"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"
Showing posts with label BATUAN DAN MINERAL. Show all posts
Showing posts with label BATUAN DAN MINERAL. Show all posts

Sunday, December 17, 2017

BATU MULIA UNTUK PERHIASAN

Batu mulia adalah jenis batuan dari campuran unsur mineral alam yang apabila telah diproses memiliki nilai ekonomis tinggi karena digunakan untuk bahan perhiasan. Batu mulia biasanya memiliki tingkat kekerasan tinggi, memiliki keindahan serta langka di alam. Secara umum, batu mulia terdiri atas dua kelompok yaitu batu permata mulia (precious stone) dan batu permata semi mulia (semiprecious stone). Batu permata mulia memiliki tingkat kekerasan tinggi sehingga tidak mudah tergores.
    Sejak dahulu kala, batu mulia telah dikenal dan dimanfaatkan orang untuk perhiasan. Batu mulia digunakan sebagai bahan aneka perhiasan seperti cincin, kalung, gelang, anting dan bros. Batu mulia juga seringkali dipadukan dengan logam seperti emas atau perak untuk menambah keindahannya, dan hasil akhirnya dapat mencapai harga sangat tinggi. Sejak awal ditemukan, batu mulia juga sering dikaitkan dengan berbagai mitos. Batu mirah, misalnya dipercaya dapat memberikan kebahagiaan dan kewibawaan bagi pemakainya. Adapun batu zamrud dipercaya dapat membawa keberuntungan.
Permata
Warna dan Jenis Batu Mulia
    Warna dan jenis batu mulia bervariasi. Batu mulia ada yang berwarna merah,kuning, hijau,biru dan putih. Secara umum, batu mulia terdiri atas dua kelompok yaitu batu permata mulia (precious stone) dan batu permata semi mulia (semiprecious stone). Jenis batu permata mulia hanya ada empat yaitu intan (diamond), mirah (ruby), safir (sapphire) dan zamrud (emerald). Adapun jenis batu permata semi mulia cukup banyak seperti giok (jade), opal,kecubung (amethyst) dan akik. Batu permata semi mulia dapat ditemukan di hampir seluruh provinsi di Indonesia dengan jenis sangat beragam.

Skala Kekerasan Mohs
    Kualitas batu mulia diukur dengan tingkat kekerasan yang dimilikinya.Untuk mengukur kekerasan sebuah batu mulia digunakan skala kekerasan Mohs. Semakin tinggi skala mohs sebuah batu mulia, semakin tinggi tingkat kekerasannya dan semakin tinggi kualitasnya. Batu permata mulai memiliki  nilai kekerasan 7-10 mohs, sedangkan batu permata semi mulia memiliki nilai kekerasan 5-7. Intan misalnya memiliki tingkat kekerasan 10 mohs, sedangkan giok 6,5 - 7 mohs. Batu mulia dengan skala skala mohs tinggi dapat menggores batu mulia dengan skala mohs lebih rendah, tetapi tidak sebaliknya.

