau astronout. Seorang antariksawan harus menjalani ujian dan latihan berat, baik fisik, mental maupun pengetahuan, sebelum dikirim untuk melakukan penerbangan antariksa. Beberapa antariksawan yang terkenal adalah Yuri Gagarin (astronaut pertama yang pergi ke luar angkasa), Neil Amstrong (astronaut pertama yang menginjakkan kainya di bulan), Valentina Teresykova (astronaut wanita pertama di dunia) dan David R.Scott (astronaut pertama yang melayang tanpa bobot di angkasa selama beberapa menit).

Persiapan peluncuran
Pesawat Ulang Alik
    Pesawat ulang alik adalah pesawat yang dapat terbang ke antariksa secara berulang-ulang. Pesawat ulang alik diharapkan dapat membawa satelit dan menjadi sarana eksperimen awaknya di angkasa. Pesawat kemudian kembali ke bumi untuk digunakan lagi pada penerbangan berikutnya. Pesawat ulang alik terdiri dari 3 komponen, yaitu pengorbit, tangki bahan bakar eksternal, dan roket pendorong. Ketika ketiga komponen tersebut diluncurkan ke angkasa luar, tangki bahan bakar eksternal dan dua roket pendorong akan jatuh ke bumi, sedangkan pengorbit akan meluncur ke angkasa luar meninggalkan tangki dan roket. Pada bagian luar pengorbit dilapisi ribuan silika antipanas yang berguna untuk melindunginya ketika masuk atmosfer bumi.

Menjelajah angkasa luar
Roket
    Roket merupakan alat yang sangat penting dalam eksplorasi angkasa. Roket berisi bahan bakar dan membawa satelit serta pesawat ke luar angkasa. Roket antariksa umumnya terdiri dari beberapa tingkat. Tiap tingkat memiliki motor dan bahan bakar sendiri. Pada peluncuran roket antariksa yang membawa satelit, roket pendorong start akan dilepas setelah bahan bakar habis. Tingkat pertama akan mendorong roket. Kemudian tingkat kedua mengambil alih fungsi pendorong. Setelah itu tingkat ketiga menyala dan membawa satelit ke orbitnya pada ketinggian 350 km dari permukaan bumi.

Pesawat NASA menggendong Atlantis ke tempat peluncuran
Stasiun Ruang Angkasa
    Pada tahun 1971 Uni Soviet menempatkan stasiun ruang angkasa Salyut 1. Stasiun ruang angkasa memungkinkan manusia berada di ruang angkasa dalam waktu lama. Amerika Serikat menandinginya dengan menempatkan stasiun ruang angkasa Skylab pada tahun 1973. Skylab akhirnya rusak pada bulan Juli 1979.

Atlantis kembali mendarat ke bumi
    Pada tahun 1986 Uni Soviet menempatkan stasiun ruang angkasa Mir. Secara bertahap, Mir lalu ditambahkan bagian-bagiannya di ruang angkasa. Mir memungkinkan manusia bertahan lebih lama di angkasa dibandingkan Solyut. Pada tanggal 29 Juli 1995 pesawat ulang alik Atlantis bergabung dengan stasiun Mir. Peristiwa bersejarah ini  menjadi tonggak awal pembentukan stasiun ruang angkasa internasional. Proyek stasiun ruang angkasa internasional (ISS) diluncurkan pada tahun 1998 dan selesai tahun 2010. Proyek ini didukung oleh AS, Rusia, Jepang, Kanada dan negara-negara Eropa yang tergabung dalam Agensi Ruang Angkasa Eropa atau European Space Agency (ESA).

Thursday, February 13, 2014

STASIUN ANGKASA LUAR

     Stasiun angkasa luar adalah satelit buatan yang besar, berawak dan berada pada orbit di sekeliling bumi untuk waktu yang lama. Stasiun ini digunakan sebagai tempat pengamatan dan eksperimen ilmiah,serta pengisian bahan bakar bagi pesawat ruang angkasa, atau peluncuran satelit maupun peluru kendali. Suplai bahan bakar dan astronot pengganti dibawa ke stasiun angkasa luar dengan pesawat angkasa luar yang lebih kecil agar dapat menggabungkan diri dengan stasiun angkasa luar. 

