"SELAMAT DATANG DI BLOG GEOGRAFI LINGKUNGAN""(EKOGEO)"

Tuesday, July 5, 2011

PROFIL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

19. PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
(UU NO.25 TAHUN 1956)
Berdiri
: 7 Desember 1956
Ibukota
: Samarinda
Luas Wilayah
: 194.849,08 Km2 (10,55% luas Indonesia)
Letak Astronomis
: 4o30'LU - 2o30' LS dan 113oBT - 118o40' BT
Terdiri dari
: 9 Kabupaten, 4 Kota, 122 Kecamatan dan 1.201 Desa
Jumlah Penduduk
: 2.950.531 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Anggrek Hitam 
: Fauna : Pesut Mahakam
Komoditas Utama
: Kayu bulat dan Kayu olahan
Bahan Galian
: Minyak Bumi, Gas Alam Cair (LNG)
Industri
: Pupuk,  Kayu Lapis
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Pasir
Tanah Grogot
11.603,94
187.722
10
369
2
Kutai Kartanegara
Tenggarong
28.972,98
517.384
18
164
3
Berau
Tanjung Redep
2.325,19
148.769
11
580
4
Bulungan
Tanjung Selor
18.010,50
108.119
13
168
5
Nunukan
Nunukan
14.585,70
122.21
7
282
6
Malinau
Malinau
41.990,40
53.9
9
595
7
Kutai Barat
Sendawar
36.081,95
155.148
21
946
8
Kutai Timur
Sengatta
35.747,00
177.214
11
1160
9
Penajam Pasir Utara
Penajam
3.333,06
126.213
4
101
10
Balikpapan
Balikpapan
503,31
478.175
5
127
11
Kota Samarinda
Samarinda
781,25
580.766
6
514
12
Kota Tarakan
Tarakan
507,10
161.977
4
128
13
Kota Bontang
Bontang
406,70
132.934
3
66
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Kutai, Dayak, Melaju, Banjar
Lagu Daerah
: Indung-indung
Alat Musik
: Sampe
Tarian
: Tari Gong, Tari Perang, Tari Gentar
Makanan Khas
: Petah, Sanga Cobek Salat
Senjata Tradisonal
: Mandau
Suku
: Kutai, Dayak, Banjar
Rumah adat
: Rumah Lamin
Lapangan Udara
: Temidung di Samarinda
Pelabuhan Laut
: Samarinda
Universitas
: Universitas Mulawarman
Cerita Rakyat
: Misteri Maniki
Agama
: 85% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
:  -
Taman  Nasional 
:  TN Kutai
Fauna dilindungi
: Beruang Madu, Macan Dahan, Badak Sumatera
Gunung Tertinggi
:  G.Liangpran (2.240 m)
Sungai Terpanjang
:   Sungai Mahakam
Danau Terluas
:   Danau Jempang
Pulau Terluas
:   Delta Patin Mahakam
Kabupaten Terluas
:   Malinau

Thursday, June 30, 2011

LEBAH : SERANGGA PENGHASIL MADU

    Dalam kehidupan sehari-hari, istilah lebah dan tawon sama-sama digunakan untuk menggambarkan serangga yang mempunyai sengat di bagian ujung perutnya. Meskipun demikian, lebah dan tawon mempunyai beberapa perbedaan sehingga diklasifikasikan dalam kelompok yang berbeda. Seperti semut, lebah dan tawon disebut sebagai serangga sosial karena hidup dalam suatu koloni.
 Lebah madu
     Perbedaan utama dari lebah dan tawon terletak pada makanan dan struktur tubuhnya. Tawon memangsa labah-labah atau serangga lainnya, sedangkan lebah memakan campuran serbuk sari dan madu. Selain itu, rambut pada tubuh lebah bercabang sehingga berbentuk seperti bulu-bulu halus, sedangkan rambut pada tubuh tawon tidak bercabang. Tawon digolongkan dalam sub ordo Apocrita, sedangkan lebah digolongkan dalam superfamilia Apoidea.
Tawon
Venom
    Tawon dan lebah memiliki tiga pasang kaki yang ditutupi oleh rambut. Permukaan kulitnya dilapisi oleh kitin (zat tanduk). Pada umumnya lebah dan tawon dilengkapi dengan dua pasang sayap yang kuat dan tipis. Tawon dan lebah betina mempunyai ovipositor (alat peletak telur) yang berkembang menjadi alat sengat. Alat ini digunakan untuk menginjeksikan venom atau bisa yang mengandung histamin (histamine). Sengatan lebah dan tawon dapat menyebabkan bengkak pada anggota badan atau bahkan kematian.

Produksi lebah madu
Lebah
    Lebah membentuk koloni yang terdiri dari seekor lebah ratu, beberapa lebah jantan, dan ratusan atau ribuan lebah pekerja. Tugas utama lebah ratu adalah bertelur, sedangkan tugas lebah pejantan adalah mengawini lebah ratu. Lebah pekerja merupakan lebah betina yang mandul. Lebah ini bertugas untuk mencari makan dan membangun sarang. Sarang lebah dibangun dari bahan lilin (wax) yang dikeluarkan oleh bagian bawah perutnya. Sarang tersebut tersusun atas ribuan sel heksagonal yang tersusun secara vertikal. Sarang lebah digunakan sebagai tempat penyimpanan telur, serbuk sari bunga, dan madu. Bahan lilin tersebut dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan lipstik.