Intan
    Di antara berbagai jenis batu mulia,intan memiliki nilai paling tinggi dan harga paling mahal. Intan terdiri atas atom-atom karbon semata dan merupakan batu mulia paling tahan lama. Intan merupakan batu mulia yang paling keras dengan skala kekerasan mencapai 10 mohs. Intan memiliki cahaya paling terang dibandingkan batu mulia lain karena mempunyai susunan kristal kubus. Terdapat sembilan unsur kristal yang dimiliki intan. Susunan kristal kubus intan ini menyebabkan pantulan sinar yang masuk tidak dibiaskan ke satu arah tetapi ke semua bangun kristal sehingga membuatnya berkilauan dengan indah. Ladang intan penting di dunia terdapat di Afrika, Rusia, India dan Amerika Selatan. Dalam industri, intan sering dimanfaatkan karena sifat kerasnya. Intan digunakan untuk melubangi,memotong dan mengasah logam keras dengan cepat dan tepat. Intan sendiri hanya dapat dipotong dengan intan lain.
Intan
Mirah
    Mirah (ruby) adalah batu permata mulia transparan berwarna merah. Batu mirah berasal dari mineral aluminium oksida (AI2O3) yang disebut korondum. Skala kekerasan batu ini adalah 9 mohs. Warnanya bervariasi, mulai dari merah muda, merah tua hingga merah keunguan. Warna merah batu mirah terjadi karena unsur kristal korondum tercampur dengan unsur Crom (Cr). Penghasil batu mirah penting di dunia antara lain adalah Myanmar, Srilanka, dan Thailand. Akan tetapi, batu mirah paling terkenal di dunia berasal dari Myanmar. Negara ini menghasilkan batu mirah yang sangat indah, berwarna kemerahan dan berkilauan.
Mirah delima
Safir
    Safir (Sapphire) juga berasal dari korondum, namun safir berwarna biru. Warna ini terjadi karen korondum tercampur dengan unsur lain seperti besi (Fe) dan Titanium (Ti). Akan tetapi dikenal juga safir kuning, safir hijau dan safir putih. Korondum yang tercampur dengan kobalt (Co) akan memberikan warna hijau dan korondum yang tercampur dengan nikel (Ni) ataumagnesium (Mg) akan memberikan warna kuning. Sama seperti mirah, skala kekerasan safir adalah 9 Mohs.
Safir

Zamrud
    Zamrud (emerald) merupakan mineral silikat beril. Warna hijau pada batu ini berasal dari unsur berilium (Be). Sebagai batu hias, zamrud tahan goresan dan hanya kalah dari mirah atau safir. Zamrud memiliki skala kekerasan mencapai 7,5 mohs. Batu ini sudah dikenal orang sejak tahun 4000 SM. Akan tetapi zamrud berkualitas tinggi jarang diperoleh. Negara-negara penghasil zmrud berkualitas antara lain terdapat di Kolombia, Rusia dan Afrika Selatan.
Zamrud
Giok
    Giok (Jade) merupakan batu permata semimulia yang umumnya berwarna hijau. Giok yang masih kasar dan belum dipoles memiliki kulit buram, dan tampak seperti batu biasa karena oksidasi. Secara umum giok, terdiri dari dua mineral yang berbeda yaitu nefrit dan jederit. Nerit tersusun atas unsur-unsur kalsium, magnesium dan besi silikat. Nefrit memiliki skala kekerasan 6,5 mohs. Adapun jadeit,yang dikenal dengan nama giok cina, tersusun atas unsur natrium dan aluminium silikat. Jadeit memiliki skala kekerasan 7 mohs. Jadeit lebih berkualitas daripada nefrit karena berwarna lebih bagus.Jedeit juga tampak lebih bening. Sedangkan nefrit agak berserat mirip lilin.

Giok
Opal
    Opal sebagian besar tersusun atas miniral silika bukan kristal dan mengandung molekul air.Karena itu tingkat kekerasaannya hanya berkisar dari 5-6.5 mohs. Opal yang tidak menunjukkan variasi warna-warni adalah opal biasa. Namun yang menunjukkan kilauan sprektum warna merupakan opal berharga dan sudah digunakan sejak dahulu kala. Pada umumnya opal terdapat melimpah di jenis batuan vulkanik, terutama di tempat yang memiliki mata air panas.
Opal

Kecubung
    Kecubung (amethyst) adalah batu permata keunguan dan termasuk jenis kuarsa yaitu silikon dioksida (S1O2). Warnanya yang keunguan berasal dari unsur mangan (Mn).Kecubung yang memiliki kualitas tinggi adalah yang terlihat transparan atau tembus pandang. Kecubung cukup banyak terdapat di dunia sehingga harganya tidak terlalu mahal. Kecubung dengan berbagai variasi warna keunguan dan bentuk potongan dapat dengan mudah ditemukan di pasaran.

Kecubung
Akik
    Akik juga termasuk jenis kuarsa yang tersusun dari silikon dioksida (SiO2). Akik sering digunakan sebagai batu cincin. Keindahan akik terletak pada warna dan pola di dalamnya. Ada akik yang motifnya seperti garis-garis tebal,  ada yang seperti berawan dan ada yang menyerupai gambar atau tulisan tertentu. Motif-motif di bagian dalam akik tersebut berasal dari campuran seperti mangan oksida. Di Indonesia, usaha batu akik merupakan salah satu usaha industri kecil yang cukup maju dan hasilnya sudah di ekspor ke berbagai negara.