Stasiun angkasa luar Salyut 1 Rusia
    Pengamatan dan penelitian mengenai benda-benda antariksa telah dimulai oleh ahli astronomi dari berbagai kebudayaan kuno. Mereka membuat peta rasi bintang, memberi nama dan mengamati pergerakannya. Namun rasa ingin tahu terhadap dunia lain di angkasa luar tidak pernah surut. Perkembangan ilmu astronomi pun semakin pesat dengan adanya penemuan teleskop sekitar awal 1600-an. Tidak puas hanya dengan mengamati dari jauh, manusia mulai memikirkan cara untuk dapat terbang ke luar angkasa. Gagasan penjelajahan berikutnya berkembang mengenai kemungkinan manusia tinggal di angkasa luar dalam wahana yang mengorbit bumi yang disebut sebagai stasiun angkasa luar.
Pesawat ulang alik Atlantis mampir di Stasiun Mir Rusia
Stasiun Angkasa Rusia
    Stasiun angkasa luar yang pertama diluncurkan oleh Rusia pada April 1971 adalah Solyut 1. Wahana ini merupakan wahana terbesar yang pernah diluncurkan manusia, berisi perlengkapan dan peralatan untuk melakukan berbagai penelitian. Namun wahana ini belum membawa awak manusia. Dua bulan kemudian penerbangan Soud 11 mengantarkan 3 orang kosmonaut untuk tinggal di stasiun Salyut 1 selama 24 hari. Pada tahun 1986 Rusia menempatkan stasiun ruang angkasa Mir. Secara bertahap Mir ditambah bagian-bagiannya di ruang angkasa. Mir memungkinkan manusia bertahan lebih lama di angkasa dibanding Salyut 1. Pada tahun 1995 astronaut Valery Polyakov berhasil bertahan selama 14 bulan di Mir.
Stasiun angkasa luar Skylab, Amerika Serikat
Stasiun Angkasa Amerika Serikat
    Stasiun angkasa luar milik Amerika Serikat, Skylab, diluncurkan pada Mei 1973. Beberapa hari kemudian, awak astonaut yang akan digabungkan dengan Skylab diluncurkan menggunakan pesawat Apollo. Astronout tersebut sempat singgah dan melakukan penelitian yang berhubungan dengan pengamatan tata surya.
Stasiun ruang angkasa internasional ISS
Stasiun Ruang Angkasa Internasional
    Pada tanggal 29 Juli 1995 pesawat ulang-alik Amerika Serikat Atlantis bergabung dengan stasiun Mir milik Rusia. Peristiwa ini menjadi awal pembentukan stasiun ruang angkasa internasional. Stasiun ruang angkasa internasional merupakan perjanjian kerjasama antara Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Kanada dan negara-negara Eropa yang tergabung dalam ESA (European Space Agency). Mereka merencanakan sebuah stasiun angkasa luar internasional yang dinamakan International Space Station (ISS). Proyek ISS diluncurkan pada tahun 1998 dan diharapkan selesai pada tahun 2010.

Astronaut Rusia beraktivitas di Stasiun angkasa luar Mir
Konstantins Tsiolkovsky
    Gagasan tentang keberadaan stasiun angkasa luar telah dikemukakan pertama kali oleh ilmuwan roket Rusia, Konstantin Tsiolkovsky (1857-1935), pada awal abad ke 20. Dia mempunyai impian besar bahwa suatu benda yang berbentuk silinder akan berputar di angkasa luar karena adanya gravitasi buatan. Pesawat akan berada di suatu tempat dan pesawat lain akan berhenti untuk mengisi bahan bakar. Tsiolkovsky menyebut gagasan ini sebagai stasiun.