Koloni Tawon
 Tawon
    Tawon hidup secara berkelompok atau soliter (menyendiri atau berpasangan). Tawon hornet dan tawon pembuat kertas dari suku Vespidae merupakan contoh tawon yang hidup secara berkelompok. Keduanya membangun sarang yang terbuat dari bahan yang mirip dengan kertas. Adapun tawon pemburu dari suku Popilidae merupakan contoh tawon yang hidup secara soliter. Tawon ini membuat sarang di dalam kayu, di pasir, atau di lumpur. Warna kuning dan hitam pada tawon memperingatkan hewan lain akan sengatannya yang berbisa.
Sarang lebah hutan
Royal Jelly
    Setelah berumur 3 hari, larva lebah diberi makan dengan royal jelly, yaitu senyawa yang dikeluarkan dari kelenjar ludah lebah pekerja. Setelah itu, calon lebah pekerja makan campuran madu dan serbuk sari selama dua hari, sedangkan calon lebah ratu terus makan royal jelly sampai dewasa.

 Madu asli
Madu
    Madu merupakan cairan gula kental yang dihasilkan oleh lebah. Cairan ini berasal dari nektar (cairan madu bunga) yang di ubah menjadi madu oleh lebah pekerja. Madu berfungsi sebagai sumber makanan bagi lebah. Selain itu, madu juga menjadi sumber makanan bagi beberapa hewan seperti beruang madu dan teledu madu. Madu lebah mengandung beberapa senyawa seperti fruktosa, glukosa, dan air. Contoh lebah yang menghasilkan madu antara lain Apis indica dan Apis mellifera.

Wednesday, June 29, 2011

PROFIL PROVINSI KALIMANTAN TENGAH


18. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

(UU NO.21 TAHUN 1958)
Berdiri
: 2 Juli 1958
Ibukota
: Palangkaraya
Luas Wilayah
: 153.564,50  Km2 (7,95% luas Indonesia)
Letak Astronomis
: 1o30'LU - 4o LS dan 111oBT - 116o BT
Terdiri dari
: 13 Kabupaten, 1 Kota, 93 Kecamatan dan 1.179 Desa
Jumlah Penduduk
: 1.902.454 jiwa
Identitas daerah
: Flora :Tanggaring
: Fauna : Kuau Melayu
Komoditas Utama
: Kayu, Kayu Olahan
Bahan Galian
: Emas, Pasir Kwarsa, Besi
Industri
: Kelontong dan Kerajinan dari Rotan
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Kota Waringin Barat
Pangkalan Bun
10.759,00
188.493
4
65
2
Kota Waringin Timur
Sampit
16.796,00
287.161
10
126
3
Kapuas
Kuala Kapuas
14.999,00
334.293
12
126
4
Barito Selatan
Buntok
8.830,00
120.593
6
68
5
Barito Utara
Muara Teweh
8.300,05
122.976
6
89
6
Katingan
Kasongan
17.500,00
126.588
11
143
7
Seruyan
Kuala Pembuang
16.404.00
113.348
5
80
8
Sukamara
Sukamara
3.827,00
33.417
3
29
9
Lamandau
Nanga Bulik
6.414,00
48.489
3
79
10
Gunung Mas
Kuala Kurun
10.805,00
83.497
11
112
11
Pulang Pisau
Pulang Pisau
8.997,00
112.639
6
82
12
Murung Raya
Puruk Cahu
23.700,00
81.823
5
115
13
Barito Timur
Tamiang Layang
3.834,00
80.086
6
65
14
Kota Palangkaraya
Palangkaraya
2.399,00
169.051
5
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Dayak, Melayu
Lagu Daerah
: Naluya, Kalayar
Alat Musik
: Gardek, Sampek, Kledi
Tarian
: Tari Giring-giring, Tambun, Bungai
Makanan Khas
: Kalo-Kalo
Senjata Tradisonal
: Mandau, Sumpit, Lunjuk
Suku
: Dayak, Melayu
Rumah adat
: Rumah Bentang
Lapangan Udara
: Panarung di Palangkaraya
Pelabuhan Laut
: Pangkalan Bun
Universitas
: Universitas Palangkaraya
Cerita Rakyat
: Manusia Ular
Agama
: 62,1% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
: Tjilik Riwut
Taman  Nasional 
: TN Tanjung Putting
Fauna dilindungi
: Orang Utan, Beruang Madu, Badak Sumatra
Gunung Tertinggi
:  Bukit Dako (2.278 m)
Sungai Terpanjang
:  Sungai Kahayan
Danau Terluas
:   Danau Sembulu
Pulau Terbesar
:  Pulau Damar
Kabupaten terluas
:  Murung Raya