Akik

Potensi Batu Mulia di Indonesia
    Beberapa provinsi di Indonesia memiliki potensi sumber batu mulia. Namun biasanya batu-batu itu sebagian besardiekspor dalam bentuk bahan mentah, tidak diolah terlebih dahulu. Daerah-daerah di Indonesia yang memproduksi batu mulia antara lain adalah Nanggroe Aceh Darusalam (giok nefrit), sumatera barat, jawa barat dan kalimantan barat (kecubung), Banten (opal) Jawa Barat, Sulawesi tenggra, dan halmahera selatan (krisopals), Kalimantan selatan dan kalimantan barat (Intan), Riau dan Bengkulu (kaseldon dan Japis), Lampung (akik dan kalsedon), Nusa Tenggara Barat dan Nusa tenggara Timur (akik dan jaspis) serta Papua (malakit, rodonit dan radiokrossit)

Tuesday, November 7, 2017

MINERAL PEMBENTUK BATUAN

Kerak Bumi disusun oleh sekitar 90 jenis unsur kimia. Dengan berbagai cara beberapa unsur dapat bergabung membentuk salah satu diantara 3000 persenyawaan yang kita kenal dengan nama mineral. Contoh mineral yang khas adalah kwarsa dan kalsit. Kwarsa dibentuk dari unsur silika dan oksigen. Rumus kimianya adalah SiO2, yang menyatakan tiap molekul kwarsa terdiri dari gabungan satu atom silika dengan dua atom Oksigen. Kwarsa selalu mempunyai susunan yang sama, SiO2. dimanapun dan bagaimanapun cara pembentukannya. Nama kimianya yang sesungguhnya adalah Silikon dioksida. Kalsit juga selalu mempunyai susunan yang sama CaCO3, Nama Kimianya adalah Kalsium Karbonat.
   Setiap mineral selalu terbentuk dari unsur-unsur yang sama dengan perbandingan yang tertentu. Batuan tidak demikian halnya. Dua keping granit mungkin terdiri dari mineral-mineral yang sama yaitu Kwarsa, Felspar dan Mika. Tetapi perbandingan banyak mineral yang dikandungnya tidak selalu sama. Karena besarnya jumlah ragam mineral maka pengenalan maupun penggolongannya merupakan pekerjaan yang sulit. Sifat-sifat seperti bentuk, ukuran dan warna dapat menyesatkan. Warna kuning mengkilat dari Pyrit  sering menipu pengamat lapangan yang menyangka menemukan emas. Karena itu Pyirit mendapat julukan Emas orang tolol.
   Sebagaimana halnya dengan tanaman dan hewan, mineral terdiri dari berbagai jenis, warna dan daya tarik. Manusia memenfaatkan sejumlah besar mineral yang digali dari dalam tanah, untuk bermacam keperluan. Namun karena banyaknya mineral yang serupa, maka pengenalan salah satu diantara 3.000 mineral pembentuk kerak Bumi bukanlah tugas yang mudah.
   Kekerasan mineral dinyatakan dalam skala kekerasan yang dikemukakan oleh seorang ahli mineral Jerman, Friedrich Mohs. Dengan menentukan 10 mineral menurut urutan kekerasannya, disusun suatu standar yang dipakai sebagai pembanding terhadap mineral-mineral lain. Mineral paling lunak yaitu Talkum, diberi skala 1 dan skala 10 diberikan kepada mineral paling keras yaitu Intan. Mineral dalam skala ini dapat menoreh mineral yang lebih lunak yang terdapat dibawahnya dan kalah ditoreh oleh mineral lebih keras yang terletak disebelah atasnya dalam daftar.
   Berikut ini adalah urutan kekerasan Mineral menurut Mohs :
 1. Talk dapat dihancurkan dengan kuku
 2. Gipsum dapat ditoreh dengan kuku
 3. Kalsit dapat ditoreh dengan uang perunggu
 4. Fluorit dapat ditoreh dengan kaca
 5. Apatit dapat ditoreh dengan pisau saku
 6. Felspar dapat ditoreh dengan Kwarsa
 7. Kwarsa dapat ditoreh dengan kikir baja
 8. Topas
9. Korundum
10 Intan, Mineral paling keras