Tuesday, January 7, 2014

PLANETARIUM

    Planetarium adalah bangunan yang dilengkapi dengan alat-alat untuk memperagakan lokasi dan pergerakan planet serta benda langit lainnya di alam semesta. Planetarium berguna untuk memberikan pengetahuan mengenai objek astronomis dalam sistem tata surya dan alam semesta.
    Di Planetarium, lokasi dan pergerakan berbagai obyek langit seperti bintang, planet, bulan dan matahari diproyeksikan ke atap berbentuk kubah oleh suatu proyektor khusus. Penonton yang duduk di bawahnya merasa seperti sedang berada di tempat terbuka dan melihat langit di malam hari yang bertaburkan bintang-bintang yang cukup banyak.

 Gedung Planetarium
 Sejarah Planetarium 
    Salah satu bentuk planetarium awal adalah yang dikenal dengan nama Gottorp Globe dan dibuat pada pertengahan tahun 1600-an di Jerman. Bagian utama dari planetarium ini adalah bulatan cekung terbuat dari tembaga dengan diameter sekitar 3 m yang ditaruh di atas. Ilustrasi mengenai rasi bintang terlukis di permukaan bulatan tersebut. Untuk bintangnya, digunakan bulatan kecil dari tembaga yang dilapisi emas. Cahaya dari lampu minyak yang ditaruh di tengah akan membuat bintang-bintang itu seperti bersinar.

 Planetarium di Nagoya, Jepang, terbaik di Asia
    Pada akhir tahun 1600-an dibuat model planetarium yang melukiskan pergerakan planet-planet mengelilingi matahari. Sebuah bola yang berada di tengah digambarkan sebagai matahari. Bola tersebut dihubungkan dengan tangkai-tangkai ke bola-bola kecil yang digambarkan sebagai planet-planet. Dengan memutar model-model tersebut, kita dapat melihat miniatur planet-planet itu berputar mengelilingi matahari. Model lainnya ditambahkan dengan bola-bola kecil yang menggambarkan bulan atau satelit yang mengelilingi planet-planet.
Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat
Planetorium Modern
    Pada tahun 1925, Carl Zeiss membuat planetorium modern pertama menggunakan proyektor mekanik di Museum Munich, Jerman. Peralatan planetorium dipasang di dalam kubah berdiameter 10 meter.  Sebuah bola dari besi dilengkapi lensa-lensa digunakan untuk memperlihatkan gambar 4.500 bintang di kubah. Bola ini dapat berputar untuk menggambarkan rotasi bintang. Tujuh buah proyektor tambahan tertempel di bola yang menggambarkan matahari, bulan, Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus. Ketujuh proyektor ini juga bergerak terhadap bola bintang seperti planet-planet bergerak terhadap bintang-bintang. Keberhasilan proyektor Zeiss berimbas pada pembuatan ribuan planetarium lainnya di kemudian hari.

Planetarium Modern simulasi Matahari
Planetarium Digital
    Perkembangan teknologi proyektor digital membuat kemajuan dalam perkembangan planetarium berikutnya. Proyektor digital yang dipakai dalam peralatan planetarium ini memakai teknologi komputer yang dapat menciptakan gambar di layar video. Sebuah lensa kemudian memproyeksikan setiap gambar tersebut ke kubah besar. Untuk memperlihatkan bintang-bintang seperti yang terlihat dari sebuah tempat berlainan di sistem tata surya, komputer tinggal mengubah gambarnya di layar. Planetarium yang menggunakan proyektor yang terkomputerisasi ini juga dikenal dengan istilah planetarium digital.

 Planetarium Digital
    Planetarium digital membawa banyak kemajuan baru dalam penggambaran planet-planet. Planetarium dengan teknologi maju ini dapat menciptakan pemandangan jarak dekat dari sebuah planet yang berotasi. Planetarium ini juga dapat mensimulasikan pemandangan dari sebuah pesawat ruang angkasa yang terbang di atas permukaan planet. Selain bersifatedukatif, planetarium digital juga bersifat menghibur, karena kadang ditambahkan dengan gambar animasi dan musik pengiring.
Bagian dalam ruang Planetarium