Wednesday, October 18, 2017

JENIS-JENIS MINERAL LOGAM

Mineral-mineral terpenting adalah yang menghasilkan logam, yang sangat kita perlukan. Mineral logam ini terdiri atas logam dasar seperti emas dan platina, maupun cebakan-cebakan logam lain. Dari cebakan ini dapat diolah secara menguntungkan logam-logam yang sangat berguna untuk manusia. Hanya beberapa diantara mineral yang mengandung logam bermanfaat sebagai cebakan. Felspar banyak didapat, mengandung aluminium dan logam lain, tetapi tidak ada cara yang murah dan mudah untuk memisahkan logam itu daripadanya. Cebakan aluminium yang berguna hanyalah bauksit, batuan yang mengandung aluminium oksida.
   Banyak cebakan yang sesungguhnya adalah oksida. Cebakan utama besi, yaitu hematit dan magnetit adalah oksida. Cebakan Timah yang terpenting adalah juga oksida: yaitu Kasiterit. Banyak cebakan lain yang berbentuk Sulfida atau ikatan logam dengan sulfur atau belerang. Cebakan tembaga yang terpenting yaitu Kalkoprit adalah sulfida dari tembaga dan besi. Karbonat adalah jenis cebakan yang lain lagi. Siderit yaitu karbonat dari besi, adalah cebakan besi yang penting. Azurit yang berwarna biru tua dan malahit yang berwarna hijau adalah karbonat cebakan tembaga yang sering kita jumpai.
   Memproses cebakan menjadi logam harus terlebih dahulu melalui proses pengolahan biji dengan cara memurnikan dan mengkonsentrasikan cebakan tersebut. Banyak cebakan dikonsentrasikan dengan cara flotasi yaitu digunakan larutan pembasah khusus yang hanya membasahkan batuan, dan cebakan akan terapung dalam buih dan terpisah.
   Ada 3 cara terpenting untuk memisahkan logam dari cebakannya, yaitu : 
Pertama : Peleburan, dengan memanaskan cebakan dalam sebuah tanur yang biasanya menggunakan batubara. Dalam cara ini mineral oksida dan karbonat diubah menjadi logam.
Kedua : Elektrolisa yaitu dengan mengalirkan listrik melalui cebakan yang telah dipersiapkan. Aluminium dimurnikan dengan elektrolisa aluminium oksida yang diperoleh dari biji bauksit. Arus listrik akan memisahkan cebakan itu menjadi aluminium dan oksigen.
Ketiga : Pelindian yaitu unsur logam dari cebakan dilarutkan dalam larutan kimia. Tembaga sering dimurnikan dengan memakai larutan asam sulfida. Hasilnya adalah larutan tembaga sulfat. Kemudian unsur tembaganya dipisahkan melalui proses elektrolisa. Perak dan emas juga sering dimurnikan dengan pelindian.
   Berikut ini adalah cebakan mineral dari jenis logam yaitu :
1. Azurit (Tembaga Karbonat) berwarna biru tua, merupakan cebakan tembaga yang sering didapat bersama malahit yang banyak persamaan dalam susunan kimianya.
2. Besi (Logam dasar) jarang ditemukan dalam batuan. Terdapat dalam meteorit yang jatuh dari angkasa luar. Di dalam meteorit itu biasanya besi ditemukan sebagai paduan dengan nikel.
3.Blende (Zink sulfida) Cebakan zink yang utama, juga dinamakan sfalerit atau Black Jack. Berwarna coklat, hitam atau merah, biasanya pejal juga berbentuk kristal kubus dengan kilap intan.
4. Bornit (Campuran tembaga dan besi sulfida) Salah satu biji tembaga yang paling umum. Kadang-kadang ditemukan dengan kalkosit. Seringpula dinamakan cebakan burung merak karena permukaan yang merah tembaga cepat berubah menjadi berbintik-bintik oleh reaksi dengan udara.
5. Galena (Timah sulfida) Cebakan Timah hitam utama yang sering ditemukan bersama blende. Kebanyakan tubuh cebakan gelena mengandung unsur perak yang bernilai. Berwarna abu-abu dengan kilap metalik dan bentuk kristal kubus.
6. Hematit (Besi Oksida) Mineral besi utama yang mendapat nama sesuai dengan warnanya yang merah darah dengan kilap metalik.
7. Kalkopirit (Tembaga dan besi sulfida) Sering juga dinamakan pirit tembaga. Mineral tembaga yang penting berwarna kuning suram, lebih lunak dari pirit dan dapat digores dengan pisau saku.
8. Kalkosit (Tembaga sulfida) Mineral tembaga yang penting, terdapat bersama bornit dan mineral-mineral tembaga lainnya. Warnanya abu-abu timbal.
9. Kasiterit (Timah Oksida) Dinamakan pula batu Timah, kasiterit yang berwarna hitam adalah cebakan Timah yang utama. Endapannya terdapat sebagai butir-butir mineral berat dan ditambang sebagai endapan plaser
10. Kerpuuran (Uranium Oksida) Penghasil utama logam radioaktif uranium. Digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir. Juga mengandung sedikit logam radium dan torium yang radioaktif, zirkon dan Timah. Berwarna hitam tetapi dapat berubah menjadi Kuning dan Hijau.
11. Kuprit (Tembaga Oksida) Cebakan tembaga penting yang berwarna merah. Kristalnya biasanya persegi delapan, tetapi salah satu jenis berbentuk gabungan beberapa kristal.
12. Magnesit (Magnesium Karbonat) Cebakan utama dari metal magnesium yang ringan. Biasanya didapatkan dalam bentuk pejal seperti pada Kapur.
13. Magnetit (Besi Oksida) Mendapat namanya karena sifat-sifat magnet alam yang dimilikinya. Cebakan besi yang berharga. Mineral ini berwarna hitam dengan kristal berbentuk segi delapan.
14. Markasit (Besi Sulfida) Mempunyai rumus kimia yang sama dengan pirit, dengan kristal yang berwarna kuning ungu.
15. Logam Emas (Logam dasar) Mineral berwarna kuning ini sejak awal peradaban manusia bernilai tinggi karena langka, indah dan tahan lama. Emas terdapat didalam urat-urat kwarsa atau dalam endapan plaser berbentuk pipih, butir atau nuget. Tahun 1872 ditemukan nuget terbesar didunia yang beratnya mencapai 214 Kg.
16. Molibdenit (Molibden sisulfida) Cebakan utama logam molibden unsur yang banyak dipakai sebagai logam paduan. Berwarna abu-abu dan biasanya berbentuk pipih seperti grafit.
17. Perak (Logam dasar) Salah satu logam mahal yang ditemukan berbetuk cabang-cabang atau sebagai nuget. Berwarna putih perak yang akan berubah menjadi coklat karena reaksi udara kota. Sebuah nuget yang beratnya lebih dari satu ton pernah ditemukan di Meksiko. Kebanyakan perak berasal dari argentit dan beberapa mineral yang ditemukan bersama cebakan Timah, tembaga dan Zink sulfida.
18. Pirit (besi sulfida) Mineral sulfida yang paling banyak ditemukan dalam kerak bumi. Terdapat dalam kebanyakan endapan mineral sulfida. Sering juga dinamakan emas orang tolol karena rupanya yang mirip emas. Kristalnya berbentuk kubus.
19. Rutil (Titanium dioksida) Salah satu mineral penghasil titanium yang penting disamping mineral Ilmenit. Berwarna merah kecoklatan dan sering terdiri dari kristal kembar. Digunakan juga untuk pewarna cat.
20. Siderit (besi karbonat) Cebakan besi penting yang ditemukan baik didalam urat maupun dalam endapan sedimen. Berwarna coklat dengan kilap mutiara.
21. Sinabar (air raksa sulfida) Cebakan air raksa yang utama. Karena warnanya yang merah cerah, mineral ini dipakai sebagai pewarna sejak jaman batu. Sering ditemukan dalam bentuk pejal. Didalam cebakan ini kadang-kadang ditemukan butir-butir air raksa.
22. Sphalerit berwarna abu-abu sampai kehitaman, bentuk kristalnya tidak beraturan , ditemukan dalam cebakan bersama-sama mineral Bornit.
23. Tembaga (Logam dasar) Kadang-kadang berbentuk padat atau bercabang didalam cebakan tembaga. Warna Kuning kemerah-merahan yang khas tetapi berangsur-angsur menjadi gelap.
24. Uranit (uranium dioksida) bahan dasar Uranium yang mengandung radio aktif, digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan bahan peledak nuklir. Berwarna hitam namun bisa berubah menjadi warna kuning.

Friday, September 29, 2017

JENIS-JENIS MINERAL BUKAN LOGAM

   Ada 2 jenis utama mineral bukan logam. Yang pertama adalah mineral yang tidak mengandung unsur logam didalamnya. Contohnya adalah kwarsa, intan, grafit, belerang dan air. Jenis mineral bukan logam yang kedua adalah mineral-mineral yang mengandung unsur logam tetapi tidak digunakan sebagai cebakan mineral. Contohnya adalah kalsit yang mengandung logam kalsium. Batu gamping dan batu kapur dimanfaatkan bukan untuk diambil logam kalsiumnya, tetapi dipakai sebagai kalsium karbonat dalam industri untuk pembuatan baja, gelas dan semen. Mineral golongan silikat banyak mengandung unsur logam tetapi sering dinamakan mineral bukan logam. Contohnya adalah mineral talkum yang dipakai bukan karena mengandung unsur magnesium, tetapi karena sifatnya yang lunak. Silikat adalah mineral yang paling banyak macamnya didalam kerak Bumi: jumlahnya lebih dari 600 macam.
   Batas antara cebakan dan mineral bukan logam sesungguhnya tidak terlalu tegas. Garam dapur yang didapat sebagai mineral dengan unsur natrium dan klorida, biasanya dianggap mineral bukan logam. Tetapi sebagian dipakai juga untuk menghasilkan logam natrium dengan cara elektrolisa. Diantara mineral bukan logam yang mempesonakan adalah batu permata, yang dinilai tinggi karena keindahan, kekerasan dan langkanya. Adapula mineral bukan logam yang berbentuk serat, yaitu asbes. Serat asbes digunakan sebagai bahan kain tahan api dan sebagai bahan penyekat. Berikut ini adalah mineral-mineral dari jenis bukan logam :
1. Asbes Krisotil : Sekelompok mineral berbentuk serabut . Dipakai sebagai bahan kain tahan panas dan isolator. Sumber yang penting dari serat asbes adalah sejenis serpentin yang disebut krisotil.
1.b Asbes : Serat asbes digunakan sebagai bahan kain tahan api dan sebagai bahan penyekat.
2. Beril : Membentuk kristal bersisi enam, berbintik-bintik hijau biru atau kuning. Mineral silikat ini selain sebagai sumber metal beril juga banyak dipakai sebagai batu perhiasan seperti jamrud (hijau) dan akwamarin (biru muda)
3. Feldspar : Kelompok mineral silikat yang paling penting dan ditemukan pada hampir semua batuan beku dan metamorf. Ada dua jenis mineral utama dalam kelompok ini yaitu felspar alkali dan felspar natrium-kalsium.
4. Fluorit (Kalsium Fluorida) Mineral dengan warna-warna ungu, biru, hijau atau kuning. Kristalnya berbentuk kubus dengan sifat pendar flour bila disinari cahaya ultraviolet.
5. Batu Giok : Nama yang diberikan untuk mineral silikat yang banyak dipakai sebagai perhiasan. Batu giok yang paling berharga adalah Jedeit dan yang lebih sering ditemukan adalah Neferit atau batu hijau.
6. Grafit : Terdiri dari unsur Karbon, merupakan mineral paling lunak. Berwarna hitam dengan struktur pipih, sehingga berguna sebagai pelumas. Secara kimia Grafit sama dengan Intan. Bahan pembuat pensil dan wadah untuk melebur logam.
7. Gipsum :(Kalsium sulfat) Merupakan endapan pejal yang menyerupai batu kapur. Banyak digunakan sebagai bahan cat dan papan tempel. Bentuk kristalnya disebut selenit. Alabaster adalah bentuk gipsum yang paling padat.
8. Intan : Terbentuk dari unsur karbon, merupakan mineral paling keras. Jenis yang baik dapat dipotong menjadi batu permata yang paling indah. Yang lainnya dipakai dalam industri sebagai bahan penggosok. Bort dan Karbonado adalah nama-nama Intan hitam. Tambang intan paling terkenal terdapat di Kimberley, Afrika Selatan. Penghasil utama bort adalah Brasil
9. Kalsedon : Mineral silika yang berwarna menarik . Ada yang merah darah, biru dan ada yang memperlihatkan cincin warna dan ada pula yang berselang-seling dengan warna putih
10. Kalsit (Kalsium karbonat) Salah satu mineral yang paling banyak terdapat. Bentuk kristalnya mempesona, salah satu diantaranya adalah Iceland-spar yang memperlihatkan sifat pembiasan ganda. Bila mineral ini kita letakkan diatas suatu obyek, bayangan akan terlihat ganda.
11. Korundum (Aluminium oksida) Mineral paling keras sesudah Intan, sehingga sering digunakan sebagai bahan penggosok. Amril adalah jenis yang merupakan percampuran dengan magnetit dan hematit. Beberapa jenis Korundum membentuk kristal yang indah sehingga dijadikan perhiasan seperti nilam (biru) dan merah/delima(merah).
12. Kwarsa (Silika dioksida) Ditemukan pada hampir semua batuan dan cebakan mineral. Kwarsa murni sangat bening, disebut kristal batu. Kwarsa yang bening mempunyai sifat listrik tertentu sehingga banyak dipakai dalam industri elektronika. Kwarsa berwarna seperti ametis (ungu) sitrin (kuning) dan kwarsa berasap (hitam) banyak dipakai sebagai perhiasan.
13. Mika : Kelompok mineral silikat berbentuk lembar-lembar tipis dengan kilap mutiara. Mineral mika yang banyak terdapat dialam adalh muskovit dengan kristal segi enam dan garis tengah hingga 2 meter. Mineral lainnya yang banyak terdapat adalah biotit yang berwarna hitam atau hijau tua.
14. Rijang : Disebut juga batu api, suatu bentuk silika yang didapatkan didalam batu kapur. Membentuk bintil berwarna abu-abu hingga hitam. Jika dibelah menghasilkan pinggiran yang tajam, sehingga banyak dipakai manusia purba untuk membuat alat-alat.
15. Sulfur : Berwarna kuning, banyak didapat didaerah vulkanik dan juga biasanya terdapat bersama kubah garam. Endapan jauh dibawah permukaan, ditambang dengan proses Frasch yang memompakan air panas kedalam endapan itu lalu memompa kembali larutan ke permukaan. Mineral ini penting dalam industri, digunakan untuk membuat asam sulfida.
16. Topas : Mineral silikat yang sering juga dipakai sebagai perhiasan. Mineral ini bewarna kuning tetapi menjadi merah jambu bila dipanaskan. Seringkali terdapat bersama endapan kasiterit.
16. b. Topas Mineral yang tingkat kekerasannya berada pada urutan ketiga setelah Intan dan Korundum, sering juga digunakan sebagai perhiasan
17. Turmalin : Mineral bukan logam yang sering ditemukan di daerah kars dan merupakan hasil dari perubahan bentuk melalui tekanan dan suhu yang tinggi.
18. Zirkon : Mineral silikat yang keras. Banyak yang dijadikan perhiasan. Ada yang tidak bewarna, kemerah-merahan atau warna asap. Cebakan utama dari logam zirkonium.
19. Zirkon merah : Mineral silikat yang keras berwarna kemerah-merahan dan sering dijadikan perhiasan.